Selasa, 20 Okt 2026 04:23 WIB

Terkejutnya Menteri Pendidikan saat Tinjau Pelaksanaan TKA di SMPN 1 Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Apr 2026 16:10 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat meninjau TKA di SMPN 1 Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat meninjau TKA di SMPN 1 Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP hari kedua di SMP Negeri 1 Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Peninjauan ini menyoroti pelaksanaan ujian sekaligus posisi TKA yang mulai diintegrasikan dalam sistem seleksi pendidikan.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti berdialog langsung dengan siswa. Ia mengaku mendapat respons yang cukup mengejutkan, karena sebagian siswa menilai soal TKA relatif mudah.

“Saya sempat berdialog dengan para siswa, mereka terlihat semangat. Bahkan saat ditanya, mereka menyampaikan soalnya relatif mudah,” ujarnya.

TKA dirancang sebagai instrumen pengukuran kemampuan akademik sekaligus literasi dan numerasi. Selain itu, hasil TKA juga mulai digunakan sebagai komponen tambahan dalam seleksi jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Menurut Abdul Mu’ti, TKA tidak hanya mengukur Matematika dan Bahasa Indonesia, tetapi juga aspek karakter dan lingkungan belajar. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

“Kalau sebelumnya penilaian akademik hanya dari rapor, sekarang ditambah nilai TKA untuk menciptakan sistem yang lebih inklusif dan berkeadilan,” jelasnya.

Peninjauan juga mencakup kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari ruang ujian hingga laboratorium komputer. Ia memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan tanpa kendala berarti.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Namun di sisi lain, sejumlah catatan muncul dalam pelaksanaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengungkapkan adanya masukan terkait durasi waktu pengerjaan soal yang dinilai cukup menantang bagi siswa.

“Ini menjadi bahan evaluasi, terutama terkait fokus dan manajemen waktu siswa saat mengerjakan soal,” paparnya.

Febrina menegaskan, TKA tidak menentukan kelulusan siswa. Kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah, sementara nilai TKA hanya menjadi nilai tambah dalam seleksi jalur prestasi.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Secara umum, pelaksanaan TKA di Surabaya disebut berjalan lancar sejak hari pertama. Meski begitu, efektivitas TKA sebagai alat ukur kemampuan siswa dan instrumen seleksi pendidikan masih akan dievaluasi setelah seluruh pelaksanaan selesai secara nasional.

Sementara itu, pihak sekolah menyebut siswa cenderung antusias mengikuti ujian meski ini merupakan pelaksanaan perdana.

Salah satu siswa mengaku dapat mengerjakan soal dengan lancar selama dua hari pelaksanaan.

Pemerintah berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap TKA, termasuk kemungkinan penyempurnaan sistem dan standar soal, seiring mulai digunakannya hasil tes tersebut dalam proses seleksi pendidikan ke depan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.