Minggu, 19 Jul 2026 20:14 WIB

Jawaban Alus Dispendik Surabaya soal Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 19:33 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. (Dok. Dispendik Surabaya).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. (Dok. Dispendik Surabaya).

selalu.id - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya membenarkan adanya dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di sejumlah sekolah di kawasan Bubutan, Senin (11/5/2026).

Meski begitu, Dispendik memastikan proses pembagian makanan di sekolah telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga: Dispendik Terjunkan Tim Supervisi Awasi MPLS di Surabaya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan para guru telah melakukan pengecekan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Karena itu, dugaan penyebab keluhan siswa masih perlu pendalaman lebih lanjut.

“Teman-teman guru telah menjalankan SOP pengecekan terhadap MBG yang akan dibagikan dan tidak terjadi apa-apa. Mungkin di bumbu atau yang lain perlu pendalaman,” jelasnya.

Febrina mengatakan setelah ditemukan adanya siswa yang mengeluh mual dan muntah, para guru langsung bergerak cepat melakukan koordinasi antar kelas maupun antar sekolah.

Langkah tersebut, dilakukan untuk mempercepat penanganan dan pendataan siswa terdampak.

Baca Juga: Gagal Masuk Sekolah Negeri? Pemkot Surabaya Siapkan Jalur Swasta Berkualitas

“Teman-teman guru tadi gerak cepat berkoordinasi dengan guru kelas lain dan sekolah lain,” paparnya.

Febrina membenarkan jumlah sekolah yang terindikasi terdampak dugaan keracunan MBG kini mencapai 12 sekolah.

“Ya, betul. Update terakhir di kami 12 sekolah,” sebutnya.

Diketahui, ada sekitar 200 siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan MBG.

Baca Juga: Emak-emak HMD Gemas Surabaya Gelar Aksi Dukung Program MBG, Cuma Pura-pura atau Terpaksa?

Sebagian siswa mendapat perawatan di Puskesmas Tembok Dukuh, sementara lainnya sempat dirujuk ke rumah sakit.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani, menyebut laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB.

Mayoritas siswa yang terdampak mengalami gejala ringan dan sudah mendapatkan penanganan medis.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.