Senin, 19 Okt 2026 11:59 WIB

Jelang Pilkades 2026, Bupati Sidoarjo Subandi Minta Cakades jaga Kondusivitas

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 08 Mei 2026 14:00 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi saat memberikan arahan ke Cakades di Pendopo Delta Wibawa (Dok. Diskominfo Sidoarjo).
Bupati Sidoarjo Subandi saat memberikan arahan ke Cakades di Pendopo Delta Wibawa (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo mulai memasuki fase krusial.

Pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan teknis penyelenggaraan, tetapi juga mengantisipasi potensi gesekan politik di tingkat desa yang rawan muncul selama tahapan kontestasi berlangsung.

Baca Juga: Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 230 calon kepala desa (cakades) dikumpulkan dalam agenda pembekalan di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo ini menjadi ruang penguatan komitmen menjaga stabilitas desa menjelang pemungutan suara pada 24 Mei mendatang.

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa Pilkades tidak boleh berubah menjadi sumber konflik sosial di masyarakat.

Ia meminta seluruh pasangan calon beserta tim sukses menjaga situasi tetap kondusif selama proses demokrasi berlangsung.

“Komitmen kita Pilkades damai. Pemilihan kepala desa tanggal 24 Mei 2026 nanti jangan sampai menjadi kegaduhan. Paslon dengan paslon harus bisa menjaga stabilitas politik, termasuk tim suksesnya agar tidak ada kegaduhan di desa,” tegas Subandi.

Menurutnya, dinamika politik desa memiliki sensitivitas tinggi karena melibatkan hubungan sosial masyarakat yang sangat dekat.

Karena itu, Pemkab Sidoarjo bersama Forkopimda telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang dinilai memiliki kerawanan politik lebih tinggi dibanding daerah lain.

Baca Juga: 600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Selain persoalan stabilitas keamanan, Subandi juga menyoroti fenomena tingginya biaya politik dalam kontestasi Pilkades.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memicu penyimpangan ketika kepala desa terpilih berupaya mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan selama proses pencalonan.

“Kalau habisnya Rp300 juta atau Rp500 juta tentu tidak nutut. Kalau biaya politik tinggi, mau nggak mau ada korupsi karena gaji kepala desa ini Rp 5,5 juta,” jelasnya.

Subandi menyebut pembekalan terhadap para cakades menjadi bagian penting agar calon pemimpin desa memahami tanggung jawab pemerintahan serta mampu mengelola desa secara sehat dan profesional.

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Polygon di Sidoarjo, Ini Pesannya ke Siswa SMK

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, menjelaskan Pilkades Serentak 2026 akan digelar di 80 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

“Terdapat 230 calon kepala desa yang akan mengikuti Pilkades tahun 2026,” sebutnya.

Ia berharap seluruh tahapan kampanye tidak hanya menjadi ajang mencari dukungan politik, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat desa melalui penyampaian program yang realistis dan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

“Kami berharap kampanye berlangsung santun, edukatif, dan bermartabat. Visi misi harus mengacu pada potensi desa serta kebutuhan masyarakat desa,” kata Agus.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.

Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Berita yang banyak dicari sangat bervariatif.

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.