Rabu, 12 Agu 2026 01:09 WIB

Berisik 24 Jam, Warga Minta Apartemen ke Pemilik Proyek Gedung di Jalan Basuki Rahmat Surabaya

Proyek gedung 80 meter di Jalan Basuki Rahmat nomor 165 dan 167, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya
Proyek gedung 80 meter di Jalan Basuki Rahmat nomor 165 dan 167, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya

selalu.id - Pembangunan gedung 80 meter di Jalan Basuki Rahmat nomor 165 dan 167, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, masih menjadi polemik. PT Wulandaya Cahaya Lestari selaku pemrakarsa masih gagal paham dengan keinginan warga. 

Protes warga di dua Kelurahan dan Kecamatan yang berbeda, yakni RT 01 RW 07, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng dan warga RT 01 RW 02, Kel Keputran, Kec Tegalsari, atas kebisingan dan polusi udara akibat proyek bangunan bertingkat itu belum terakomodir. 

Baca Juga: Penanganan Banjir di Surabaya Masih Setengah Hati, DPRD Bongkar Penyebabnya

Pihak pemerintah mulai dari tingkat RT, Kelurahan, Kecamatan, hingga Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), belum mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. 

Alih-alih mendengar keluhan warga yang merasakan langsung dampak proyek yang pengerjaannya 24 jam itu, DPRKPP justru mengeluarkan izin utk tes pile kepada PT Wulandaya Cahaya Lestari. 

“Minggu lalu sudah mengajukan perizinan, dan sudah mendapatkan izin untuk pelaksanaan test pile. Sekaligus kami minta pemrakarsa agar koordinasi terlebih dahulu dengan RT dan RW kembali,” ujar Kadis DPRKPP, Iman Krestian beberapa waktu lalu. 

Sementara Fendi, salah satu warga mengungkapkan bahwa ganti rugi yang mereka minta bukan soal nominal uang. Mereka butuh ketenangan saat istirahat malam. 

“Ini kan suaranya kenceng banget mas. Apalagi kalau pas malam. Getaran alat berat juga kerasa,” katanya kepada selalu.id, Minggu (3/5/2026). 

Ia membandingkan dengan proyek pembangunan dari gedung yang saat ini berdiri tepat di samping proyek PT Wulandaya Cahaya Lestari. 

Baca Juga: Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Suramadu

“Waktu itu mereka pendekatannya baik dengan warga. Jelas siapa PIC setiap bagiannya. Nggak kayak yang sekarang, orang yang diutus tidak berkompeten dan bisa mengambil keputusan,” tuturnya. 

Fendi menambahkan, saat itu ia ditawari uang kompensasi sebesar Rp30 juta tapi ditolaknya. 

“Mereka nawarin uang Rp30 juta aja saya tolak apalagi ini cuma Rp5 juta. Saya bukan butuh uangnya. Saya butuh tidur, butuh ketenangan,” tegasnya. 

Sama dengan proyek sebelumnya, Fendi meminta untuk direlokasi selama proses pembangunan. Ketika itu ia dan beberapa warga difasilitasi apartemen sebagai tempat tinggal sementara. 

Baca Juga: Bukan Sekedar Kompetisi, Midtown Indonesia Satukan Perhotelan Surabaya Lewat Bulu Tangkis

“Waktu itu kita disewakan apartemen setahun di Praxis. Aku ya minta di lantai atas, kalau di bawah ya sama aja nggak bisa istirahat. Untuk proyek PT Wulandaya Cahaya Lestari yang sekarang juga sebenarnya saya minta begitu,” ungkapnya. 

Meskipun ketika itu proyek tersebut selesai lebih dari setahun, namun mereka tidak mempermasalahkannya. Karena, lanjut Fendi, proses pembangunan yang mengganggu aktifitas sudah selesai. 

“Kan sekarang tinggal finishingnya, jadi ya nggak apa-apalah,” ujar pemilik usaha kuliner yang berada di depan proyek PT Wulandaya Cahaya Lestari itu. 

Perlu diketahui, warga juga telah mengadu ke DPRD Surabaya sejak 13 April lalu tapi hingga kini belum ada tanggapan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polisi Buru Pelaku Pembakar dan Perusak Mobil Patroli dalam Bentrokan di Pasuruan

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan terus bergerak mengumpulkan alat bukti guna mengidentifikasi seluruh oknum yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Bentrok Oknum Suporter dengan Warga di Pasuruan, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Dibakar

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan secara intensif dengan mengumpulkan alat bukti dan mengidentifikasi pihak yang terlibat.

Konsisten Bangun Citra Positif, SIER Raih Penghargaan Indonesia PR Award 2026

Ahmad Fahrudin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya SIER dalam membangun komunikasi dan reputasi perusahaan secara konsisten.

Jember Pecahkan Dua Rekor MURI dalam Peringatan HAN 2026

Capaian tersebut sekaligus mempertegas komitmen Jember dalam membangun ruang kegiatan yang inklusif, dengan memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak.

Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Data Kementerian Pertanian mencatat, 229,9 hektar lahan pertanian di Jawa Timur terdampak kekeringan. Dari angka itu, ada 19,2 hektar yang berada di Gresik.

Mayat Pria Misterius Ditemukan Mengapung di Bawah Jembatan Suramadu

Saat ini,jenazah pria misterius itu tengah dilakukan visum maupun otopsi di RSUD dr Soetomo Surabaya, untuk mengungkap identitasnya maupun penyebab kematiannya.