Rabu, 26 Agu 2026 01:42 WIB

Wisuda di Tengah Jabatan: Keseriusan Mimik Idayana dalam Benahi Pelayanan Publik Sidoarjo

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 27 Apr 2026 13:50 WIB
Prosesi wisuda Mimik Idayana di Dyandra Convension Center Surabaya. (Dok. Pemkab Sidoarjo).
Prosesi wisuda Mimik Idayana di Dyandra Convension Center Surabaya. (Dok. Pemkab Sidoarjo).

selalu.id - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana menuntaskan studi sarjana di tengah kesibukan memimpin daerah.

Ia resmi diwisuda sebagai lulusan Administrasi Negara dari Universitas Dr. Soetomo dalam prosesi yang berlangsung di Dyandra Convention Center, Surabaya, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Limbah Medis Berserakan di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo, Disebut dari RSUD Eka Candrarini

Langkah itu bukan sekadar capaian personal. Di mata publik, keputusan kuliah saat masih menjabat justru memperbesar ekspektasi.

Warga menanti perubahan konkret: pelayanan yang lebih cepat, kebijakan yang terukur, serta birokrasi yang tidak berbelit.

Gelar akademik yang kini disandang Mimik tidak berhenti di seremoni wisuda. Ujian sesungguhnya justru dimulai dari ruang kerja hingga lapangan, tempat kebijakan diuji langsung oleh kebutuhan masyarakat.

Mimik memilih kembali ke bangku kuliah dengan kesadaran bahwa pengalaman lapangan saja belum cukup.

Ia melihat ada jarak antara empati sosial dan kompleksitas tata kelola pemerintahan yang kerap menjadi keluhan warga.

“Ilmu administrasi negara adalah napas pekerjaan saya sehari-hari. Saya ingin melayani masyarakat dengan dasar literasi yang kuat, tidak hanya mengandalkan intuisi,” tegas Mimik.

Selama masa studi, ritme kerjanya nyaris tak berubah. Agenda pemerintahan tetap padat mulai dari rapat koordinasi, kunjungan proyek, hingga kegiatan protokoler.

Di sela itu, ia menyelipkan waktu untuk membaca literatur, menyusun tugas, hingga mengikuti perkuliahan.

Malam hari menjadi ruang belajarnya. Di saat sebagian aktivitas pemerintahan mereda, ia berganti peran menjadi mahasiswa yang bergelut dengan teori kebijakan publik dan manajemen organisasi.

Baca Juga: Jalan Krian-Kemangsen Sidoarjo Bakal Ditutup Total, Pengendara Diimbau Lewat Jalur Ini

Pola ini berlangsung berulang, mempertemukan praktik lapangan dengan kerangka akademik.

Pilihan jurusan Administrasi Negara dinilai relevan dengan kebutuhan Sidoarjo saat ini.

Berbagai persoalan pelayanan publik, dari administrasi desa hingga efektivitas program, menuntut pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis analisis.

Bagi Mimik, pendidikan bukan sekadar pelengkap jabatan, melainkan alat kerja. Teori yang dipelajari ia tempatkan sebagai instrumen untuk membaca, merumuskan, sekaligus mengevaluasi kebijakan publik.

Jejak pengabdiannya sendiri berangkat dari akar persoalan masyarakat.

Sebelum masuk ke lingkar pemerintahan, ia dikenal aktif mendampingi warga di tingkat bawah.

Baca Juga: Betonisasi Jalan Tambakcemandi Sidoarjo Tertinggal 4 Persen, Pengerjaan Dipercepat

Pengalaman itu membentuk kepekaan, namun ia menyadari empati saja tidak cukup untuk membongkar kerumitan birokrasi.

“Jangan pernah berhenti belajar karena mencari ilmu itu tidak ada garis akhirnya,” ungkapnya, memberi pesan bagi generasi muda.

Kini, sorotan publik beralih pada implementasi. Gelar sarjana yang diraih diharapkan tidak berhenti sebagai simbol, melainkan menjadi fondasi untuk mempercepat pembenahan pelayanan publik di Sidoarjo.

Di titik ini, capaian akademik bukanlah garis akhir. Justru menjadi awal dari tuntutan baru: apakah ilmu yang diperoleh mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih efektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Reporter: Ariyanto 

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ketagihan Judi Online, Pria di Pacitan Nekat Curi Uang dan Emas Rp350 Juta

Dari tangan tersangka polisi menyita tiga motor yang dibeli dari hasil penjualan emas curian dan uang tunai Rp2,5 juta. Juga sejumlah alat yang dipakai beraksi.

Bobroknya Penanganan Judi Online di Indonesia

Taufik pun mendesak Bareskrim Polri dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penanganan judi online (judol) dari hulu ke hilir.

Dari Jember untuk Indonesia: Komitmen Masyarakat Pandalungan Kawal Persatuan dan Stabilitas Nasional

FMJM menolak segala bentuk provokasi, kekerasan, ujaran kebencian, serta tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Momen Para Remaja Disabilitas Jember Dibekali Kemandirian Sebelum Masuk Dunia Usaha

Sutopo berharap setelah mengikuti pelatihan, para peserta tidak lagi merasa takut atau canggung ketika berinteraksi dengan masyarakat maupun calon mitra usaha.

Wujudkan Target Zero Fatality, PDS Gembleng 145 Personel Pengamanan Surabaya

Penyegaran kompetensi ini sekaligus penguatan budaya keamanan, keselamatan, serta pelayanan di area operasional pelabuhan.

Libur Maulid Nabi, 196 Ribu Pelanggan Padati Stasiun KAI Daop 8 Surabaya

Mahendro menambahkan, angka volume penumpang ini masih terus bergerak dinamis karena penjualan tiket kereta api jarak jauh masih terus berlangsung.