Kamis, 03 Sep 2026 13:51 WIB

Pelatihan Eco Enzim, Cara Pemkot Mojokerto ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah. (Dok. Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah. (Dok. Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memberikan pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini sebagai upaya pengurangan sampah dari sumbernya terus digencarkan, serta sebagai langkah konkret pengelolaan sampah rumah tangga.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga.

Hal ini sejalan dengan amanah berbagai regulasi, mulai dari undang-undang, peraturan presiden, hingga peraturan menteri.

“Pengurangan sampah minimal 30 persen harus dilakukan dari sumbernya, sedangkan 70 persen sisanya ditangani. Ini amanah peraturan presiden yang harus kita laksanakan bersama,” jelasnya.

Wali Kota Mojokerto perempuan pertama yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan, potensi sampah organik yang bisa dikelola untuk menjadi eco enzim.

“Setiap hari Kota Mojokerto itu menghasilkan 36 ton sampah organik. Inilah yang menjadi potensi untuk bisa dikelola menjadi eco enzim,” katanya.

Baca Juga: Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

Pada kesempatan ini, Ning Ita kembali menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

Menurutnya, kewajiban memilah sampah telah diatur dalam undang-undang sejak 2008, namun implementasinya masih perlu diperkuat melalui kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Ning Ita berharap anggota TP PKK tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pembuatan eco enzim secara berkelanjutan.

Baca Juga: Melihat Keseruan Tradisi Rombekan Tabur Uang Peringati Maulid Nabi Muhammad di Mojokerto

Sehingga, dapat menjadi contoh (uswah hasanah) bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Karena PKK ini adalah sebuah organisasi yang tugasnya adalah mendukung menyukseskan program pemerintah, maka di sini panjenengan saya minta kesadarannya untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lainnya," ujarnya.

"Terkait dengan gerakan untuk mau mengelola sampah organik menjadi menjadi eco enzim. Jadi biar pelatihannya tidak sia-sia, dan PKK ini bisa jadi uswah hasanah, contoh kepada Masyarakat,” tambah Ning Ita.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.