Kamis, 03 Sep 2026 11:20 WIB

Wabup Mimik Dorong Replikasi Kampung Lali Gadget Seluruh Kecamatan di Sidoarjo

  • Penulis : Ariyanto
  • | Selasa, 05 Mei 2026 12:34 WIB
Wabup Sidoarjo MImik Idayana bersama anak-anak di kampung Lali Gadget Wonoayu Sidoarjo. (Dok. Pemkab Sidoarjo).
Wabup Sidoarjo MImik Idayana bersama anak-anak di kampung Lali Gadget Wonoayu Sidoarjo. (Dok. Pemkab Sidoarjo).

selalu.id - Pendekatan pembelajaran anak di Sidoarjo mulai bergeser ke arah aktivitas luar ruang yang lebih interaktif dan minim penggunaan perangkat digital.

Model ini dinilai mampu menjawab tantangan ketergantungan gadget yang kian meningkat di kalangan anak usia dini.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Gagasan tersebut menguat saat Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana meninjau langsung Kampung Lali Gadget di Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu.

Di lokasi itu, ia mengamati bagaimana ruang desa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang melibatkan aktivitas fisik, interaksi sosial, sekaligus pengenalan lingkungan alam.

Puluhan anak usia Taman Kanak-kanak (TK) tampak terlibat dalam berbagai permainan tradisional.

Mereka memainkan gobak sodor, terompah berkelompok, patel lele, panahan, hingga kegiatan tangkap ikan yang berlangsung dalam suasana basah-basahan.

Aktivitas tersebut berlangsung di bawah pendampingan guru, menciptakan suasana belajar yang tidak kaku.

Fenomena ini dinilai menjadi jawaban atas keterbatasan ruang bermain anak di wilayah perkotaan.

Di tengah minimnya lahan terbuka, keberadaan wahana seperti Kampung Lali Gadget justru menjadi titik temu antara kebutuhan edukasi dan ruang eksplorasi anak.

“Permainan seperti ini melatih fisik, membangun interaksi sosial, dan mengenalkan anak pada alam. Ini penting agar generasi sekarang tidak sepenuhnya bergantung pada gadget,” jelas Mimik dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

Menurutnya, konsep tersebut tidak berhenti sebagai destinasi edukasi semata, tetapi berpotensi direplikasi di wilayah lain. Mimik mendorong agar setiap kecamatan di Sidoarjo dapat mengembangkan model serupa dengan menyesuaikan karakteristik dan potensi lokal masing-masing.

Namun demikian, ia juga menyoroti perlunya peningkatan fasilitas agar daya tampung peserta dapat diperluas dan kualitas pengalaman belajar semakin optimal. Pengembangan sarana menjadi salah satu catatan penting dalam keberlanjutan program ini.

Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netty.

Ia menyebut, Kampung Lali Gadget telah dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan ODL oleh sejumlah sekolah, khususnya jenjang PAUD dan SD.

“Dinas Pendidikan telah mengimbau sekolah untuk memanfaatkan fasilitas edukasi yang ada di Sidoarjo sebagai lokasi pembelajaran luar kelas,” jelas Netty.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Ia menambahkan, keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak seharusnya menjadi penghambat.

Sekolah tetap dapat mengoptimalkan lingkungan sekitar sebagai media belajar kreatif. Meski begitu, keberadaan fasilitas khusus seperti Kampung Lali Gadget tetap diperlukan untuk mengakomodasi kegiatan dalam skala lebih besar.

Dengan meningkatnya jumlah peserta didik di Sidoarjo, kebutuhan akan ruang pembelajaran alternatif semakin mendesak.

Model ODL berbasis permainan tradisional dinilai mampu menjembatani kebutuhan tersebut, sekaligus memperkuat pembentukan karakter, kesehatan fisik, dan kemampuan sosial anak di tengah arus digitalisasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.