Bikin Haru, Begini Kisah Anak Penjual Es yang Lulus di Wisuda ke-261 Unair
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 12 Apr 2026 11:54 WIB
selalu.id - Suasana haru menyelimuti prosesi Wisuda ke-261 Universitas Airlangga. Di tengah deretan lulusan, kisah perjuangan Singgih Maulana menjadi salah satu yang mencuri perhatian.
Wisudawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu menempuh perjalanan panjang sebagai mahasiswa perantau.
Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba
Ia meninggalkan kampung halaman demi menuntut ilmu di Surabaya, dengan segala tantangan yang harus dihadapi sendiri.
“Memulai langkah sebagai perantau membawa harapan besar sekaligus rasa takut. Ada rindu yang harus ditahan, lelah yang dipikul sendiri, bahkan ada momen ketika saya hampir ingin menyerah. Namun saat ini, saya berdiri sebagai salah satu wisudawan,” ujarnya.
Singgih mengaku, perjalanan tersebut tidak mudah. Namun waktu membuktikan bahwa usaha dan ketekunan mampu membawanya hingga ke titik kelulusan.
Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya
Ia juga menilai setiap mahasiswa memiliki cerita perjuangannya masing-masing, tanpa memandang latar belakang.
Keberhasilannya tak lepas dari peran beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang ia terima selama menempuh pendidikan. Program tersebut menjadi jembatan baginya untuk meraih pendidikan tinggi.
“Menjadi mahasiswa KIP-K adalah kesempatan yang sangat berharga. Ini membuktikan bahwa mimpi bisa diperjuangkan meskipun langkahnya tidak mudah,” ungkapnya.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam
Singgih yang merupakan anak dari seorang pedagang es di sekolah dasar di Jakarta, menjadikan kelulusannya sebagai persembahan untuk orang tua dan orang-orang terdekat yang telah mendukungnya.
“Semoga kesempatan beasiswa ini terus ada untuk membuka peluang bagi mereka yang punya mimpi besar namun terkendala ekonomi,” katanya.
Editor : Redaksi