Kamis, 03 Sep 2026 15:59 WIB

Sejak Januari Ada 206 Tersangka Kasus Narkoba di Surabaya, Mayoritas Karyawan Swasta

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama S.I.K didampingi Kasi Humas AKP Hadi Ismanto (dok. Humas Polrestabes Surabaya)
Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama S.I.K didampingi Kasi Humas AKP Hadi Ismanto (dok. Humas Polrestabes Surabaya)

selalu.id - Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya mencatat pengungkapan 149 kasus narkoba dengan 206 tersangka sepanjang Januari hingga April 2026. Sebagian besar berstatus karyawan swasta. 

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama menyampaikan bahwa seluruh kasus yang diungkap selama caturwulan pertama tersebut telah diselesaikan oleh jajarannya.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Ia menjelaskan, rincian kasus yang diungkap meliputi Januari sebanyak 43 kasus, Februari 57 kasus, Maret 38 kasus, dan April 11 kasus dengan total 149 kasus.

“Dari ratusan kasus dengan tersangkanya tersebut diungkap oleh anggota kami, dari beberapa tempat kejadian seperti hotel atau villa hingga tempat hiburan serta rumah hunian,” jelas Dodi.

Menurutnya, lokasi pengungkapan kasus tersebar di berbagai tempat, mulai dari hotel atau villa sebanyak 34 kasus, ruko dan pusat perbelanjaan 16 kasus, jalan umum 11 kasus, serta kawasan permukiman yang mendominasi dengan 86 kasus.

Selain itu, terdapat juga pengungkapan di kafe hingga diskotik sebanyak dua kasus. Hal ini menunjukkan peredaran narkoba masih terjadi di berbagai lini kehidupan masyarakat.

Dari sisi jumlah tersangka, pada Januari tercatat 62 orang, Februari 79 orang, Maret 51 orang, dan April 14 orang dengan total 206 tersangka.

“Selama empat bulan ini, kita berhasil membekuk tersangka sebanyak 206 orang dan didominasi laki-laki dewasa. Untuk yang masih pelajar hanya satu orang saja,” imbuhnya.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Berdasarkan usia, mayoritas tersangka berada pada rentang 25 hingga 64 tahun. Sementara kelompok usia muda 19 hingga 24 tahun juga cukup signifikan di setiap bulan pengungkapan.

Dari segi profesi, tersangka terbanyak berasal dari kalangan pekerja swasta sebanyak 118 orang, disusul buruh 30 orang, pengangguran 28 orang, sopir 11 orang, wiraswasta 10 orang, pedagang enam orang, serta dua ibu rumah tangga.

Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti narkotika dalam jumlah besar selama periode tersebut. Barang bukti yang disita meliputi sabu, ganja, ekstasi, tembakau sintetis, serbuk ekstasi, hingga pil koplo.

Jumlah sabu yang diamankan mencapai ratusan gram setiap bulan, sementara ekstasi tercatat hingga ratusan butir, terutama pada Februari. Pil koplo juga disita dalam jumlah ribuan butir selama empat bulan tersebut.

Baca Juga: Pelaku Pengeroyokan Brutal di Diskotek Triple X Surabaya Ditangkap, Ini Identitas dan Motifnya

“Untuk diketahui dalam ungkap kasus selama empat bulan ini didominasi tersangka yang berprofesi sebagai swasta dan terbanyak diungkap pada bulan Februari yakni 45 orang,” tambah Dodi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Dodi juga mengimbau masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam memerangi peredaran narkotika dengan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan penyalahgunaan narkoba dapat ditekan serta tercipta lingkungan yang bersih dari peredaran narkotika di Kota Surabaya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.