Jalan Gombel Lama Semarang Ditutup 7 Bulan, Berikut Akses Alternatif yang Bisa Dilalui
- Penulis : Zein Muhammad
- | Senin, 20 Apr 2026 14:40 WIB
selalu.id - Jalan Gombel Lama Semarang ditutup mulai hari ini, Senin (20/4/2026). Rekayasa lalulintas pun diberlakukan.
“Pelaksanaan kegiatan maksimal selama tujuh bulan, dengan penerapan Jalan Gombel Baru menjadi dua arah,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan.
Baca Juga: Semarang Diintai Cuaca Ekstrem, Begini Imbauan BMKG
Ia menjelaskan, dalam skema tersebut, prioritas lajur akan diberikan bagi kendaraan yang melaju ke arah atas atau tanjakan.
Sementara itu, pergerakan lalu lintas lokal tetap difasilitasi dengan menempatkan personel di ujung penutupan Jalan Gombel Lama.
Untuk kendaraan berat seperti truk dan bus, diarahkan melalui Tol Srondol–Jatingaleh.
"Kalau untuk kendaraan roda empat atau lebih dari arah Banyumanik dialihkan melalui Tol Srondol," jelas Danang.
Kemudian untuk kendaraan roda empat dari arah Bukit Sari diarahkan melalui Tol Undip Tembalang, sedangkan dari Semarang bawah diarahkan melalui Tol Jatingaleh I.
Baca Juga: Wisata Semarang Cocok Dikunjungi Bareng Anak Sebelum Libur Sekolah Habis
"Kendaraan roda dua dari arah Undip dan Tembalang diarahkan melalui Jalan Baru Undip Jangli, Jalan Kasipah, hingga Jalan Dr. Wahidin,” sebut dia.
Danang mengatakan dalam upaya mendukung kelancaran rekayasa lalu lintas, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satker PJN Wilayah III terkait penyiapan fasilitas perlengkapan jalan.
“Kami menyiapkan perlengkapan seperti stick cone portable yang dilengkapi rantai plastik, serta mendirikan posko terpadu bersama petugas Dinas Perhubungan, Satlantas, dan instansi terkait,” paparnya.
Selain itu, satu unit mobil derek juga disiagakan di lokasi posko untuk mengantisipasi kendaraan mogok dan potensi kemacetan.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Kuliner di Semarang, Dijamin Nagihin
“Penempatan derek ini sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan kendaraan di lapangan,” tandas Danang.
Atas pemberlakuan ini, masyarakat diimbau memahami skema rekayasa lalu lintas agar tidak terjebak kepadatan.
Pengendara yang biasa melintasi Jalan Gombel juga disarankan menggunakan jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.
Editor : Zein Muhammad