Selasa, 23 Jun 2026 00:03 WIB

Mengenal Si Paling Transum, Program Baru PDS dalam Penggunaan Transportasi Umum

Penumpang transportasi umum dilingkungan pegawai Pelindo Daya Sejahtera (PDS). (Dok. PDS for selalu.id).
Penumpang transportasi umum dilingkungan pegawai Pelindo Daya Sejahtera (PDS). (Dok. PDS for selalu.id).

selalu.id - Mobilitas harian di Surabaya masih didominasi kendaraan pribadi. Di jam berangkat dan pulang kerja, jalanan penuh, waktu tempuh makin panjang, dan transportasi umum sering kali belum jadi pilihan utama.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum sebagai bagian dari upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi beban energi nasional.

Baca Juga: Idul Adha 2026, PDS Distribusikan Hewan Kurban ke Enam Provinsi

Imbauan ini bukan hanya wacana, melainkan langkah strategis untuk menghadapi tantangan mobilitas perkotaan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya.

Dari titik itulah, PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) melihat ada ruang yang bisa diisi. Bukan lewat kebijakan yang kaku, melainkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian karyawan.

Berangkat dari semangat mendukung kebijakan pemerintah sekaligus membangun budaya kerja yang lebih adaptif, PDS menggagas program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Si Paling Transum”.

Program ini bukan hanya ajakan menggunakan transportasi umum, melainkan sebuah kampanye internal yang mencoba menggeser kebiasaan, pelan-pelan, tapi konsisten.

Di tahap awal, gerakan ini menyasar pegawai manajemen PDS sebagai titik mula, dengan harapan bisa menular ke lingkungan kerja yang lebih luas.

Alih-alih dikemas secara formal, “Si Paling Transum” justru dibangun dengan nuansa kompetitif yang santai.

Karyawan diajak untuk menggunakan transportasi umum dalam aktivitas berangkat dan pulang kerja, lalu mendokumentasikannya melalui tiket atau bukti perjalanan.

Dalam periode satu bulan, karyawan dengan frekuensi penggunaan transportasi umum terbanyak akan mendapatkan apresiasi dari perusahaan.

Baca Juga: Program Kampung Siap Kerja, Cara Pelindo Daya Sejahtera Lebih Dekat dengan Warga

Pendekatan ini terbukti cukup efektif. Sejak pertama kali berjalan pada Februari 2026, antusiasme karyawan mulai terlihat.

Persaingan sehat antarpegawai muncul secara organik, bukan hanya soal siapa yang paling sering naik transportasi umum, tapi juga bagaimana mereka saling berbagi pengalaman, rute, hingga tips perjalanan yang lebih efisien.

Memasuki bulan ketiga pelaksanaan, program ini mulai membentuk pola baru di lingkungan kerja.

Transportasi umum yang sebelumnya jarang dilirik, kini mulai menjadi bagian dari pilihan harian.

Beberapa karyawan bahkan menjadikannya sebagai opsi utama, bukan lagi sekadar alternatif.

Sekretaris Perusahaan PDS, Parbianto Wibowo, menyebut bahwa perubahan bisa dimulai dari hal yang paling dekat dengan keseharian.

Baca Juga: Peringati Kenaikan Yesus Kristus, PDS Bersih-bersih Gereja di Kupang NTT

“Nggak perlu langsung besar. Dari kebiasaan naik transportasi umum saja, kita sudah ikut ambil bagian, baik untuk mengurangi penggunaan BBM maupun menjaga lingkungan,” kata kepada selalu.id, Rabu (6/5/2026).

Bagi PDS, langkah kecil ini menjadi cara sederhana untuk mengambil bagian dalam upaya yang lebih besar.

Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi bukan hanya berdampak pada efisiensi individu, tetapi juga berkontribusi pada penghematan BBM dan pengurangan emisi di tingkat yang lebih luas.

"Dengan begitu, Si Paling Transum menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan bisa dimulai dari lingkungan terdekat," jelas Wibowo.

"Ketika dorongan kebijakan bertemu dengan inisiatif di tingkat perusahaan, maka upaya menciptakan mobilitas yang lebih hemat energi dan berkelanjutan bukan lagi hanya sebagai imbauan, melainkan praktik yang benar-benar dijalankan," tambahnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Arus Logistik Nasional Bergerak Positif, Neraca Dagang Surplus USD5,64 Miliar

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan tetap berjalan stabil di tengah dinamika ekonomi global.

Bikin Ngelus Dada, Ternyata Ini Penyebab Surabaya Banjir Hari Ini

Tanpa normalisasi rutin dan perbaikan konektivitas saluran, persoalan banjir di Surabaya akan terus berulang setiap musim hujan.

Demo Mahasiswa di Mojokerto Memanas, Saling Dorong hingga Blokir Jalan

Hingga kini, massa aksi masih menggelar demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto. Para mahasiswa terus menyampaikan aspirasinya.

Perkuat Jaringan Akar Rumput, Adela Kanasya Adies Konsolidasi dengan Relawan di Surabaya

Adela Kanasya Adies menilai kedekatan dengan para pendukung harus terus dirawat agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara langsung.

DPRD Surabaya Minta PLN Tak Seenaknya Sendiri Padamkan Listrik, Apalagi di Jam Sibuk

DPRD Surabaya menilai waktu pelaksanaan pemadaman listrik menjadi faktor penting yang harus diperhatikan, karena menggangu pelayanan publik dan juga masyarakat.

Bocah 5 Tahun Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Petemon Timur Surabaya

Selain menewaskan bocah 5 tahun, kebakaran ini juga membuat kakak korban terluka usai berhasil menyelamatkan diri dari lantai dua rumah yang terbakar.