Senin, 19 Okt 2026 04:17 WIB

Pelatihan Eco Enzim, Cara Pemkot Mojokerto ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah. (Dok. Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah. (Dok. Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memberikan pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini sebagai upaya pengurangan sampah dari sumbernya terus digencarkan, serta sebagai langkah konkret pengelolaan sampah rumah tangga.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga.

Hal ini sejalan dengan amanah berbagai regulasi, mulai dari undang-undang, peraturan presiden, hingga peraturan menteri.

“Pengurangan sampah minimal 30 persen harus dilakukan dari sumbernya, sedangkan 70 persen sisanya ditangani. Ini amanah peraturan presiden yang harus kita laksanakan bersama,” jelasnya.

Wali Kota Mojokerto perempuan pertama yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan, potensi sampah organik yang bisa dikelola untuk menjadi eco enzim.

“Setiap hari Kota Mojokerto itu menghasilkan 36 ton sampah organik. Inilah yang menjadi potensi untuk bisa dikelola menjadi eco enzim,” katanya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Pada kesempatan ini, Ning Ita kembali menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

Menurutnya, kewajiban memilah sampah telah diatur dalam undang-undang sejak 2008, namun implementasinya masih perlu diperkuat melalui kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Ning Ita berharap anggota TP PKK tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pembuatan eco enzim secara berkelanjutan.

Baca Juga: Kisah Tragis Pasangan Muda di Mojokerto jadi Spesialis Maling Motor

Sehingga, dapat menjadi contoh (uswah hasanah) bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Karena PKK ini adalah sebuah organisasi yang tugasnya adalah mendukung menyukseskan program pemerintah, maka di sini panjenengan saya minta kesadarannya untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lainnya," ujarnya.

"Terkait dengan gerakan untuk mau mengelola sampah organik menjadi menjadi eco enzim. Jadi biar pelatihannya tidak sia-sia, dan PKK ini bisa jadi uswah hasanah, contoh kepada Masyarakat,” tambah Ning Ita.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.