Minggu, 19 Jul 2026 22:04 WIB

TPK Bitung dan Ternate Kembali Beroperasi Pasca Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara

Kegiatan Operasional di TPK Bitung. (Dok. PT Pelindo Petikemas for selalu.id).
Kegiatan Operasional di TPK Bitung. (Dok. PT Pelindo Petikemas for selalu.id).

selalu.id - Operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung dan TPK Ternate telah kembali berjalan normal setelah sempat dihentikan sementara akibat gempa bumi berkekuatan M 7,6 SR yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

Penghentian operasional terminal peti kemas dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan seluruh pekerja, sekaligus memungkinkan dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas, peralatan, serta lingkungan kerja.

Baca Juga: Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat, TPK Perawang Serahkan Bantuan Tenda Lipat untuk UMKM

Langkah ini juga mempertimbangkan adanya peringatan potensi tsunami dan kebutuhan asesmen keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Setelah melalui proses evaluasi dan seluruh aspek dinyatakan aman, kegiatan operasional di kedua terminal kini telah kembali berjalan dengan normal dan terkendali, setelah sebelumnya sempat terhenti kurang lebih 5 jam.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra menjelaskan bahwa penghentian operasional merupakan langkah antisipatif yang mengutamakan keselamatan.

“Kami sempat menghentikan operasional sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pekerja serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas pasca gempa. Setelah seluruh aspek dinyatakan aman, saat ini operasional di TPK Bitung dan TPK Ternate telah kembali berjalan normal dan terkendali,” jelasnya.

Wendra menegaskan bahwa pihak terminal terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait guna memastikan kondisi tetap kondusif.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran layanan serta memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar keselamatan yang berlaku,” tegasnya.

Di TPK Ternate, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa fasilitas utama berada dalam kondisi aman.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan dalam Ajang Green and Smart Port 2026

Peralatan quay container crane (QCC) tidak mengalami pergeseran, demikian pula struktur dermaga, container yard (CY), gate, serta bangunan kantor yang tetap dalam kondisi baik.

Aktivitas operasional telah kembali berjalan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Kerusakan yang ditemukan bersifat minor, berupa retakan pada dinding terminal penumpang dan tidak memengaruhi operasional secara keseluruhan.

Sementara itu, di TPK Bitung, operasional kembali berjalan secara bertahap setelah dilakukan asesmen menyeluruh.

Baca Juga: Terminal Peti Kemas Merauke Perkuat Lingkungan Kerja Bebas Narkoba

Secara umum, kondisi fasilitas dinyatakan aman, meskipun terdapat beberapa temuan yang saat ini dalam penanganan, seperti kerusakan pada rel QCC di Dermaga IV serta indikasi keretakan pada struktur trestle yang menghubungkan Dermaga IV dengan area CY.

Pergeseran pada beberapa tumpukan peti kemas juga sempat terjadi, namun tidak menimbulkan kerusakan signifikan maupun kontainer yang terjatuh.

Selama kejadian gempa hingga proses pemulihan operasional, tidak terdapat insiden kecelakaan kerja maupun korban jiwa.

PT Pelindo Terminal Petikemas akan terus memantau perkembangan situasi serta memastikan layanan kepelabuhanan tetap berjalan optimal dan aman bagi seluruh pengguna jasa.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.