Minggu, 06 Sep 2026 23:51 WIB

Semarang Diintai Cuaca Ekstrem, Begini Imbauan BMKG

Cuaca ekstrem. (Dok. Freepik).
Cuaca ekstrem. (Dok. Freepik).

selalu.id - Kota Semarang, Jawa Tengah diprediksi dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, khususnya pada malam hari.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah posisi matahari yang saat ini semakin dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga intensitas panas yang diterima permukaan bumi menjadi lebih maksimal.

Baca Juga: 8 Wisata Semarang Ternyaman dan Murah Cocok untuk Liburan Bareng Anak

Menurutnya, tutupan awan pada siang hari cenderung minim, sehingga sinar matahari langsung menyinari permukaan tanpa banyak hambatan.

Kondisi ini diperkuat dengan fase peralihan musim atau pancaroba yang sedang berlangsung.

“Cuaca terik di siang hari ini dipengaruhi posisi matahari yang mendekati ekuator, tutupan awan yang sedikit, serta saat ini masih masa transisi atau pancaroba,” jelas Ferry dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Saat ini, wilayah Semarang belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Kondisi yang terjadi masih merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Diprediksi, awal musim kemarau di wilayah pantura Kota Semarang terjadi pada dasarian kedua April.

Baca Juga: Dukung Industri Ramah Lingkungan, PGN Semarang Suplai Gas Bumi ke Pabrik Produsen Sepeda

Sementara untuk wilayah Semarang bagian selatan, musim kemarau diprediksi datang pada dasarian pertama Mei.

“Untuk wilayah pantura Semarang, musim kemarau diperkirakan mulai dasarian kedua April, sedangkan Semarang selatan pada dasarian pertama Mei,” katanya.

Menanggapi isu musim kemarau yang disebut akan berlangsung lebih panjang, Ferry meluruskan bahwa yang terjadi bukanlah durasi yang lebih lama, melainkan pergeseran waktu awal musim kemarau yang datang lebih cepat di sejumlah wilayah, termasuk Kota Semarang.

“Bukan lebih panjang, tetapi di beberapa daerah musim kemarau datang lebih awal, termasuk Semarang yang maju sekitar satu dasarian,” tegasnya.

Baca Juga: Warisan Rasa Desa Tingal Wanurejo: Ketelatenan 4 Jam Produksi Jenang Lot Khas Magelang

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama masa pancaroba.

Perubahan cuaca yang terjadi dapat berlangsung secara tiba-tiba, dari kondisi panas terik menjadi hujan lebat yang disertai angin kencang dalam waktu singkat.

“Kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama potensi hujan lebat dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” pungkas Ferry.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.