Senin, 20 Jul 2026 04:34 WIB

25 Siswa SMATAG Surabaya Lolos SNBP 2026, Ini Kunci Suksesnya

Para siswa SMATAG Surabaya yang lolos SNBP 2026. (Dok. SMATAG for selalu.id).
Para siswa SMATAG Surabaya yang lolos SNBP 2026. (Dok. SMATAG for selalu.id).

selalu.id - Sebanyak 25 siswa SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.

Keberhasilan ini diraih bukan secara instan, melainkan hasil dari strategi pembelajaran yang matang, komitmen menjaga konsistensi akademik sejak awal masa pendidikan, serta dukungan pendampingan dari tenaga pendidik.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Salah satu penerima kelulusan tersebut adalah Dina Fitriana, siswa kelas XII-4 yang berhasil diterima di Program Studi Manajemen Perkantoran Digital, Universitas Airlangga (Unair).

Kepada awak media, Dina mengaku persiapan sudah dilakukan sejak duduk di bangku kelas X, meski saat itu ia belum memiliki gambaran pasti mengenai jurusan yang akan dituju.

Motivasi terbesarnya adalah membuktikan kemampuan diri setelah tidak diterima di Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri.

"Sejak awal SMA aku sudah punya target. Aku tidak lolos SMA negeri, jadi aku ingin membuktikan ke diri sendiri kalau aku bisa tembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) top," ungkapnya, Selasa (14/4/2026).

Perjalanan Dina tidak selalu berjalan mulus. Saat kelas X, ia sempat mengalami penurunan nilai akibat sakit tifus yang membuatnya khawatir tidak masuk dalam kuota siswa yang memenuhi syarat (eligible) SNBP.

Kondisi tersebut justru menjadi titik balik bagi dirinya untuk lebih fokus. Mulai kelas XI, ia menetapkan target nilai rata-rata 90, yang kemudian ditingkatkan menjadi 95 saat menginjak kelas XII.

Selain fokus akademik, Dina juga aktif berorganisasi sebagai bendahara OSIS dan ketua kegiatan Pramuka.

Untuk menyeimbangkan keduanya, ia menerapkan manajemen waktu yang disiplin dan menghindari penundaan pekerjaan.

"Kalau ada tugas barengan dengan kegiatan organisasi, biasanya aku bawa tugas itu ke kegiatan biar tetap bisa selesai," jelasnya.

Kisah serupa juga dialami oleh Muhammad Kevin Maulana, siswa kelas XII-2 yang diterima di Program Studi Sistem Informasi Universitas Airlangga.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Persiapan Kevin juga dimulai sejak kelas X dengan fokus utama menjaga stabilitas nilai rapor agar tetap berada dalam kuota eligible.

Kevin juga melakukan analisis mendalam sebelum menentukan pilihan jurusan. Ia mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kecocokan nilai rapor dan mata pelajaran pendukung, minat pribadi, hingga peluang diterima di jurusan yang dituju.

"Saya memilih sistem informasi karena bidang ini menggabungkan teknologi dan manajemen bisnis. Tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi juga bagaimana sistem digunakan untuk mendukung kebutuhan organisasi," kata Kevin.

Sama seperti Dina, Kevin juga menghadapi tantangan, yakni menjaga kestabilan nilai di tengah kesibukannya mengikuti berbagai kompetisi.

Sempat terjadi penurunan nilai di beberapa mata pelajaran, namun hal itu dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki metode belajarnya.

Baik Dina maupun Kevin sepakat bahwa peran guru sangat krusial dalam perjalanan mereka. Selain menyampaikan materi, guru juga dinilai memberikan arahan strategis, motivasi, dan panduan dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Bagi adik kelas yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Dina menyarankan untuk menetapkan target sejak awal dan menjaga disiplin akademik.

"Jangan sering bolos, pasang target, dan kelola waktu dengan baik. Ikut organisasi boleh, tapi jangan sampai mengorbankan akademik," tuturnya.

Sementara Kevin mengingatkan pentingnya mengenali minat diri dan memperbanyak pengalaman.

"Persiapkan sejak awal dengan menjaga nilai rapor, perbanyak pengalaman melalui lomba, dan kenali minat diri agar bisa memilih jurusan yang tepat," ujarnya.

Keberhasilan 25 siswa SMATAG Surabaya ini menjadi bukti bahwa kerja keras, manajemen waktu yang baik, serta strategi yang tepat merupakan kunci utama untuk membuka jalan menuju perguruan tinggi impian.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.