Kamis, 03 Sep 2026 17:23 WIB

Wali Kota Eri Bagi-bagi Uang Rp5 Juta untuk Pemuda Surabaya, Ini Syaratnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Mei 2026 11:00 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sosialisasi soal program anggaran Gen Z. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sosialisasi soal program anggaran Gen Z. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan dukungan anggaran Rp5 juta per bulan bagi pemuda atau Gen Z di Kota Pahlawan.

Salah satunya ada di RW 7 Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan. Langkah ini yakni untuk menggerakkan ekonomi kampung berbasis warga.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Eri menyebut program ini bisa membuka peluang usaha baru bagi Generasi Z di tingkat kampung.

Dana itu nantinya dapat dimanfaatkan anak muda untuk memulai usaha penyedia kebutuhan pokok bagi toko kelontong di lingkungan setempat.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mendata kebutuhan pokok warga di setiap rumah tangga.

Setelah itu, para pemuda bisa menjadi pemasok barang ke toko kelontong milik warga dengan harga bersaing seperti toko modern.

“Anak-anak muda ini yang kulakan buat toko kelontong, dengan catatan harganya harus sama dengan toko modern,” jelas Eri, Senin (4/4/2026).

Ia menilai pola tersebut mampu memutar ekonomi di lingkungan kampung sekaligus menciptakan lapangan usaha bagi anak muda Surabaya.

“Modal pertama untuk Gen Z bisa menggunakan anggaran Rp5 juta per bulan dari Pemkot Surabaya. Nanti dimanfaatkan, dapat untung, dan perputaran ekonominya besar,” kata Eri.

Selain soal ekonomi, Eri juga merespons usulan warga mengenai perbaikan Taman Jangkar di Karah.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Ia menyatakan setuju taman itu diperbaiki dan nantinya bisa dimanfaatkan sebagai lokasi UMKM warga setempat.

Namun, Eri menegaskan area tersebut diprioritaskan bagi pelaku usaha warga RW 7, bukan pedagang dari luar kawasan.

“Tugas saya memperbaiki Taman Jangkar, tapi tolong dijaga baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Eri juga menyetujui usulan pelatihan multimedia bagi Gen Z.

Menurutnya, peningkatan keterampilan penting agar anak muda memiliki kemampuan yang bisa digunakan dalam berbagai kegiatan di Surabaya.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

Tak hanya itu, Eri turut mendorong pemuda Karah aktif mengedukasi keluarga soal pemilahan sampah rumah tangga.

Sampah plastik dan organik diminta dipisahkan sejak dari rumah karena memiliki nilai ekonomi.

“Kalau buang sampah dipilah, plastik sendiri, organik sendiri, karena plastik ini kalau dijual harganya mahal,” ujarnya.

Eri meminta Camat Jambangan bersama warga segera menuntaskan pendataan program tersebut dalam waktu satu hingga dua pekan. Setelah data selesai, bantuan anggaran disebut bisa segera dicairkan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.