Kamis, 03 Sep 2026 11:20 WIB

Jawaban Alus Dispendik Surabaya soal Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 19:33 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. (Dok. Dispendik Surabaya).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. (Dok. Dispendik Surabaya).

selalu.id - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya membenarkan adanya dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di sejumlah sekolah di kawasan Bubutan, Senin (11/5/2026).

Meski begitu, Dispendik memastikan proses pembagian makanan di sekolah telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan para guru telah melakukan pengecekan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Karena itu, dugaan penyebab keluhan siswa masih perlu pendalaman lebih lanjut.

“Teman-teman guru telah menjalankan SOP pengecekan terhadap MBG yang akan dibagikan dan tidak terjadi apa-apa. Mungkin di bumbu atau yang lain perlu pendalaman,” jelasnya.

Febrina mengatakan setelah ditemukan adanya siswa yang mengeluh mual dan muntah, para guru langsung bergerak cepat melakukan koordinasi antar kelas maupun antar sekolah.

Langkah tersebut, dilakukan untuk mempercepat penanganan dan pendataan siswa terdampak.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

“Teman-teman guru tadi gerak cepat berkoordinasi dengan guru kelas lain dan sekolah lain,” paparnya.

Febrina membenarkan jumlah sekolah yang terindikasi terdampak dugaan keracunan MBG kini mencapai 12 sekolah.

“Ya, betul. Update terakhir di kami 12 sekolah,” sebutnya.

Diketahui, ada sekitar 200 siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan MBG.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Sebagian siswa mendapat perawatan di Puskesmas Tembok Dukuh, sementara lainnya sempat dirujuk ke rumah sakit.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani, menyebut laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB.

Mayoritas siswa yang terdampak mengalami gejala ringan dan sudah mendapatkan penanganan medis.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.