Jumat, 21 Agu 2026 06:16 WIB

RSUD Subandi Jember Kini Jadi Rumah Sakit Rujukan, Pelayanan Tak Kalah dari Surabaya

Bupati Jember Muhammad Fawait saat kegiatan Pro Gus'e di RSUD Subandi Jember. (Foto: Nurul/selalu id).
Bupati Jember Muhammad Fawait saat kegiatan Pro Gus'e di RSUD Subandi Jember. (Foto: Nurul/selalu id).

selalu.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subandi Jember kini resmi berada di jalur yang tepat sebagai rumah sakit rujukan regional. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait dalam acara Pro Gus’e yang digelar di RSUD Subandi, Kamis (23/4/2026).

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengungkapkan pengalaman pribadinya saat menjalani perawatan di RSUD Subandi.

Baca Juga: KUA-PPAS P-APBD 2026 Disepakati, Pemkab-DPRD Jember Genjot Pengentasan Kemiskinan Lewat Pelayanan Dasar

Ia mengaku merasakan langsung peningkatan kualitas layanan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas kesehatan.

“Selama 10 tahun terakhir saya bertugas sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, kalau sakit biasanya dirawat di Surabaya. Namun sejak Senin hingga hari ini, saya justru dirawat di RSUD Subandi dan merasakan bahwa SDM serta fasilitas di sini tidak kalah dengan rumah sakit di Surabaya,” ujarnya.

Gus Fawait mengatakan kondisi tersebut menandakan bahwa RSUD Subandi telah kembali “on the track” sebagai fasilitas kesehatan yang layak, tidak hanya bagi masyarakat Jember tetapi juga sebagai rujukan bagi wilayah Tapal Kuda.

Hal ini juga diperkuat dengan adanya surat dari Gubernur Jawa Timur yang menetapkan RSUD Subandi sebagai rumah sakit rujukan bagi tujuh kabupaten/kota.

Gus Fawait menegaskan bahwa dirinya tidak hanya melakukan pengecekan administratif, tetapi benar-benar merasakan langsung kualitas pelayanan rumah sakit tersebut.

Ia menyebut RSUD Subandi kini kembali pada cita-cita besarnya sebagai salah satu fasilitas kesehatan terbaik di ujung timur Pulau Jawa.

Selain itu, ia juga mengungkapkan perkembangan positif rumah sakit daerah lainnya seperti RSUD Balung dan RSUD Kalisat yang kini menunjukkan peningkatan signifikan dan kembali menjadi BLUD yang sehat.

Hal ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes).

Baca Juga: Kala Para Purnawirawan Jember Menantang Angin Pantai Pancer demi Sang Saka

“Secara acak saya tanya para nakes yang merawat saya, dan semua menyampaikan bahwa kesejahteraan mereka jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” jelas Gus Fawait.

RSUD Subandi sendiri saat ini berstatus sebagai rumah sakit tipe B pendidikan, dengan total 160 dokter, terdiri dari 66 dokter spesialis dan 31 dokter subspesialis.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan peningkatan status menjadi rumah sakit tipe A pada tahun 2029.

Lebih membanggakan lagi, RSUD Subandi ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai salah satu rumah sakit penyelenggara utama program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau “Hospital Based Education”.

Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/111/2026.

Baca Juga: Malam Tasyakuran di Petrang Jember Diwarnai Saling Suap Tumpeng

Dari total 228 calon rumah sakit di Indonesia, hanya 13 yang lolos seleksi, dan RSUD Subandi menempati peringkat ke-5 secara nasional.

Di Jawa Timur, hanya dua rumah sakit yang mendapat kepercayaan ini, yakni RSUD Dr. Soetomo dan RSUD Subandi Jember.

“Ini sangat membanggakan bagi warga Jember. Ke depan, dokter umum yang ingin melanjutkan pendidikan spesialis tidak harus keluar daerah, cukup di RSUD Subandi,” beber Gus Fawait.

Dengan capaian tersebut, RSUD Subandi tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan unggulan, tetapi juga berperan sebagai pusat pendidikan tenaga medis, memperkuat posisinya sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Jawa Timur.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ketika Higgs Games Island Merusak Keluarga

Kasus Yudi Surya jadi cermin kelam bagi masyarakat bahwa alasan keterpaksaan ekonomi tidak bisa menghapuskan konsekuensi hukum dari aktivitas judi online.

Harga Emas Antam Hari Ini: Melonjak Tajam Bunda, Bisa Maljum dengan Enak Nih..

Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sidoarjo Genjot Modal UMKM, BPR Delta Artha Salurkan Kurda Bunga 2 Persen ke Ribuan Debitur

Bagi pelaku usaha mikro yang butuh suntikan dana segar hingga Rp10 juta, mereka kini tak perlu pusing memikirkan agunan tambahan.

Kejar Target Investasi Rp43 Triliun di 2026, Pemkot Surabaya Andalkan Perizinan Berbasis AI

Sistem perizinan terintegrasi ini memungkinkan para pelaku usaha memantau perkembangan berkas cukup dari ponsel tanpa perlu bolak-balik datang ke kantor dinas.

Kejari Surabaya Tangani Sindikat Kasus Penipuan Asmara Online, Begini Cara Pelaku Beraksi

Kejaksaan mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur janji manis maupun permintaan uang dari orang yang baru dikenal secara daring tanpa pernah bertemu.

Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Tak hanya sektor pembangunan fisik, Fraksi PDIP juga mendesak penyelesaian hak-hak rakyat yang belum tertangani.