Jumat, 04 Sep 2026 21:59 WIB

Terkejutnya Menteri Pendidikan saat Tinjau Pelaksanaan TKA di SMPN 1 Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Apr 2026 16:10 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat meninjau TKA di SMPN 1 Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat meninjau TKA di SMPN 1 Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP hari kedua di SMP Negeri 1 Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Peninjauan ini menyoroti pelaksanaan ujian sekaligus posisi TKA yang mulai diintegrasikan dalam sistem seleksi pendidikan.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti berdialog langsung dengan siswa. Ia mengaku mendapat respons yang cukup mengejutkan, karena sebagian siswa menilai soal TKA relatif mudah.

“Saya sempat berdialog dengan para siswa, mereka terlihat semangat. Bahkan saat ditanya, mereka menyampaikan soalnya relatif mudah,” ujarnya.

TKA dirancang sebagai instrumen pengukuran kemampuan akademik sekaligus literasi dan numerasi. Selain itu, hasil TKA juga mulai digunakan sebagai komponen tambahan dalam seleksi jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Menurut Abdul Mu’ti, TKA tidak hanya mengukur Matematika dan Bahasa Indonesia, tetapi juga aspek karakter dan lingkungan belajar. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

“Kalau sebelumnya penilaian akademik hanya dari rapor, sekarang ditambah nilai TKA untuk menciptakan sistem yang lebih inklusif dan berkeadilan,” jelasnya.

Peninjauan juga mencakup kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari ruang ujian hingga laboratorium komputer. Ia memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan tanpa kendala berarti.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Namun di sisi lain, sejumlah catatan muncul dalam pelaksanaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengungkapkan adanya masukan terkait durasi waktu pengerjaan soal yang dinilai cukup menantang bagi siswa.

“Ini menjadi bahan evaluasi, terutama terkait fokus dan manajemen waktu siswa saat mengerjakan soal,” paparnya.

Febrina menegaskan, TKA tidak menentukan kelulusan siswa. Kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah, sementara nilai TKA hanya menjadi nilai tambah dalam seleksi jalur prestasi.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Secara umum, pelaksanaan TKA di Surabaya disebut berjalan lancar sejak hari pertama. Meski begitu, efektivitas TKA sebagai alat ukur kemampuan siswa dan instrumen seleksi pendidikan masih akan dievaluasi setelah seluruh pelaksanaan selesai secara nasional.

Sementara itu, pihak sekolah menyebut siswa cenderung antusias mengikuti ujian meski ini merupakan pelaksanaan perdana.

Salah satu siswa mengaku dapat mengerjakan soal dengan lancar selama dua hari pelaksanaan.

Pemerintah berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap TKA, termasuk kemungkinan penyempurnaan sistem dan standar soal, seiring mulai digunakannya hasil tes tersebut dalam proses seleksi pendidikan ke depan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.