Minggu, 19 Jul 2026 22:17 WIB

Pelatihan Eco Enzim, Cara Pemkot Mojokerto ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah. (Dok. Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah. (Dok. Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memberikan pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini sebagai upaya pengurangan sampah dari sumbernya terus digencarkan, serta sebagai langkah konkret pengelolaan sampah rumah tangga.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga.

Hal ini sejalan dengan amanah berbagai regulasi, mulai dari undang-undang, peraturan presiden, hingga peraturan menteri.

“Pengurangan sampah minimal 30 persen harus dilakukan dari sumbernya, sedangkan 70 persen sisanya ditangani. Ini amanah peraturan presiden yang harus kita laksanakan bersama,” jelasnya.

Wali Kota Mojokerto perempuan pertama yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan, potensi sampah organik yang bisa dikelola untuk menjadi eco enzim.

“Setiap hari Kota Mojokerto itu menghasilkan 36 ton sampah organik. Inilah yang menjadi potensi untuk bisa dikelola menjadi eco enzim,” katanya.

Baca Juga: Pria yang Sering Curi Motor di Mojokerto Ditangkap, Ini Tampangnya

Pada kesempatan ini, Ning Ita kembali menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

Menurutnya, kewajiban memilah sampah telah diatur dalam undang-undang sejak 2008, namun implementasinya masih perlu diperkuat melalui kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Ning Ita berharap anggota TP PKK tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pembuatan eco enzim secara berkelanjutan.

Baca Juga: Gara-gara Bambang, Ribuan Siswa di Mojokerto Kini Tak Dapat MBG

Sehingga, dapat menjadi contoh (uswah hasanah) bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Karena PKK ini adalah sebuah organisasi yang tugasnya adalah mendukung menyukseskan program pemerintah, maka di sini panjenengan saya minta kesadarannya untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lainnya," ujarnya.

"Terkait dengan gerakan untuk mau mengelola sampah organik menjadi menjadi eco enzim. Jadi biar pelatihannya tidak sia-sia, dan PKK ini bisa jadi uswah hasanah, contoh kepada Masyarakat,” tambah Ning Ita.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.