Selasa, 20 Okt 2026 00:19 WIB

Ratusan Kader NasDem Nganjuk Gelar Aksi Damai, Tuntut Tempo Minta Maaf

Kader NasDem Nganjuk saat menggelar aksi damai di kantornya. (Dok. Istimewa).
Kader NasDem Nganjuk saat menggelar aksi damai di kantornya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Ratusan kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Nganjuk menggelar aksi damai, menuntut Majalah Tempo meminta maaf, Rabu (15/4/2026).

Aksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB, itu dipusatkan di halaman Kantor DPD NasDem Nganjuk, Jalan dr Soetomo No. 67.

Baca Juga: Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Sekitar 200 kader, pengurus, dan simpatisan turun ke jalan menyuarakan protes terhadap pemberitaan Majalah Tempo, yang dinilai merugikan partai dan Ketua Umum Surya Paloh.

Dalam orasinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama: Yakni permintaan maaf terbuka dari Tempo, klarifikasi resmi atas pemberitaan yang dianggap tidak akurat, serta komitmen menjaga etika dan akurasi dalam produk jurnalistik.

Ketua DPD NasDem Nganjuk, Ratna Wulandari mengatakan, aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak kader NasDem di Jawa Timur. Ia menyebut pemberitaan yang dimaksud telah melukai perasaan kader dan mencederai marwah partai.

"Pemberitaan itu bagi kami merupakan framing yang menyesatkan dan menginjak-injak harga diri partai. Kami menuntut permintaan maaf terbuka kepada Partai NasDem dan Ketua Umum kami, Bapak Surya Paloh,” tegas Ratna.

Ratna menyoroti istilah “NasDem TBK” dalam pemberitaan tersebut yang dinilai tidak tepat. Menurutnya, NasDem adalah gerakan politik restorasi, bukan entitas bisnis.

Baca Juga: KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

“NasDem ini bukan partai untuk berbisnis. Kami adalah gerakan perubahan yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat,” jelas dia.

Selain tuntutan kepada Tempo, kader juga mendesak Dewan Pers untuk segera mengambil langkah tegas.

Mereka menilai pemberitaan tersebut tidak memenuhi prinsip jurnalistik, terutama terkait kewajiban konfirmasi dan keberimbangan informasi.

Sementara Ketua Bappilu DPD NasDem Nganjuk, M Fauzi Nirwana menambahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum jika tuntutan tidak direspons.

Baca Juga: 285 Kebakaran Terjadi di Nganjuk Sepanjang Musim Kemarau

“Kalau tidak ada permintaan maaf, tentu kami akan menempuh langkah hukum. Kami menghargai kebebasan pers, tapi harus tetap berimbang, beretika, dan ada konfirmasi kepada pihak yang diberitakan,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, NasDem Nganjuk juga menilai pemberitaan tersebut sebagai bentuk “pembunuhan karakter” terhadap Surya Paloh.

"NasDem Nganjuk tidak akan tinggal diam terhadap informasi yang dianggap sebagai fitnah dan tidak berdasar," jelas Fauzi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.