Sabtu, 10 Okt 2026 05:50 WIB

Momen Para Remaja Disabilitas Jember Dibekali Kemandirian Sebelum Masuk Dunia Usaha

Koordinator KUBIK, Sutopo saat memberikan paparan kepada peserta di Pendopo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Koordinator KUBIK, Sutopo saat memberikan paparan kepada peserta di Pendopo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Sebanyak 29 remaja disabilitas berusia 18 hingga 35 tahun dari Kecamatan Arjasa, Silo, dan Ledokombo mengikuti sekaligus menuntaskan pelatihan Social-Emotional Learning (SEL) dalam program Kelompok Usaha Bisnis Inklusif (KUBIK) 2.0.

Pelatihan yang digelar di Pendopo Kecamatan Arjasa, Senin (24/8/2026), itu tidak sekadar memberikan pembekalan keterampilan. Peserta terlebih dahulu diperkuat dari sisi mental, emosional, dan sosial sebagai modal untuk memasuki tahapan pelatihan kewirausahaan.

Baca Juga: Polres Jember Tebar Wujud Kepedulian Berbagi Sembako dan Nasbung ke Masyarakat

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Arjasa Andri dan dihadiri Pembina Tanoker Suporahardjo. Program KUBIK merupakan kolaborasi Tanoker dan Perpencha bersama Liliane Fonds serta NLR Indonesia.

Koordinator Program KUBIK, Sutopo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pertemuan ketiga sekaligus sesi terakhir materi SEL tahun ini. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum peserta mendapatkan materi bisnis secara lebih mendalam.

Menurut dia, peserta perlu memiliki kesiapan emosional dan sosial agar tidak hanya mampu menjalankan usaha, tetapi juga berani mengambil keputusan serta bertanggung jawab terhadap pilihan hidupnya.

“Tujuannya agar teman-teman disabilitas ini bisa berdaya, mampu mengambil keputusan sendiri, mandiri, dan bertanggung jawab atas pilihan hidupnya,” kata Sutopo.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak memahami konsep “Akarku” sebagai bagian dari analogi pohon dalam pembelajaran SEL. Akar dimaknai sebagai fondasi yang harus kuat sebelum seseorang berkembang dan menghasilkan sesuatu.

Karena itu, materi diarahkan pada penguatan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, keberanian bersosialisasi, membangun kerja sama, hingga kesiapan menghadapi lingkungan usaha.

Sutopo berharap setelah mengikuti pelatihan, para peserta tidak lagi merasa takut atau canggung ketika berinteraksi dengan masyarakat maupun calon mitra usaha.

Baca Juga: Bantu Pasien Kurang Mampu, Pemkab Jember Hadirkan Mobil Cinta

“Harapannya teman-teman siap secara emosional dan sosial. Tidak takut lagi bergaul, mampu bekerja sama dengan pihak mana pun untuk mendirikan atau mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Ia juga mendorong para peserta untuk menjadi “nakhoda” bagi kehidupannya sendiri, terutama dalam menentukan pilihan dan mengambil keputusan yang menyangkut masa depan.

"Harus mampu mengambil keputusan mandiri atas hal-hal yang dulu mungkin masih bergantung pada orang tua,” tegas Sutopo.

Suasana pelatihan semakin menarik dengan hadirnya talkshow bersama Abdul Aziz, kreator konten disabilitas asal Rambipuji yang dikenal sebagai Bang Aziz Men98.

Baca Juga: Pemkab Jember Dorong Lulusan SMK Kerja di Internasional

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Aziz berbagi pengalaman menjalani pekerjaan di industri profesional. Kisahnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta untuk tidak minder terhadap kondisi diri dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Rangkaian pelatihan SEL ini menjadi bagian dari proses pemberdayaan sebelum peserta memasuki tahap pembelajaran kewirausahaan. 

KUBIK tidak hanya menargetkan kemampuan peserta dalam menjalankan usaha, tetapi juga membangun fondasi pribadi agar mereka mampu berkembang secara mandiri.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari penguatan mental dan sosial hingga keterampilan usaha, sehingga kemandirian dapat dibangun secara bertahap dan berkelanjutan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil Super League Persebaya vs Isenmulang Kalteng FC, Bajol Ijo Menang Tipis

Tambahan 3 poin ini mendongkrak posisi Persebaya Surabaya ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi delapan poin, terpaut satu poin dari Persija.

Investasi Surabaya jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja, Tembus Rp23,6 T

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, realisasi investasi hingga semester I 2026 telah melampaui separuh dari target yang ditetapkan. 

Ingin Nikmati Sunset Sambil BBQ-an, Vasa Hotel Surabaya Bisa jadi Pilihan

Para tamu diajak menikmati suasana malam Surabaya sembari menyantap aneka hidangan panggang yang disajikan secara segar dengan aroma smoky yang khas.

Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

Donny Manuarva mengatakan bahwa pelatihan racik kopi ini diproyeksikan menjadi batu loncatan awal menuju kemandirian finansial peserta.

Dishub Kota Mojokerto Sabet 2 Penghargaan dalam Pelayanan Publik

Dishub Mojokerto sebagai Kolaborator Terbaik Kegiatan Normalisasi Kendaraan Bermotor serta untuk kategori Angkutan Pelajar Gratis yang Inovatif dan Inklusif.

Kapolda Jatim Irjen Dekananto: Polri Harus Dekat dengan Masyarakat!

Ke depannya, Deka menegaskan seluruh jajaran Polda Jatim harus lebih dekat dan bergandengan tangan dengan masyarakat.