Kamis, 03 Sep 2026 11:17 WIB

Sederet Komitmen TPS dalam Tingkatkan Literasi Pengelolaan Sampah di Surabaya

Terminal Petikemas Surabaya saat kegiatan edukasi pengelolaan bank sampah kepada warga RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan. (Dok. Terminal Petikemas Surabaya).
Terminal Petikemas Surabaya saat kegiatan edukasi pengelolaan bank sampah kepada warga RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan. (Dok. Terminal Petikemas Surabaya).

selalu.id - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), terus menguatkan perannya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui kegiatan edukasi pengelolaan bank sampah kepada warga RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan, Surabaya, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Colombo, Surabaya ini menjadi bagian dari upaya berbagi praktik baik (best practice) pengelolaan Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat yang telah berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Tingkatkan Kelancaran Arus Logistik, Pelindo TPK Ternate Perkuat Sistem Planning and Control

Edukasi pengelolaan bank sampah ini diselenggarakan di Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat, Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan warga RW 10 Kelurahan Sidotopo melakukan kunjungan belajar untuk melihat secara langsung pengelolaan bank sampah berbasis komunitas yang telah tertata dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat merupakan hasil kolaborasi PT Terminal Petikemas Surabaya dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang diinisiasi sejak 2024.

Seiring perjalanan waktu, bank sampah ini berkembang menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang produktif, partisipatif, serta berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi warga.

Melalui sesi edukasi dan diskusi interaktif, pengelola Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Perak Barat berbagi pengalaman terkait proses pembentukan bank sampah, tata kelola organisasi, mekanisme pemilahan dan pengumpulan sampah, hingga strategi pengembangan hasil daur ulang.

Para peserta juga mendapatkan gambaran mengenai pentingnya keterlibatan warga, kedisiplinan dalam pemilahan sampah, serta pengelolaan administrasi yang rapi dan transparan.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TPS dalam menjalankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), khususnya pada pilar lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional Pengelolaan Sampah dan Kabupaten Asri

“Kami mendorong terjadinya proses saling belajar antarwarga. Keberhasilan Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain, termasuk RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan, dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri, terstruktur dan berdampak ekonomi,” jelas Erika dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan bahwa TPS tidak hanya berperan dalam penyediaan fasilitas dan pendampingan, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem kolaboratif yang memungkinkan praktik pengelolaan bank sampah direplikasi di berbagai wilayah sekitar pelabuhan.

Melalui kegiatan edukasi ini, warga RW 10 Kelurahan Sidotopo diharapkan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai langkah-langkah pendirian dan pengelolaan bank sampah, mulai dari aspek kelembagaan, operasional, hingga pengembangan nilai tambah dari sampah terpilah.

Dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya serta memperkuat ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

Baca Juga: Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Langkah Pelindo dan BNNP Jatim Mewujudkan Generasi Muda Bersinar

TPS terus berupaya mendukung berbagai inisiatif lingkungan berbasis masyarakat sebagai bagian dari perjalanan keberlanjutan perusahaan, sekaligus berkontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi warga sekitar.

Lurah Perak Barat, Saefudin Zuhri mengapresiasi kegiatan edukasi tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong kolaborasi antarwilayah di Kota Surabaya.

“Kami menyambut baik kehadiran warga RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan yang ingin belajar langsung. Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat berkembang karena keterlibatan aktif warga dan dukungan berbagai pihak," katanya.

"Kami juga berharap praktik baik ini dapat direplikasi sehingga semakin banyak wilayah yang mampu mengelola sampah secara mandiri, tertib, dan bernilai ekonomi,” tambah Zuhri.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.