Rabu, 21 Okt 2026 15:57 WIB

DPRD Surabaya: WFH Harus Terukur, Pelayanan Publik Paling Utama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Apr 2026 20:26 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Istimewa).
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Istimewa).

selalu.id - DPRD Surabaya menilai kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus dijalankan secara terukur dan tidak mengganggu pelayanan publik.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko menyatakan bahwa pada prinsipnya WFH setiap Jumat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Namun, implementasinya harus disertai sistem pengawasan yang jelas di setiap perangkat daerah.

“Kami mendukung, tetapi pelaksanaannya harus terarah. Monitoring dari masing-masing dinas penting agar kinerja ASN tetap optimal dan tidak sekadar formalitas,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Politisi yang akrab disapa Cak Yebe ini menekankan bahwa kebijakan WFH tidak boleh hanya berorientasi pada efisiensi anggaran operasional.

Lebih dari itu, program tersebut harus mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Targetnya harus jelas, misalnya pengurangan konsumsi BBM hingga 20 persen. Jadi tidak hanya efisiensi di atas kertas,” jelasnya.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Selain WFH, DPRD juga menyoroti wacana penggunaan transportasi publik bagi ASN. Menurut Yebe, kebijakan tersebut dapat menjadi langkah konkret untuk mendukung penghematan energi sekaligus mendorong peningkatan penggunaan angkutan umum di Surabaya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan itu sangat bergantung pada kualitas layanan transportasi publik, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, hingga ketepatan waktu.

“Kalau ingin ASN beralih ke transportasi publik, layanan harus benar-benar siap. Ini juga penting untuk membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Di sisi lain, Yebe mengingatkan agar skema WFH tidak sampai mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan.

“Jangan sampai masyarakat terdampak. Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal,” pungkas Yebe.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.

Ditlantas Polda Jatim Perkuat MQR, Kini Libatkan 5 Pilar Tekan Kecelakaan

Sebelumnya MQR hanya digunakan internal kepolisian untuk penempatan personel dan patroli.

SIER Perkuat Peluang Investasi Indonesia–Taiwan melalui Solusi Kawasan Industri Terintegrasi

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi.