Kamis, 03 Sep 2026 11:20 WIB

Mengenal Si Paling Transum, Program Baru PDS dalam Penggunaan Transportasi Umum

Penumpang transportasi umum dilingkungan pegawai Pelindo Daya Sejahtera (PDS). (Dok. PDS for selalu.id).
Penumpang transportasi umum dilingkungan pegawai Pelindo Daya Sejahtera (PDS). (Dok. PDS for selalu.id).

selalu.id - Mobilitas harian di Surabaya masih didominasi kendaraan pribadi. Di jam berangkat dan pulang kerja, jalanan penuh, waktu tempuh makin panjang, dan transportasi umum sering kali belum jadi pilihan utama.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum sebagai bagian dari upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi beban energi nasional.

Baca Juga: Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Imbauan ini bukan hanya wacana, melainkan langkah strategis untuk menghadapi tantangan mobilitas perkotaan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya.

Dari titik itulah, PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) melihat ada ruang yang bisa diisi. Bukan lewat kebijakan yang kaku, melainkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian karyawan.

Berangkat dari semangat mendukung kebijakan pemerintah sekaligus membangun budaya kerja yang lebih adaptif, PDS menggagas program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Si Paling Transum”.

Program ini bukan hanya ajakan menggunakan transportasi umum, melainkan sebuah kampanye internal yang mencoba menggeser kebiasaan, pelan-pelan, tapi konsisten.

Di tahap awal, gerakan ini menyasar pegawai manajemen PDS sebagai titik mula, dengan harapan bisa menular ke lingkungan kerja yang lebih luas.

Alih-alih dikemas secara formal, “Si Paling Transum” justru dibangun dengan nuansa kompetitif yang santai.

Karyawan diajak untuk menggunakan transportasi umum dalam aktivitas berangkat dan pulang kerja, lalu mendokumentasikannya melalui tiket atau bukti perjalanan.

Dalam periode satu bulan, karyawan dengan frekuensi penggunaan transportasi umum terbanyak akan mendapatkan apresiasi dari perusahaan.

Baca Juga: Wujudkan Target Zero Fatality, PDS Gembleng 145 Personel Pengamanan Surabaya

Pendekatan ini terbukti cukup efektif. Sejak pertama kali berjalan pada Februari 2026, antusiasme karyawan mulai terlihat.

Persaingan sehat antarpegawai muncul secara organik, bukan hanya soal siapa yang paling sering naik transportasi umum, tapi juga bagaimana mereka saling berbagi pengalaman, rute, hingga tips perjalanan yang lebih efisien.

Memasuki bulan ketiga pelaksanaan, program ini mulai membentuk pola baru di lingkungan kerja.

Transportasi umum yang sebelumnya jarang dilirik, kini mulai menjadi bagian dari pilihan harian.

Beberapa karyawan bahkan menjadikannya sebagai opsi utama, bukan lagi sekadar alternatif.

Sekretaris Perusahaan PDS, Parbianto Wibowo, menyebut bahwa perubahan bisa dimulai dari hal yang paling dekat dengan keseharian.

Baca Juga: Perkuat Minat Baca, PT Pelindo Daya Sejahtera Serahkan Bantuan Perpustakaan ke SD Al Istiqomah Surabaya

“Nggak perlu langsung besar. Dari kebiasaan naik transportasi umum saja, kita sudah ikut ambil bagian, baik untuk mengurangi penggunaan BBM maupun menjaga lingkungan,” kata kepada selalu.id, Rabu (6/5/2026).

Bagi PDS, langkah kecil ini menjadi cara sederhana untuk mengambil bagian dalam upaya yang lebih besar.

Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi bukan hanya berdampak pada efisiensi individu, tetapi juga berkontribusi pada penghematan BBM dan pengurangan emisi di tingkat yang lebih luas.

"Dengan begitu, Si Paling Transum menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan bisa dimulai dari lingkungan terdekat," jelas Wibowo.

"Ketika dorongan kebijakan bertemu dengan inisiatif di tingkat perusahaan, maka upaya menciptakan mobilitas yang lebih hemat energi dan berkelanjutan bukan lagi hanya sebagai imbauan, melainkan praktik yang benar-benar dijalankan," tambahnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.