Senin, 19 Okt 2026 06:26 WIB

Wabup Mimik Dorong Replikasi Kampung Lali Gadget Seluruh Kecamatan di Sidoarjo

  • Penulis : Ariyanto
  • | Selasa, 05 Mei 2026 12:34 WIB
Wabup Sidoarjo MImik Idayana bersama anak-anak di kampung Lali Gadget Wonoayu Sidoarjo. (Dok. Pemkab Sidoarjo).
Wabup Sidoarjo MImik Idayana bersama anak-anak di kampung Lali Gadget Wonoayu Sidoarjo. (Dok. Pemkab Sidoarjo).

selalu.id - Pendekatan pembelajaran anak di Sidoarjo mulai bergeser ke arah aktivitas luar ruang yang lebih interaktif dan minim penggunaan perangkat digital.

Model ini dinilai mampu menjawab tantangan ketergantungan gadget yang kian meningkat di kalangan anak usia dini.

Baca Juga: Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Gagasan tersebut menguat saat Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana meninjau langsung Kampung Lali Gadget di Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu.

Di lokasi itu, ia mengamati bagaimana ruang desa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang melibatkan aktivitas fisik, interaksi sosial, sekaligus pengenalan lingkungan alam.

Puluhan anak usia Taman Kanak-kanak (TK) tampak terlibat dalam berbagai permainan tradisional.

Mereka memainkan gobak sodor, terompah berkelompok, patel lele, panahan, hingga kegiatan tangkap ikan yang berlangsung dalam suasana basah-basahan.

Aktivitas tersebut berlangsung di bawah pendampingan guru, menciptakan suasana belajar yang tidak kaku.

Fenomena ini dinilai menjadi jawaban atas keterbatasan ruang bermain anak di wilayah perkotaan.

Di tengah minimnya lahan terbuka, keberadaan wahana seperti Kampung Lali Gadget justru menjadi titik temu antara kebutuhan edukasi dan ruang eksplorasi anak.

“Permainan seperti ini melatih fisik, membangun interaksi sosial, dan mengenalkan anak pada alam. Ini penting agar generasi sekarang tidak sepenuhnya bergantung pada gadget,” jelas Mimik dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga: 600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Menurutnya, konsep tersebut tidak berhenti sebagai destinasi edukasi semata, tetapi berpotensi direplikasi di wilayah lain. Mimik mendorong agar setiap kecamatan di Sidoarjo dapat mengembangkan model serupa dengan menyesuaikan karakteristik dan potensi lokal masing-masing.

Namun demikian, ia juga menyoroti perlunya peningkatan fasilitas agar daya tampung peserta dapat diperluas dan kualitas pengalaman belajar semakin optimal. Pengembangan sarana menjadi salah satu catatan penting dalam keberlanjutan program ini.

Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netty.

Ia menyebut, Kampung Lali Gadget telah dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan ODL oleh sejumlah sekolah, khususnya jenjang PAUD dan SD.

“Dinas Pendidikan telah mengimbau sekolah untuk memanfaatkan fasilitas edukasi yang ada di Sidoarjo sebagai lokasi pembelajaran luar kelas,” jelas Netty.

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Polygon di Sidoarjo, Ini Pesannya ke Siswa SMK

Ia menambahkan, keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak seharusnya menjadi penghambat.

Sekolah tetap dapat mengoptimalkan lingkungan sekitar sebagai media belajar kreatif. Meski begitu, keberadaan fasilitas khusus seperti Kampung Lali Gadget tetap diperlukan untuk mengakomodasi kegiatan dalam skala lebih besar.

Dengan meningkatnya jumlah peserta didik di Sidoarjo, kebutuhan akan ruang pembelajaran alternatif semakin mendesak.

Model ODL berbasis permainan tradisional dinilai mampu menjembatani kebutuhan tersebut, sekaligus memperkuat pembentukan karakter, kesehatan fisik, dan kemampuan sosial anak di tengah arus digitalisasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.