Kamis, 24 Sep 2026 12:48 WIB

Ribuan Buruh Pakerin di Mojokerto Kembali Gelar Demo: Tuntut Upah, Blokade Jalan

Buruh PT Pakerin saat menggelar demo. (Foto: Supri/selalu.id).
Buruh PT Pakerin saat menggelar demo. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Ribuan buruh PT Pakerin di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto kembali melakukan demo menuntut upah Januari hingga Maret dibayar, Senin (22/6/2026).

Dalam aksi ini, massa memblokade Jalan Raya Mojosari-Krian Sidoarjo lantaran pihak manajemen pabrik kertas itu menutup gerbang dengan memarkir dump truk dan unit truk damkar.

Baca Juga: Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

Akibat blokade yang dilakukan ribuan buruh tersebut, arus lalu lintas dari Mojosari, Kabupaten Mojokerto menuju Krian, Kabupaten Sidoarjo atau sebaliknya terjadi kemacetan panjang sekitar tiga kilometer.

Ketua PC SPAI FSPMI Mojokerto, Eka Hernawati mengatakan aksi ini dilakukan karena ada kabar jika pihak perusahaan akan menjual aset yang berada di dalam pabrik kertas tersebut.

"Agenda kita hari ini, aksi di depan PT Pakerin ini sebenarnya untuk mengamankan aset karena di dalam sana beberapa hari yang lalu ada informasi bahwa mesin-mesin yang di dalam itu semua ada yang mau dijual, dan sekarang itu lagi proses untuk pemotongan atau mengeluarkan mesin yang akan dijual itu," terang Eka.

Ia menambahkan, para buruh tidak melakukan blokade jalan, tetapi pihak pabrik menaruh dua truk di depan gerbang sehingga massa aksi terpaksa memarkir truk komando di jalan.

"Kawan-kawan ini masih belum mendapatkan upah Januari sampai Maret. Sehingga dalam kesempatan ini kami mengamankan aset itu karena kawan-kawan ini belum mendapatkan upahnya. Sehingga perusahaan tidak boleh mengeluarkan aset ini sebelum kawan-kawan ini mendapatkan upah yang 3 bulan belum diberikan oleh pihak perusahaan itu," jelas Eka.

Baca Juga: Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Sebenarnya, kata Eka, para buruh tidak memblokade jalan karena memang akses di perusahaan sudah ditutup oleh pihak perusahaan PT Pakerin. Sehingga mobil komando sangat mengganggu.

"Bukan keinginan kami sebenarnya untuk membuat macet atau menutup jalan ini. Tetapi ya keterpaksaan inilah yang kami rasakan dan kami lakukan agar perusahaan ini segera membayar upah kami," tegas dia.

Menurut Eka, kedatangan Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal ke PT Pakerin memang sudah ada langkah konkrit untuk pabrik kertas tersebut bisa beroperasional kembali.

Baca Juga: KPK Geledah Kantor BPN Kota Mojokerto Usut Kasus Suap HGB

Tetapi membuka kembali, operasional kembali ini memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Sehingga dalam kesempatan itu, saat konsolidasi disampaikan bahwa langkah yang akan dilakukan adalah bagaimana menyelamatkan Pakerin dengan ribuan karyawan ini harus terselamatkan nasibnya. 

"Tetapi kalau perusahaan PT Pakerin ini tidak bisa diselamatkan, maka hak karyawan baik upah maupun pesangon ini yang harus didahulukan," jelasnya.

"Langkah konkret inilah yang memang kita ambil. Tetapi kita juga masih menunggu hasil pertemuan dari tim, tim kuasa hukum atau tim lobby dari kawan-kawan serikat pekerja dengan Pak Iqbal dengan pemerintahan RI terkait permasalahan PT Pakerin ini yang rencana besok hari selasa," tambah Eka.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Rumah sakit milik Pemkot Surabaya memperkuat koordinasi dengan pihak berwenang sekaligus memastikan kesiapan tenaga medis.

Dukung Deltras Naik Kasta, Subandi Dorong Profesionalisme dan Keterbukaan Manajemen

Posisi manajer dan jajaran pengelola klub harus diisi orang yang memiliki pengalaman serta kemampuan memadai di bidang sepak bola.

Soiree Rooftop Bar Gelar Soiree Gigs Vol 2 Akhir Pekan Ini, Ada Silampukau hingga DJ Gatra

Agenda musik akhir pekan ini bakal berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan aliran uang atau keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat di atasnya, kasus tersebut harus ditelusuri sesuai ketentuan.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat.