Selasa, 21 Jul 2026 03:39 WIB

Tegas! Pemkot Surabaya Nonaktifkan NIK Mantan Suami yang Telantarkan Istri-Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Apr 2026 17:34 WIB
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Irvan Wahyudrajad. (Dok. Istimewa).
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Irvan Wahyudrajad. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kebijakan tak biasa ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menekan ketidakpatuhan pasca perceraian.

Melalui penonaktifan Nomor Induk Kependudukan (NIK), ribuan mantan suami akhirnya dipaksa memenuhi kewajiban nafkah, dengan total realisasi pembayaran mencapai Rp12,4 miliar.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya mencatat, dari 11.202 putusan Pengadilan Agama (PA), sebanyak 3.041 orang telah kembali menunaikan kewajibannya.

Sementara 8.161 lainnya masih berstatus nonaktif hingga kewajiban dipenuhi.

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan kebijakan ini menjadi bentuk intervensi konkret untuk menegakkan putusan pengadilan yang selama ini kerap diabaikan.

“Kita sudah menonaktifkan 8.161 NIK dari total 11.202 putusan. Yang sudah kami buka kembali ada 3.041,” sebut Irvan, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, langkah administratif ini terbukti efektif memicu kepatuhan. Banyak pihak yang sebelumnya mengabaikan kewajiban, akhirnya datang dan menyelesaikan tanggung jawab setelah akses administrasinya dibatasi.

“Artinya, yang sebelumnya tidak menjalankan kewajiban, akhirnya datang dan menyelesaikan tanggung jawabnya,” kata Irvan.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Ia menegaskan, keberhasilan kebijakan ini tidak semata dilihat dari besarnya angka yang terkumpul, melainkan dari terpenuhinya hak perempuan dan anak yang selama ini tertunda.

“Ini bukan soal angka, tapi bagaimana hak perempuan dan anak bisa terpenuhi,” tegasnya.

Efektivitas kebijakan ini bahkan menarik perhatian Mahkamah Agung (MA). Lembaga tersebut disebut telah melakukan kunjungan ke Surabaya dan memberikan apresiasi, serta tengah mengkaji penerapan skema serupa secara nasional.

“MA sangat mengapresiasi dan sedang merancang agar kebijakan ini bisa diadopsi secara nasional,” jelas Irvan.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Irvan menambahkan, penonaktifan NIK berdampak luas karena berpengaruh pada akses layanan lain, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, hingga layanan kesehatan.

Hal inilah yang menjadi tekanan efektif agar kewajiban segera dipenuhi.

“Implikasinya luas, karena layanan lain juga ikut terdampak,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.