Kamis, 03 Sep 2026 11:16 WIB

TPK Bitung dan Ternate Kembali Beroperasi Pasca Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara

Kegiatan Operasional di TPK Bitung. (Dok. PT Pelindo Petikemas for selalu.id).
Kegiatan Operasional di TPK Bitung. (Dok. PT Pelindo Petikemas for selalu.id).

selalu.id - Operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung dan TPK Ternate telah kembali berjalan normal setelah sempat dihentikan sementara akibat gempa bumi berkekuatan M 7,6 SR yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

Penghentian operasional terminal peti kemas dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan seluruh pekerja, sekaligus memungkinkan dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas, peralatan, serta lingkungan kerja.

Baca Juga: Tingkatkan Kelancaran Arus Logistik, Pelindo TPK Ternate Perkuat Sistem Planning and Control

Langkah ini juga mempertimbangkan adanya peringatan potensi tsunami dan kebutuhan asesmen keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Setelah melalui proses evaluasi dan seluruh aspek dinyatakan aman, kegiatan operasional di kedua terminal kini telah kembali berjalan dengan normal dan terkendali, setelah sebelumnya sempat terhenti kurang lebih 5 jam.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra menjelaskan bahwa penghentian operasional merupakan langkah antisipatif yang mengutamakan keselamatan.

“Kami sempat menghentikan operasional sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pekerja serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas pasca gempa. Setelah seluruh aspek dinyatakan aman, saat ini operasional di TPK Bitung dan TPK Ternate telah kembali berjalan normal dan terkendali,” jelasnya.

Wendra menegaskan bahwa pihak terminal terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait guna memastikan kondisi tetap kondusif.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran layanan serta memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar keselamatan yang berlaku,” tegasnya.

Di TPK Ternate, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa fasilitas utama berada dalam kondisi aman.

Baca Juga: Langkah Sigap Pelindo Terminal Petikemas Lindungi Pekerja dan Warga dari Asap Karhutla di Sampit

Peralatan quay container crane (QCC) tidak mengalami pergeseran, demikian pula struktur dermaga, container yard (CY), gate, serta bangunan kantor yang tetap dalam kondisi baik.

Aktivitas operasional telah kembali berjalan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Kerusakan yang ditemukan bersifat minor, berupa retakan pada dinding terminal penumpang dan tidak memengaruhi operasional secara keseluruhan.

Sementara itu, di TPK Bitung, operasional kembali berjalan secara bertahap setelah dilakukan asesmen menyeluruh.

Baca Juga: Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Secara umum, kondisi fasilitas dinyatakan aman, meskipun terdapat beberapa temuan yang saat ini dalam penanganan, seperti kerusakan pada rel QCC di Dermaga IV serta indikasi keretakan pada struktur trestle yang menghubungkan Dermaga IV dengan area CY.

Pergeseran pada beberapa tumpukan peti kemas juga sempat terjadi, namun tidak menimbulkan kerusakan signifikan maupun kontainer yang terjatuh.

Selama kejadian gempa hingga proses pemulihan operasional, tidak terdapat insiden kecelakaan kerja maupun korban jiwa.

PT Pelindo Terminal Petikemas akan terus memantau perkembangan situasi serta memastikan layanan kepelabuhanan tetap berjalan optimal dan aman bagi seluruh pengguna jasa.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.