Jumat, 09 Okt 2026 21:33 WIB

Kontraktor Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan di Jalan Moestopo Surabaya Imbas Lumpur Proyek

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Agu 2026 15:00 WIB
Lokasi ceceran lumpur dari truk yang akibatkan pengendara kecelakaan. (Dok. Pemkot Surabaya).
Lokasi ceceran lumpur dari truk yang akibatkan pengendara kecelakaan. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Kecelakaan akibat ceceran lumpur di Jalan Dr Moestopo, Surabaya, pada 19 Agustus 2026 malam, akhirnya menemukan titik terang.

Kontraktor proyek yang berkaitan dengan RSUD Dr Soetomo telah ditemukan. Pihak kontraktor juga menyatakan kesediaannya menanggung biaya pengobatan korban hingga sembuh.

Baca Juga: Investasi Surabaya jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja, Tembus Rp23,6 T

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, pihak korban dan kontraktor sudah dipertemukan.

“Alhamdulillah sudah ditemukan dan mereka (kontraktor) sudah berjanji, sudah ada niatan akan bertanggung jawab untuk masalah pembayaran rumah sakit sampai sembuh,” katanya, Selasa (25/8/2026).

Hidayat menambahkan, korban menyambut baik itikad kontraktor. Persoalan tersebut kemudian diupayakan selesai secara kekeluargaan.

“Alhamdulillah pihak korban juga menyambut baik dan bisa menyelesaikan dengan kekeluargaan,” ujarnya.

Di balik kecelakaan tersebut, ada persoalan lain yang membuat Pemkot Surabaya ikut terseret. Truk yang digunakan dalam proyek tersebut ternyata menggunakan pelat nomor W berwarna kuning dan ditempeli banner bertuliskan kendaraan proyek Pemkot Surabaya DSDABM.

Padahal, setelah ditelusuri, proyek tersebut bukan pekerjaan Pemkot Surabaya maupun DSDABM.

Hidayat mengatakan, persoalan itu diketahui setelah laporan kecelakaan masuk melalui hotline Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

“Kronologisnya itu tanggal 19 Agustus ada info melalui hotline-nya Pak Wali Kota menyampaikan bahwa ada kecelakaan di proyek yang berlokasi di Jalan Moestopo,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Drainase Tunjungan Tersumbat Lemak dan Minta Pembuang Ditindak Tegas

Eri kemudian meminta DSDABM mengecek proyek tersebut.

“Kami ditugaskan wali kota untuk menelusuri apakah itu proyeknya kami DSDABM atau proyek dari tempat lain. Setelah kami telusuri, rupanya ini proyek dari tempat lain,” papar Hidayat.

Ia menyebut proyek tersebut berkaitan dengan RSUD Dr Soetomo. Karena itu, menurutnya, identitas yang dicantumkan pada kendaraan proyek seharusnya sesuai dengan pihak yang mengerjakan atau memiliki proyek.

“Kalau proyeknya memang Dr Soetomo, seharusnya ya ditulis Dr Soetomo. Jangan menumpang nama kita (Pemkot Surabaya),” tegasnya. 

Meski bukan proyek Pemkot Surabaya, DSDABM tetap turun tangan setelah mendapat laporan adanya ceceran lumpur di jalan.

Baca Juga: Limbah Lemak di Tunjungan Surabaya Itu dari Cafe Fork, Ini Penjelasan Manajemen

Tim Satgas DSDABM langsung membersihkan material yang tercecer untuk mencegah pengguna jalan kembali menjadi korban.

“Walaupun bukan proyek dari DSDABM Surabaya, tim satgas bergerak cepat membersihkan lumpur yang jatuh dari truk proyek milik Dr Soetomo,” kata Hidayat.

Pemkot Surabaya juga telah menegur pihak kontraktor terkait penggunaan identitas DSDABM pada kendaraan proyek tersebut.

Bagi Pemkot, pencantuman nama instansi yang tidak sesuai bisa membuat masyarakat salah memahami pihak yang bertanggung jawab atas sebuah pekerjaan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ingin Nikmati Sunset Sambil BBQ-an, Vasa Hotel Surabaya Bisa jadi Pilihan

Para tamu diajak menikmati suasana malam Surabaya sembari menyantap aneka hidangan panggang yang disajikan secara segar dengan aroma smoky yang khas.

Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

Donny Manuarva mengatakan bahwa pelatihan racik kopi ini diproyeksikan menjadi batu loncatan awal menuju kemandirian finansial peserta.

Dishub Kota Mojokerto Sabet 2 Penghargaan dalam Pelayanan Publik

Dishub Mojokerto sebagai Kolaborator Terbaik Kegiatan Normalisasi Kendaraan Bermotor serta untuk kategori Angkutan Pelajar Gratis yang Inovatif dan Inklusif.

Kapolda Jatim Irjen Dekananto: Polri Harus Dekat dengan Masyarakat!

Ke depannya, Deka menegaskan seluruh jajaran Polda Jatim harus lebih dekat dan bergandengan tangan dengan masyarakat. 

Kabar Gembira, Frontage Road Buduran Sidoarjo Ditargetkan Rampung Desember 2026

Penyelesaian akses jalan sepanjang sekitar 350 meter itu dikejar agar bisa digunakan masyarakat sebelum libur Tahun Baru 2027.

DPRD Jatim Sentil Pemprov, PPPK Paruh Waktu jangan Terus Digantung Nasibnya!

DPRD Jatim juga menuntut adanya mekanisme keberatan yang jelas bagi pegawai yang merasa hasil evaluasinya tidak akurat.