Minggu, 18 Okt 2026 21:59 WIB

Sejak Januari Ada 206 Tersangka Kasus Narkoba di Surabaya, Mayoritas Karyawan Swasta

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama S.I.K didampingi Kasi Humas AKP Hadi Ismanto (dok. Humas Polrestabes Surabaya)
Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama S.I.K didampingi Kasi Humas AKP Hadi Ismanto (dok. Humas Polrestabes Surabaya)

selalu.id - Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya mencatat pengungkapan 149 kasus narkoba dengan 206 tersangka sepanjang Januari hingga April 2026. Sebagian besar berstatus karyawan swasta. 

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama menyampaikan bahwa seluruh kasus yang diungkap selama caturwulan pertama tersebut telah diselesaikan oleh jajarannya.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Ia menjelaskan, rincian kasus yang diungkap meliputi Januari sebanyak 43 kasus, Februari 57 kasus, Maret 38 kasus, dan April 11 kasus dengan total 149 kasus.

“Dari ratusan kasus dengan tersangkanya tersebut diungkap oleh anggota kami, dari beberapa tempat kejadian seperti hotel atau villa hingga tempat hiburan serta rumah hunian,” jelas Dodi.

Menurutnya, lokasi pengungkapan kasus tersebar di berbagai tempat, mulai dari hotel atau villa sebanyak 34 kasus, ruko dan pusat perbelanjaan 16 kasus, jalan umum 11 kasus, serta kawasan permukiman yang mendominasi dengan 86 kasus.

Selain itu, terdapat juga pengungkapan di kafe hingga diskotik sebanyak dua kasus. Hal ini menunjukkan peredaran narkoba masih terjadi di berbagai lini kehidupan masyarakat.

Dari sisi jumlah tersangka, pada Januari tercatat 62 orang, Februari 79 orang, Maret 51 orang, dan April 14 orang dengan total 206 tersangka.

“Selama empat bulan ini, kita berhasil membekuk tersangka sebanyak 206 orang dan didominasi laki-laki dewasa. Untuk yang masih pelajar hanya satu orang saja,” imbuhnya.

Baca Juga: Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Berdasarkan usia, mayoritas tersangka berada pada rentang 25 hingga 64 tahun. Sementara kelompok usia muda 19 hingga 24 tahun juga cukup signifikan di setiap bulan pengungkapan.

Dari segi profesi, tersangka terbanyak berasal dari kalangan pekerja swasta sebanyak 118 orang, disusul buruh 30 orang, pengangguran 28 orang, sopir 11 orang, wiraswasta 10 orang, pedagang enam orang, serta dua ibu rumah tangga.

Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti narkotika dalam jumlah besar selama periode tersebut. Barang bukti yang disita meliputi sabu, ganja, ekstasi, tembakau sintetis, serbuk ekstasi, hingga pil koplo.

Jumlah sabu yang diamankan mencapai ratusan gram setiap bulan, sementara ekstasi tercatat hingga ratusan butir, terutama pada Februari. Pil koplo juga disita dalam jumlah ribuan butir selama empat bulan tersebut.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

“Untuk diketahui dalam ungkap kasus selama empat bulan ini didominasi tersangka yang berprofesi sebagai swasta dan terbanyak diungkap pada bulan Februari yakni 45 orang,” tambah Dodi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Dodi juga mengimbau masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam memerangi peredaran narkotika dengan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan penyalahgunaan narkoba dapat ditekan serta tercipta lingkungan yang bersih dari peredaran narkotika di Kota Surabaya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.