Rabu, 30 Sep 2026 21:31 WIB

Dewan Kebudayaan Diproyeksi Kubur Dewan Kesenian Surabaya, Maestro Ludruk: Saya Akan Lawan

  • Penulis : Yasin
  • | Minggu, 19 Apr 2026 16:45 WIB
Seniman ludruk Meimura dalam penampilannya (dok:istimewa)
Seniman ludruk Meimura dalam penampilannya (dok:istimewa)

selalu.id - Berbeda dengan pegiat kesenian sebelumnya yang berharap adanya transformasi ideal dari Dewan Kesenian Surabaya (DKS), menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya, seniman teater dan maestro ludruk Surabahya, Meimura, justru menolak keras rencana pembubaran DKS.

Meimura merasa Dewan Kebudayaan yang dibentuk Pemkot Surabaya tidak boleh menggantikan eksistensi DKS sebelumnya. "Dewan Kesenian Surabaya adalah situs yang layak dipertahankan. Kalau DKS mau dikubur melalui Dewan Kebudayaan, ya saya akan melawan," ujarnya melalui wawancara sambungan ponsel kepada selalu.id, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga: Surat Tak Digubris, Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Sindir Pemkot Surabaya Lewat Baliho

Pendiri Ludruk Monthero itu mengaku tak masalah dengan adanya Dewan Kebudayaan Surabaya yang tempo hari telah terbentuk. Namun keberadaannya jangan sampai menghapus Dewan Kesenian Surabaya yang telah puluhan tahun mewarnai iklim kesenian di kota Pahlawan. 

"Dewan Kebudayaan itu boleh ada, tapi cakupannya harus lebih luas dari kesenian. Jadi Dewan Kebudayaan itu fokusnya lebih luas untuk membangun karakter kota dan manusia, tidak lagi ngurusi kesenian," ungkap Meimura. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Sanksi ASN Diterapkan Adil Tanpa Pandang Bulu

Pembina dan Sekertaris Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara itu berharap adanya Dewan Kebudayaan Surabaya bisa jadi partner kerja kolaboratif bagi Dewan Kesenian Surabaya, yang memang secara khusus bergelut di dunia kesenian Surabaya. Sehingga kedua DKS ini bukannya saling memakan satu sama lain.

"Tak jadi soal Dewan Kebudayaan itu dibentuk. Karena kebudayaan itu memang lebih luas dari kesenian," tambah Meimura. Seniman yang sedang menggelar tur "Besut Jajah Deso Milangkori" ini menganggap bahwa idealnya Dewan Kebudayaan Surabaya tak hanya diisi seniman, tapi juga ada akademisi, tokoh agama, sampai pengusaha.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bidik Potensi Reklame di Ruang Publik Demi Genjot PAD

Meski begitu, Meimura menyambut baik terpilihnya Heti Palestina Yunani, Hari Lentho, dan beberapa seniman lain di Dewan Kebudayaan Surabaya. "Meski saya belum pernah melhat teman-teman itu memimpin sebuah organisasi, tapi mereka orang-orang yang kapabel dan kerjanya bagus," pungkas pria yang juga Anggota Teater Ragil Surabaya dan Pendiri Sanggar Anak Mereka Indonesia (SAMIN) itu.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Penampakan The Alana Hotel Surabaya, Tempat Pesta Sabu Tiga Kader Gerindra

William menceritakan, kedelapan tamu tersebut datang pada hari yang sama secara bertahap dan memesan tiga kamar langsung di lokasi (walk-in).

Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Kegiatan ini berlangsung hingga 6 Oktober 2026 mendatang, diikuti oleh kontingen santri dari pelbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Tiga dari delapan orang yang diringkus merupakan anggota DPRD aktif tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur dari fraksi Partai Gerindra.

Jatanras Polda Jatim Bongkar Penggelapan Beras Bulog untuk Raskin, 3 Pelaku Diamankan

Sebanyak 9 ton beras yang diperuntukkan bagi warga miskin, khususnya di wilayah Surabaya nekat dijegal dan dijual murah oleh para pelaku.

Pipa PDAM di Surabaya Sering Jebol Gegara Proyek Drainase, Biaya Perbaikan Ditanggung PAM

Sepanjang 2026, sedikitnya 110 titik pipa milik PAM Surya Sembada terdampak pengerjaan saluran air.

Tiga Anggota DPRD Kader Gerindra di Jatim Terjaring Razia Narkoba di Hotel Surabaya

Ketiga legislator tersebut yakni anggota DPRD Malang dan satu DPRD Banyuwangi.