Kamis, 03 Sep 2026 15:21 WIB

Langkah Nyata DPRD Surabaya dalam Edukasi Pranikah dan Pemberdayaan Perempuan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Apr 2026 19:42 WIB
DPRD Surabaya saat menggandeng Kohati untuk edukasi pranikah dan pemberdayaan perempuan. (Dok. Istimewa).
DPRD Surabaya saat menggandeng Kohati untuk edukasi pranikah dan pemberdayaan perempuan. (Dok. Istimewa).

selalu.id - DPRD Kota Surabaya mulai melirik peran strategis mahasiswi dalam memperkuat program sosial pemerintah.

Salah satunya dengan mendorong kolaborasi bersama Korps HMI-Wati (KOHATI) untuk memperluas jangkauan edukasi pranikah dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Dorongan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni saat menerima audiensi KOHATI Cabang Surabaya, Rabu (22/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, DPRD menilai pendekatan berbasis komunitas mahasiswa dinilai lebih efektif menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kolaborasi ini penting agar program pemberdayaan perempuan tidak hanya berjalan secara struktural, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat,” kata Fathoni.

Menurut dia, KOHATI memiliki posisi strategis sebagai organisasi perempuan muda yang bisa menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan riil di lapangan.

Terutama, dalam isu krusial seperti kesiapan pernikahan dan ketahanan keluarga.

Fathoni menegaskan, edukasi pranikah menjadi salah satu program prioritas yang perlu diperkuat.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Peran mahasiswi dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada pasangan muda terkait kesiapan mental, kesehatan, hingga perencanaan keluarga.

“Mahasiswi bisa jadi ujung tombak edukasi pranikah, karena pendekatannya lebih dekat dengan generasi seusia,” jelasnya.

Selain itu, DPRD juga mendorong keterlibatan KOHATI dalam program pendampingan perempuan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB).

Sementara itu, Anggota Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menilai sinergi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah daerah menjadi kunci memperkuat efektivitas program sosial.

Baca Juga: Atasi Kebocoran PAD, DPRD Surabaya Gagas Retribusi Parkir Dihapus dan Digabung Pajak Kendaraan

“Ini langkah awal membangun kolaborasi konkret antara DPRD, Pemkot, dan organisasi perempuan muda agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, KOHATI merupakan badan semi-otonom Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang fokus pada pembinaan kader perempuan.

Organisasi ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal isu-isu keperempuanan di tingkat akar rumput.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.