Rabu, 24 Jun 2026 00:09 WIB

Dispendik Jember Sosialisasikan SPMB 2026/2027, Tekankan Transparansi dan Keadilan

Sosialisasi SPMB 2026/2027 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Sosialisasi SPMB 2026/2027 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan transparan, objektif, dan akuntabel, serta bebas dari praktik kolusi serta nepotisme.

Baca Juga: ProGIB Geruduk DPRD Jember: Dukung Program MBG, Minta Koruptor Ditindak Tegas

Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya kepolisian, kejaksaan, inspektorat, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan, serta seluruh kepala sekolah SMP negeri se-Kabupaten Jember.

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahyono mengatakan bahwa pelaksanaan SPMB 2026/2027 mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai asas transparansi, objektivitas, keadilan, akuntabilitas, dan tanpa diskriminasi,” jelasnya.

Arief mengatakan daya tampung sekolah negeri di Kabupaten Jember masih terbatas dibanding jumlah lulusan SD setiap tahunnya.

Saat ini terdapat 94 SMP negeri di Jember yang belum mampu menampung seluruh calon siswa.

Karena itu, pemerintah daerah turut melibatkan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama seperti MI dan MTs, serta sekolah swasta sebagai alternatif pendidikan bagi masyarakat.

Baca Juga: Agak Lain, Ribuan Warga Jember Turun ke Jalan Dukung Program MBG

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, pemerintah tetap menerapkan sistem kuota berdasarkan jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.

"Untuk jenjang SD, kuota domisili ditetapkan sebesar 70 persen, afirmasi 25 persen, dan perpindahan orang tua 5 persen. Sedangkan untuk jenjang SMP terdiri dari 50 persen domisili, 25 persen prestasi, 20 persen afirmasi, dan 5 persen perpindahan orang tua," sebut Arief.

Ia menambahkan, untuk jalur prestasi tidak hanya diperuntukkan bagi siswa berprestasi akademik, tetapi juga mencakup bidang non-akademik seperti olahraga, seni, hingga hafalan Al-Qur’an.

Selain itu, Dispendik juga menyesuaikan jumlah penerimaan siswa berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan ketentuan jumlah maksimal siswa di setiap kelas.

Baca Juga: Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Pemerintah membatasi jumlah siswa maksimal 28 anak per kelas untuk SD dan 32 siswa per kelas untuk SMP guna menjaga efektivitas proses pembelajaran.

Dispendik Jember juga mengimbau masyarakat agar tidak terpaku pada stigma sekolah favorit karena kualitas sarana dan proses pembelajaran di sekolah-sekolah kini dinilai semakin merata.

"Dengan pengawasan lintas instansi, kami berharap pelaksanaan SPMB 2026/2027 berjalan lebih tertib, adil, dan minim pelanggaran," pungkas Arief. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kemaki Minta KPK dan Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi Anggaran APBD Jatim

Kemaki meminta Gubernu Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mencopot Kepala Dinas Kelautan Perikanan (KKP) Jatim serta memblacklist kontraktor yang bermasalah.

Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Penguatan ini dinilai menjadi solusi menjawab peningkatan kebutuhan listrik baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

LIRA Minta Anggaran DPRD Probolinggo Rp81,41 Miliar Berdampak Langsung bagi Masyarakat

‎LIRA pun mendesak DPRD untuk meninjau kembali anggaran kegiatan yang dianggap kurang prioritas dalam pembahasan APBD Tahun 2027.

Khitan Massal HUT ke-52 SIER, 100 Anak Ikuti Layanan Khitan Modern Tanpa Jahitan

Metode yang digunakan adalah teknologi khitan modern Bipolar Tech atau Bipolar Sealer.

Dugaan Penyebab Tewasnya Bocah 5 Tahun saat Kebakaran Rumah di Surabaya

Korban saat kejadian berada di dalam rumah bersama kakak kandungnya, Aldery yang berusia 15 tahun yang berhasil selamat meski terluka.

Ketika PLN Seenaknya Sendiri saat Pemadaman Listrik di Surabaya, Dishub Aja Dicuekin

Plt Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo membenarkan bahwa pihaknya tidak memperoleh informasi lebih awal mengenai pemadaman listrik tersebut.