Rabu, 22 Jul 2026 01:23 WIB

Semarang Diintai Cuaca Ekstrem, Begini Imbauan BMKG

Cuaca ekstrem. (Dok. Freepik).
Cuaca ekstrem. (Dok. Freepik).

selalu.id - Kota Semarang, Jawa Tengah diprediksi dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, khususnya pada malam hari.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah posisi matahari yang saat ini semakin dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga intensitas panas yang diterima permukaan bumi menjadi lebih maksimal.

Baca Juga: Dukung Industri Ramah Lingkungan, PGN Semarang Suplai Gas Bumi ke Pabrik Produsen Sepeda

Menurutnya, tutupan awan pada siang hari cenderung minim, sehingga sinar matahari langsung menyinari permukaan tanpa banyak hambatan.

Kondisi ini diperkuat dengan fase peralihan musim atau pancaroba yang sedang berlangsung.

“Cuaca terik di siang hari ini dipengaruhi posisi matahari yang mendekati ekuator, tutupan awan yang sedikit, serta saat ini masih masa transisi atau pancaroba,” jelas Ferry dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Saat ini, wilayah Semarang belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Kondisi yang terjadi masih merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Diprediksi, awal musim kemarau di wilayah pantura Kota Semarang terjadi pada dasarian kedua April.

Baca Juga: Warisan Rasa Desa Tingal Wanurejo: Ketelatenan 4 Jam Produksi Jenang Lot Khas Magelang

Sementara untuk wilayah Semarang bagian selatan, musim kemarau diprediksi datang pada dasarian pertama Mei.

“Untuk wilayah pantura Semarang, musim kemarau diperkirakan mulai dasarian kedua April, sedangkan Semarang selatan pada dasarian pertama Mei,” katanya.

Menanggapi isu musim kemarau yang disebut akan berlangsung lebih panjang, Ferry meluruskan bahwa yang terjadi bukanlah durasi yang lebih lama, melainkan pergeseran waktu awal musim kemarau yang datang lebih cepat di sejumlah wilayah, termasuk Kota Semarang.

“Bukan lebih panjang, tetapi di beberapa daerah musim kemarau datang lebih awal, termasuk Semarang yang maju sekitar satu dasarian,” tegasnya.

Baca Juga: Wisata Semarang Cocok Dikunjungi Bareng Anak pada Libur Sekolah

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama masa pancaroba.

Perubahan cuaca yang terjadi dapat berlangsung secara tiba-tiba, dari kondisi panas terik menjadi hujan lebat yang disertai angin kencang dalam waktu singkat.

“Kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama potensi hujan lebat dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” pungkas Ferry.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.