Senin, 05 Okt 2026 15:56 WIB

Dispendik Jember Sosialisasikan SPMB 2026/2027, Tekankan Transparansi dan Keadilan

Sosialisasi SPMB 2026/2027 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Sosialisasi SPMB 2026/2027 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan transparan, objektif, dan akuntabel, serta bebas dari praktik kolusi serta nepotisme.

Baca Juga: APBD 2027 Jember Fokus Tekan Kemiskinan Lewat Kesehatan, Pendidikan dan Pemberdayaan

Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya kepolisian, kejaksaan, inspektorat, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan, serta seluruh kepala sekolah SMP negeri se-Kabupaten Jember.

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahyono mengatakan bahwa pelaksanaan SPMB 2026/2027 mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai asas transparansi, objektivitas, keadilan, akuntabilitas, dan tanpa diskriminasi,” jelasnya.

Arief mengatakan daya tampung sekolah negeri di Kabupaten Jember masih terbatas dibanding jumlah lulusan SD setiap tahunnya.

Saat ini terdapat 94 SMP negeri di Jember yang belum mampu menampung seluruh calon siswa.

Karena itu, pemerintah daerah turut melibatkan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama seperti MI dan MTs, serta sekolah swasta sebagai alternatif pendidikan bagi masyarakat.

Baca Juga: Keakraban HUT ke-81 TNI di Jember, Bupati Gus Fawait Beri Kejutan Tumpeng

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, pemerintah tetap menerapkan sistem kuota berdasarkan jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.

"Untuk jenjang SD, kuota domisili ditetapkan sebesar 70 persen, afirmasi 25 persen, dan perpindahan orang tua 5 persen. Sedangkan untuk jenjang SMP terdiri dari 50 persen domisili, 25 persen prestasi, 20 persen afirmasi, dan 5 persen perpindahan orang tua," sebut Arief.

Ia menambahkan, untuk jalur prestasi tidak hanya diperuntukkan bagi siswa berprestasi akademik, tetapi juga mencakup bidang non-akademik seperti olahraga, seni, hingga hafalan Al-Qur’an.

Selain itu, Dispendik juga menyesuaikan jumlah penerimaan siswa berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan ketentuan jumlah maksimal siswa di setiap kelas.

Baca Juga: Soroti Tambang Ilegal di Jember, Komisi D DPRD Jatim: Penegak Hukum Harus Turun Tangan

Pemerintah membatasi jumlah siswa maksimal 28 anak per kelas untuk SD dan 32 siswa per kelas untuk SMP guna menjaga efektivitas proses pembelajaran.

Dispendik Jember juga mengimbau masyarakat agar tidak terpaku pada stigma sekolah favorit karena kualitas sarana dan proses pembelajaran di sekolah-sekolah kini dinilai semakin merata.

"Dengan pengawasan lintas instansi, kami berharap pelaksanaan SPMB 2026/2027 berjalan lebih tertib, adil, dan minim pelanggaran," pungkas Arief. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Datangi PLN Usai Warga Lapor Kena Denda 1,2 Juta, Yona: Saya Bayar Semua

MCB yang digunakan warga merupakan perangkat lama dan disebut tidak sesuai standar PLN.

DPRD Surabaya Dukung Eri Cahyadi Setop Diskotek Baru, Desak Pengawasan Tempat Hiburan Ketat

Cakupannya mulai dari perizinan, SOP, hingga jaminan keselamatan pengunjung.

PKB Sidoarjo Perkuat Soliditas Kader Lewat Orientasi Politik dan Muskercab 2026

Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Multazamud Dzikri turut memberikan pembekalan.

Deltras FC Tumbangkan Persiba 2-0, Kokoh di Puncak Grup B Liga Pegadaian

Beruang Madu mampu meredam tekanan dan memaksa skor kacamata bertahan hingga jeda 45 menit pertama.

Final FIFA ASEAN Cup: Prediksi Pemain Inti Indonesia vs Thailand, Thom Haye Kembali Jadi Kreator Serangan

Skema tiga bek menjadi satu di antara kekuatan Timnas Indonesia.

Top 5 Berita: Bea Cukai hingga Maling Kotak Amal di Nganjuk

Kelima berita yang banyak di klik oleh pembaca sangat beragam.