Senin, 20 Jul 2026 11:55 WIB

Polda Jatim Musnahkan 22 Kg Kokain Jaringan Kolombia

Barang bukti narkotika jenis kokain yang dimusnahkan Polda Jatim. (Foto: Dony/selalu.id).
Barang bukti narkotika jenis kokain yang dimusnahkan Polda Jatim. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Polda Jatim memusnahkan narkotika jenis kokain dengan berat total 22,22 kilogram. Pemusnahan dipimpin langsung Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, Senin (4/5/2026).

Pemusnahan barang terlarang ini merupakan langkah tegas Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.

Baca Juga: Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, kokain yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil tangkapan terbesar di kawasan pesisir pantai Sumenep.

Awalnya, barang bukti memiliki berat kotor 27,803 kg, namun setelah dibersihkan dari lapisan pasir laut dan kemasan pelindung, berat bersih kokain murni mencapai lebih dari 22 kg.

"Barang bukti ini harus segera kami musnahkan karena memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi dan berpotensi disalahgunakan. Kami pastikan pengamanan sangat ketat mulai dari penyitaan hingga pemusnahan agar tidak terjadi kebocoran," tegas Nanang.

Dalam ungkap ini, Polda Jatim juga memaparkan capaian kinerja penindakan narkoba sepanjang tahun 2026.

Sejauh ini, Polda Jatim dan jajarannya berhasil mengungkap sebanyak 2.231 kasus dengan mengamankan 2.851 tersangka.

Barang bukti lainnya yang disita antara lain sabu-sabu sekitar 72,77 kg, ganja 37,9 kg beserta 53 batang tanaman, ekstasi 2.737 butir, tembakau gorila, hingga obat keras ratusan ribu butir.

Baca Juga: Mengenal Zangi Messenger, Aplikasi yang Dipakai Kurir Sabu Surabaya untuk Menyamarkan Komunikasi

Dari data tersebut, pihak kepolisian memetakan zona kerawanan. Surabaya menjadi episentrum utama atau zona hitam dengan kontribusi 25,09�ri total kasus, diikuti Malang dan Sidoarjo sebagai zona merah tua.

Namun, penemuan kokain dalam jumlah besar ini memberikan catatan penting. Meskipun secara statistik masuk kategori zona rendah atau zona kuning, wilayah pesisir seperti Sumenep ternyata dimanfaatkan sindikat sebagai jalur transit internasional.

Berdasarkan analisis bersama Mabes Polri, asal usul kokain ini diduga kuat berasal dari Amerika Selatan, khususnya Kolombia.

Hal ini menegaskan bahwa jaringan yang ditangkap bukan hanya lokal, melainkan bagian dari sindikat lintas negara.

"Penemuan di Sumenep ini menjadi indikasi kuat masuknya jalur perdagangan gelap internasional melalui perairan kita. Meskipun wilayahnya terlihat aman, garis pantai yang panjang harus tetap diwaspadai," jelas Nanang.

Baca Juga: Brimob Polda Jatim Siagakan Personel dan Alutsista SAR Hadapi Ancaman Karhutla 2026

Pihaknya pun mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta TNI untuk bersinergi. Masyarakat diharapkan tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.

"Tindak lanjut penyelidikan terus kami lakukan untuk mengungkap seluruh jaringan distribusi. Kami berkomitmen together we stand up against drugs. Bersama kita jaga Jawa Timur agar generasi muda terhindar dari bahaya narkoba," tegas jenderal bintang dua tersebut.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol M Kurniawan menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya agar Jawa Timur terbebas dari ancaman narkotika dalam bentuk apa pun, baik sabu-sabu maupun kokain.

"Mengenai jaringan, memang kasus seperti ini jarang terjadi di Jawa Timur. Namun kami pastikan akan terus mendalami siapa saja yang terlibat, termasuk keterkaitannya dengan jaringan internasional. Komitmen kami sama seperti Pak Kapolda, sangat tegas untuk memberantas narkoba khususnya di Jawa Timur," tegas Kurniawan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.