Senin, 20 Jul 2026 04:37 WIB

Sejak Januari Ada 206 Tersangka Kasus Narkoba di Surabaya, Mayoritas Karyawan Swasta

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama S.I.K didampingi Kasi Humas AKP Hadi Ismanto (dok. Humas Polrestabes Surabaya)
Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama S.I.K didampingi Kasi Humas AKP Hadi Ismanto (dok. Humas Polrestabes Surabaya)

selalu.id - Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya mencatat pengungkapan 149 kasus narkoba dengan 206 tersangka sepanjang Januari hingga April 2026. Sebagian besar berstatus karyawan swasta. 

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama menyampaikan bahwa seluruh kasus yang diungkap selama caturwulan pertama tersebut telah diselesaikan oleh jajarannya.

Baca Juga: Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Ia menjelaskan, rincian kasus yang diungkap meliputi Januari sebanyak 43 kasus, Februari 57 kasus, Maret 38 kasus, dan April 11 kasus dengan total 149 kasus.

“Dari ratusan kasus dengan tersangkanya tersebut diungkap oleh anggota kami, dari beberapa tempat kejadian seperti hotel atau villa hingga tempat hiburan serta rumah hunian,” jelas Dodi.

Menurutnya, lokasi pengungkapan kasus tersebar di berbagai tempat, mulai dari hotel atau villa sebanyak 34 kasus, ruko dan pusat perbelanjaan 16 kasus, jalan umum 11 kasus, serta kawasan permukiman yang mendominasi dengan 86 kasus.

Selain itu, terdapat juga pengungkapan di kafe hingga diskotik sebanyak dua kasus. Hal ini menunjukkan peredaran narkoba masih terjadi di berbagai lini kehidupan masyarakat.

Dari sisi jumlah tersangka, pada Januari tercatat 62 orang, Februari 79 orang, Maret 51 orang, dan April 14 orang dengan total 206 tersangka.

“Selama empat bulan ini, kita berhasil membekuk tersangka sebanyak 206 orang dan didominasi laki-laki dewasa. Untuk yang masih pelajar hanya satu orang saja,” imbuhnya.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Berdasarkan usia, mayoritas tersangka berada pada rentang 25 hingga 64 tahun. Sementara kelompok usia muda 19 hingga 24 tahun juga cukup signifikan di setiap bulan pengungkapan.

Dari segi profesi, tersangka terbanyak berasal dari kalangan pekerja swasta sebanyak 118 orang, disusul buruh 30 orang, pengangguran 28 orang, sopir 11 orang, wiraswasta 10 orang, pedagang enam orang, serta dua ibu rumah tangga.

Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti narkotika dalam jumlah besar selama periode tersebut. Barang bukti yang disita meliputi sabu, ganja, ekstasi, tembakau sintetis, serbuk ekstasi, hingga pil koplo.

Jumlah sabu yang diamankan mencapai ratusan gram setiap bulan, sementara ekstasi tercatat hingga ratusan butir, terutama pada Februari. Pil koplo juga disita dalam jumlah ribuan butir selama empat bulan tersebut.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Untuk diketahui dalam ungkap kasus selama empat bulan ini didominasi tersangka yang berprofesi sebagai swasta dan terbanyak diungkap pada bulan Februari yakni 45 orang,” tambah Dodi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Dodi juga mengimbau masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam memerangi peredaran narkotika dengan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan penyalahgunaan narkoba dapat ditekan serta tercipta lingkungan yang bersih dari peredaran narkotika di Kota Surabaya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.