Minggu, 06 Sep 2026 06:53 WIB

PGN Pastikan Keamanan Jaringan Gas Bumi dengan Layanan Tanggap Darurat 24 Jam

PGN saat menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan penggunaan gas bumi yang bertempat di Balai Kelurahan Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. (Dok. PGN for selalu.id).
PGN saat menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan penggunaan gas bumi yang bertempat di Balai Kelurahan Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. (Dok. PGN for selalu.id).

selalu.id - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan penggunaan gas bumi yang bertempat di Balai Kelurahan Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jumat (1/4/2026).

Kegiatan rutin ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai mitigasi risiko serta mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas rumah tangga yang menjadi program strategis pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada impor LPG.

Baca Juga: Energi Bersih di Hari Kemerdekaan: Warga Semarang Nikmati Kepraktisan dan Hematnya Jargas PGN

Area Head PGN Area Sidoarjo Heri Frastiono, menjelaskan bahwa agenda ini sangat krusial mengingat jumlah pelanggan di wilayah Jombang telah mencapai angka yang signifikan dengan layanan aliran gas non-stop.

"Hari ini di Jombang, tepatnya di Balai Kelurahan Pesantren, kami mengadakan sosialisasi keselamatan penggunaan gas bumi. Selama ini sudah terlayani 24 jam gas mengalir, sehingga gas bumi yang praktis, murah, efisien, serta ramah lingkungan ini harus termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," kata Heri.

Ia menekankan bahwa aspek keamanan menjadi fondasi utama dalam layanan PGN, di mana pelanggan diedukasi untuk melakukan penanganan mandiri jika terjadi indikasi kebocoran, seperti menutup kran utama dan memastikan ventilasi udara terbuka lebar.

PGN juga menyiagakan tim teknis yang dilengkapi teknologi canggih untuk merespons laporan warga.

"Masyarakat kalau terjadi sesuatu tidak usah panik, tinggal hubungi kami melalui Pertamina Contact Center 135. Petugas lapangan kami sangat sigap dan dilengkapi alat Laser Mini Methane (LMM) untuk mendeteksi kandungan gas secara akurat dan cepat," tegas Heri.

Heri merinci bahwa profil pelanggan di Jombang saat ini didominasi oleh sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil dengan total mencapai sekitar 4.859 pelanggan.

Menurutnya, penggunaan gas bumi jauh lebih menguntungkan bagi pelaku usaha seperti resto dan kafe karena sistem pembayaran yang transparan berbasis volume meteran.

"Pelanggan rumah tangga memang banyak tapi volumenya kecil, sementara industri jumlahnya sedikit namun volumenya besar. Keunggulannya adalah efisiensi, karena gas bumi ini terukur, apa yang digunakan itulah yang dibayar," jelas Heri.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah desa setempat yang menilai edukasi langsung sangat efektif untuk menghilangkan kekhawatiran warga terkait keamanan jargas.

Sementara Kepala Desa Pesantren, Achmad Wahyudi, yang hadir mendampingi warganya menyambut baik acara tersebut.

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Bersih dan Transparan di Sektor Energi, PGN Gandeng Kejati Jatim

"Kami menyambut baik sosialisasi ini agar warga merasa aman dan paham betul bahwa gas bumi ini solusi terbaik yang lebih aman, dan nyaman bagi kebutuhan dapur maupun usaha mereka," ungkapnya.

Manfaat dari kegiatan ini turut dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, salah satunya Nunuk Ainur Rohmah, warga Kelurahan Pesantren yang menjadi peserta sosialisasi.

Ia mengaku acara ini sangat membantunya dalam memahami teknis penggunaan gas bumi yang selama ini ia gunakan setiap hari namun masih menyisakan sedikit rasa khawatir.

"Mengikuti acara ini sangat bermanfaat bagi saya, terutama jadi tahu cara menangani kalau ada bau gas atau kebocoran di dapur. Sekarang saya jadi lebih tenang dan paham langkah-langkahnya, ternyata cukup buka jendela dan lapor ke petugas kalau ada kendala," tutur Nunuk.

Selain edukasi keselamatan, PGN turut memperkenalkan aplikasi PGN Mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan meter mandiri secara digital. Transformasi ini diharapkan dapat memberikan kontrol penuh kepada masyarakat atas pemakaian energi harian mereka secara praktis dan modern di tengah dinamika ketersediaan energi nasional.

Heri Frastiono menambahkan bahwa keunggulan gas bumi kini tidak hanya terbatas pada kebutuhan memasak di dapur saja.

Baca Juga: PGN Area Bojonegoro Dorong UMKM Berdaya Saing Lewat Pemanfaatan Gas Bumi

PGN mulai mendorong masyarakat untuk mengeksplorasi penggunaan gas bumi untuk perangkat lain seperti pemanas air (water heater) hingga kebutuhan pendingin (refrigerant).

Fleksibilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup pelanggan rumah tangga, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pelaku UMKM di Jombang yang membutuhkan energi panas stabil dan berkelanjutan.

Heri berharap bahwa sosialisasi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap ke berbagai daerah lainnya.

Strategi "getok tular" atau penyampaian informasi dari mulut ke mulut antarwarga terbukti efektif dalam memperluas cakupan pelanggan baru yang tertarik beralih dari LPG ke gas bumi.

"Dengan sinergi antara edukasi lapangan dan pemanfaatan media sosial, PGN optimistis kemandirian energi di tingkat lokal dapat segera terwujud melalui pemanfaatan energi domestik yang jauh lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.