Minggu, 16 Agu 2026 04:08 WIB

Dewan Kebudayaan Diproyeksi Kubur Dewan Kesenian Surabaya, Maestro Ludruk: Saya Akan Lawan

  • Penulis : Yasin
  • | Minggu, 19 Apr 2026 16:45 WIB
Seniman ludruk Meimura dalam penampilannya (dok:istimewa)
Seniman ludruk Meimura dalam penampilannya (dok:istimewa)

selalu.id - Berbeda dengan pegiat kesenian sebelumnya yang berharap adanya transformasi ideal dari Dewan Kesenian Surabaya (DKS), menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya, seniman teater dan maestro ludruk Surabahya, Meimura, justru menolak keras rencana pembubaran DKS.

Meimura merasa Dewan Kebudayaan yang dibentuk Pemkot Surabaya tidak boleh menggantikan eksistensi DKS sebelumnya. "Dewan Kesenian Surabaya adalah situs yang layak dipertahankan. Kalau DKS mau dikubur melalui Dewan Kebudayaan, ya saya akan melawan," ujarnya melalui wawancara sambungan ponsel kepada selalu.id, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga: SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Pendiri Ludruk Monthero itu mengaku tak masalah dengan adanya Dewan Kebudayaan Surabaya yang tempo hari telah terbentuk. Namun keberadaannya jangan sampai menghapus Dewan Kesenian Surabaya yang telah puluhan tahun mewarnai iklim kesenian di kota Pahlawan. 

"Dewan Kebudayaan itu boleh ada, tapi cakupannya harus lebih luas dari kesenian. Jadi Dewan Kebudayaan itu fokusnya lebih luas untuk membangun karakter kota dan manusia, tidak lagi ngurusi kesenian," ungkap Meimura. 

Baca Juga: Aset Pemkot Surabaya Belum Maksimal Hasilkan PAD, DPRD: BPKAD Harus Berorientasi Bisnis!

Pembina dan Sekertaris Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara itu berharap adanya Dewan Kebudayaan Surabaya bisa jadi partner kerja kolaboratif bagi Dewan Kesenian Surabaya, yang memang secara khusus bergelut di dunia kesenian Surabaya. Sehingga kedua DKS ini bukannya saling memakan satu sama lain.

"Tak jadi soal Dewan Kebudayaan itu dibentuk. Karena kebudayaan itu memang lebih luas dari kesenian," tambah Meimura. Seniman yang sedang menggelar tur "Besut Jajah Deso Milangkori" ini menganggap bahwa idealnya Dewan Kebudayaan Surabaya tak hanya diisi seniman, tapi juga ada akademisi, tokoh agama, sampai pengusaha.

Baca Juga: Wali Kota Eri Minta Figur Cak dan Ning Surabaya jaga Attitude dan Akhlak Buntut Kasus Dugaan Aborsi

Meski begitu, Meimura menyambut baik terpilihnya Heti Palestina Yunani, Hari Lentho, dan beberapa seniman lain di Dewan Kebudayaan Surabaya. "Meski saya belum pernah melhat teman-teman itu memimpin sebuah organisasi, tapi mereka orang-orang yang kapabel dan kerjanya bagus," pungkas pria yang juga Anggota Teater Ragil Surabaya dan Pendiri Sanggar Anak Mereka Indonesia (SAMIN) itu.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.