Jumat, 06 Nov 2026 00:27 WIB

Ketika Warga Surabaya Wadul soal Rumahnya Dilelang, DPRD Tegaskan Keadilan dan Transparasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Apr 2026 18:15 WIB
Warga Gunung Anyar Surabaya saat mengadul atau wadul ke DPRD Surabaya soal rumahnya yang dilelang. (Dok. Istimewa).
Warga Gunung Anyar Surabaya saat mengadul atau wadul ke DPRD Surabaya soal rumahnya yang dilelang. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Seorang warga Gunung Anyar mengadu atau wadul ke DPRD Surabaya karena rumah yang dijadikan jaminan pinjaman terancam berpindah tangan, sementara proses lelang dinilai tidak sepenuhnya ia pahami.

Aduan itu disampaikan Moh Seger, warga Gunung Anyar Lor I, yang mengaku pinjaman Rp150 juta di Bank Perkreditan Rakyat awalnya digunakan untuk modal usaha.

Baca Juga: Pungli Calon Pegawai Dishub Surabaya, Eri Cahyadi: Ini Mencoreng Nama Surabaya!

Namun, usaha yang dijalankan merosot hingga ia tak mampu melanjutkan cicilan.

Kondisi tersebut membuat tunggakan membengkak dan berujung pada eksekusi jaminan melalui mekanisme lelang.

Persoalan muncul saat proses berjalan hingga penetapan pemenang, sementara pihak debitur merasa tidak mendapatkan penjelasan yang utuh. Kasus ini pun langsung mendapat respons dari DPRD Surabaya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni menegaskan pihaknya akan menguji seluruh tahapan lelang untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur.

“Kami akan dalami prosesnya, apakah sudah sesuai aturan atau belum. Prinsipnya keadilan bagi masyarakat harus dikedepankan,” tegasnya, Senin (13/4/2026).

Toni menyatakan pentingnya transparansi dalam proses lelang, terutama ketika menyangkut aset milik warga yang menjadi jaminan kredit.

Baca Juga: SPDP Diterima Kejari Tanjung Perak Surabaya, Go Bozze Gozali Mengaku Tak Tahu

Menurutnya, debitur harus mendapatkan informasi yang jelas sejak awal hingga proses akhir.

“Jangan sampai warga tidak memahami tahapan lelang, tiba-tiba aset sudah ada pemenangnya. Ini yang harus kami pastikan,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk perbankan dan instansi pelaksana lelang, untuk mengklarifikasi prosedur yang dijalankan.

Tak hanya itu, laporan tersebut juga akan didisposisikan ke Komisi B DPRD Surabaya untuk pendalaman secara teknis.

Baca Juga: Empat Pelamar Dishub Surabaya Diduga Kena Pungli, DPRD Desak Usut Jaringan Calo

“Secara kelembagaan akan kami serahkan ke komisi terkait agar bisa ditindaklanjuti lebih detail,” kata Toni.

Kasus ini menjadi sorotan karena tidak sekadar persoalan hukum perdata, tetapi juga menyangkut dampak sosial bagi warga.

DPRD menilai, pendekatan yang digunakan tidak boleh semata legal formal, melainkan juga harus mempertimbangkan rasa keadilan.

“Kami ingin tidak ada pihak yang dirugikan. Kalau perlu, kami fasilitasi mediasi agar ada solusi yang adil,” pungkas politisi Golkar tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Tinggi kolom abu erupsi sekitar 500 M di atas puncak atau sekitar 2.829 M di atas permukaan laut (Mdpl). Warga dan wisatawan diminta waspada.

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.

DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Selain itu, aplikasi harus dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa dan lansia.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.