Wali Kota Eri Bagi-bagi Uang Rp5 Juta untuk Pemuda Surabaya, Ini Syaratnya
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 04 Mei 2026 11:00 WIB
selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan dukungan anggaran Rp5 juta per bulan bagi pemuda atau Gen Z di Kota Pahlawan.
Salah satunya ada di RW 7 Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan. Langkah ini yakni untuk menggerakkan ekonomi kampung berbasis warga.
Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa
Eri menyebut program ini bisa membuka peluang usaha baru bagi Generasi Z di tingkat kampung.
Dana itu nantinya dapat dimanfaatkan anak muda untuk memulai usaha penyedia kebutuhan pokok bagi toko kelontong di lingkungan setempat.
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mendata kebutuhan pokok warga di setiap rumah tangga.
Setelah itu, para pemuda bisa menjadi pemasok barang ke toko kelontong milik warga dengan harga bersaing seperti toko modern.
“Anak-anak muda ini yang kulakan buat toko kelontong, dengan catatan harganya harus sama dengan toko modern,” jelas Eri, Senin (4/4/2026).
Ia menilai pola tersebut mampu memutar ekonomi di lingkungan kampung sekaligus menciptakan lapangan usaha bagi anak muda Surabaya.
“Modal pertama untuk Gen Z bisa menggunakan anggaran Rp5 juta per bulan dari Pemkot Surabaya. Nanti dimanfaatkan, dapat untung, dan perputaran ekonominya besar,” kata Eri.
Selain soal ekonomi, Eri juga merespons usulan warga mengenai perbaikan Taman Jangkar di Karah.
Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya
Ia menyatakan setuju taman itu diperbaiki dan nantinya bisa dimanfaatkan sebagai lokasi UMKM warga setempat.
Namun, Eri menegaskan area tersebut diprioritaskan bagi pelaku usaha warga RW 7, bukan pedagang dari luar kawasan.
“Tugas saya memperbaiki Taman Jangkar, tapi tolong dijaga baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Eri juga menyetujui usulan pelatihan multimedia bagi Gen Z.
Menurutnya, peningkatan keterampilan penting agar anak muda memiliki kemampuan yang bisa digunakan dalam berbagai kegiatan di Surabaya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan
Tak hanya itu, Eri turut mendorong pemuda Karah aktif mengedukasi keluarga soal pemilahan sampah rumah tangga.
Sampah plastik dan organik diminta dipisahkan sejak dari rumah karena memiliki nilai ekonomi.
“Kalau buang sampah dipilah, plastik sendiri, organik sendiri, karena plastik ini kalau dijual harganya mahal,” ujarnya.
Eri meminta Camat Jambangan bersama warga segera menuntaskan pendataan program tersebut dalam waktu satu hingga dua pekan. Setelah data selesai, bantuan anggaran disebut bisa segera dicairkan.
Editor : Zein Muhammad