Minggu, 28 Jun 2026 00:58 WIB

CERIA, Program Baru Pemkot Surabaya dalam Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 07 Mei 2026 10:00 WIB
Bimbingan Teknis (Bimtek) CERIA digelar dalam dua gelombang pada 6 Mei dan 11 Mei 2026 di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).
Bimbingan Teknis (Bimtek) CERIA digelar dalam dua gelombang pada 6 Mei dan 11 Mei 2026 di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan Program CERIA 2026 sebagai upaya memperkuat literasi keluarga dan membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak sejak usia dini.

Menariknya, nama program tersebut ternyata memiliki arti khusus yang melekat pada pasangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bunda Literasi Kota Surabaya Rini Indriyani.

Baca Juga: Mengintip Odyssey Hall di Legacy Ballroom Surabaya, Venue Pernikahan Tradisional Modern yang Elegan

CERIA merupakan singkatan dari Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini Itu Asyik.

Program yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Surabaya ini difokuskan untuk mengajak para orang tua muda membiasakan budaya mendongeng kepada anak.

Bimbingan Teknis (Bimtek) CERIA digelar dalam dua gelombang pada 6 Mei dan 11 Mei 2026 di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya. Masing-masing gelombang diikuti sekitar 300 peserta.

Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, mengatakan literasi anak perlu dibangun sejak dini melalui cara sederhana, salah satunya mendongeng di rumah.

“Literasi itu sebenarnya bisa dilakukan siapa saja, salah satunya dengan mendongeng,” katanya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, mendongeng tidak hanya memperkaya kosakata anak, tetapi juga membangun bonding atau kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

“Mendongeng itu ada komunikasi, interaksi, dan sentuhan antara orang tua dengan anak. Itu yang membangun bonding,” jelas Rini.

Baca Juga: Kesaksian Tetangga dan Sosok Pria di Balik Tewasnya Janda Jombang di Surabaya

Ia menilai keterlibatan ayah dan ibu secara bersama dalam pengasuhan menjadi fondasi penting membentuk keluarga harmonis. Karena itu, semangat kolaborasi keluarga juga dituangkan dalam nama Program CERIA yang melekat pada sosok Ayah Eri dan Bunda Rini.

Rini juga mengapresiasi tingginya antusiasme para orang tua muda yang mengikuti bimtek tersebut.

Menurutnya, hal itu menunjukkan masih tingginya kepedulian keluarga muda di Surabaya terhadap pola pengasuhan anak.

“Berarti ibu-ibu muda di Surabaya masih punya motivasi untuk membangun bonding dengan anak-anaknya,” katanya.

Baca Juga: Wanita Tewas Telanjang di Putat Jaya Surabaya Itu Korban Pembunuhan, Alami 7 Luka Tusuk

Sementara itu, Kepala Dispursip Surabaya, Yusuf Masruh menyebut program CERIA menjadi bagian dari penguatan literasi berbasis keluarga di Surabaya.

Ia mengatakan, ke depan program tersebut akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar semakin banyak keluarga yang terlibat.

“Harapannya nanti semakin banyak, kita kembangkan bimtek di wilayah kecamatan dan kelurahan,” ungkap Yusuf.

Menurutnya, kebiasaan mendongeng sejak dini akan membantu anak memiliki kosakata lebih banyak sehingga lebih siap saat memasuki dunia pendidikan formal.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Akibat Nunggak Pajak, 230 Aset Senilai Rp646,1 miliar Disita DJP

"Meski demikian, penyitaan bukan akhir dari proses," ujar Kanwil DJP Jawa Timur II, Johny Victor.

Dirjen Pajak Sita 230 Aset Penunggak hingga Rp24,9 Miliar di Jatim

Penyitaan aset ini menjadi langkah lanjutan apabila ruang penyelesaian secara kooperatif tidak dimanfaatkan.

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Babak Penyisihan Grup Minggu Besok

Tim-tim unggulan seperti Argentina, Inggris, dan Portugal dijadwalkan turun bertanding pada laga penentuan fase grup ini.

Kirab Budaya Mojo Bangkit, 1.080 Peserta Bangkitkan Peradaban Majapahit

Kirab menghadirkan kisah perjalanan Majapahit, mulai dari masa Dyah Wijaya, Tribuana Tunggadewi, hingga puncak peradaban di era Prabu Hayam Wuruk.

Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, 287 WNA dan 4 WNI jadi Tersangka

pengungkapan berawal dari informasi mengenai aktivitas mencurigakan di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower.

Jasad Pria Mengapung di Sungai Brantas Mojokerto, Ada Bekas Luka

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.