Senin, 20 Jul 2026 07:30 WIB

Wabup Mimik Dorong Replikasi Kampung Lali Gadget Seluruh Kecamatan di Sidoarjo

  • Penulis : Ariyanto
  • | Selasa, 05 Mei 2026 12:34 WIB
Wabup Sidoarjo MImik Idayana bersama anak-anak di kampung Lali Gadget Wonoayu Sidoarjo. (Dok. Pemkab Sidoarjo).
Wabup Sidoarjo MImik Idayana bersama anak-anak di kampung Lali Gadget Wonoayu Sidoarjo. (Dok. Pemkab Sidoarjo).

selalu.id - Pendekatan pembelajaran anak di Sidoarjo mulai bergeser ke arah aktivitas luar ruang yang lebih interaktif dan minim penggunaan perangkat digital.

Model ini dinilai mampu menjawab tantangan ketergantungan gadget yang kian meningkat di kalangan anak usia dini.

Baca Juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

Gagasan tersebut menguat saat Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana meninjau langsung Kampung Lali Gadget di Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu.

Di lokasi itu, ia mengamati bagaimana ruang desa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang melibatkan aktivitas fisik, interaksi sosial, sekaligus pengenalan lingkungan alam.

Puluhan anak usia Taman Kanak-kanak (TK) tampak terlibat dalam berbagai permainan tradisional.

Mereka memainkan gobak sodor, terompah berkelompok, patel lele, panahan, hingga kegiatan tangkap ikan yang berlangsung dalam suasana basah-basahan.

Aktivitas tersebut berlangsung di bawah pendampingan guru, menciptakan suasana belajar yang tidak kaku.

Fenomena ini dinilai menjadi jawaban atas keterbatasan ruang bermain anak di wilayah perkotaan.

Di tengah minimnya lahan terbuka, keberadaan wahana seperti Kampung Lali Gadget justru menjadi titik temu antara kebutuhan edukasi dan ruang eksplorasi anak.

“Permainan seperti ini melatih fisik, membangun interaksi sosial, dan mengenalkan anak pada alam. Ini penting agar generasi sekarang tidak sepenuhnya bergantung pada gadget,” jelas Mimik dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga: Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim

Menurutnya, konsep tersebut tidak berhenti sebagai destinasi edukasi semata, tetapi berpotensi direplikasi di wilayah lain. Mimik mendorong agar setiap kecamatan di Sidoarjo dapat mengembangkan model serupa dengan menyesuaikan karakteristik dan potensi lokal masing-masing.

Namun demikian, ia juga menyoroti perlunya peningkatan fasilitas agar daya tampung peserta dapat diperluas dan kualitas pengalaman belajar semakin optimal. Pengembangan sarana menjadi salah satu catatan penting dalam keberlanjutan program ini.

Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netty.

Ia menyebut, Kampung Lali Gadget telah dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan ODL oleh sejumlah sekolah, khususnya jenjang PAUD dan SD.

“Dinas Pendidikan telah mengimbau sekolah untuk memanfaatkan fasilitas edukasi yang ada di Sidoarjo sebagai lokasi pembelajaran luar kelas,” jelas Netty.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan 4 Paket Umrah untuk Warga

Ia menambahkan, keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak seharusnya menjadi penghambat.

Sekolah tetap dapat mengoptimalkan lingkungan sekitar sebagai media belajar kreatif. Meski begitu, keberadaan fasilitas khusus seperti Kampung Lali Gadget tetap diperlukan untuk mengakomodasi kegiatan dalam skala lebih besar.

Dengan meningkatnya jumlah peserta didik di Sidoarjo, kebutuhan akan ruang pembelajaran alternatif semakin mendesak.

Model ODL berbasis permainan tradisional dinilai mampu menjembatani kebutuhan tersebut, sekaligus memperkuat pembentukan karakter, kesehatan fisik, dan kemampuan sosial anak di tengah arus digitalisasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.