Minggu, 06 Sep 2026 06:22 WIB

DPRD Surabaya: WFH Harus Terukur, Pelayanan Publik Paling Utama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Apr 2026 20:26 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Istimewa).
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Istimewa).

selalu.id - DPRD Surabaya menilai kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus dijalankan secara terukur dan tidak mengganggu pelayanan publik.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko menyatakan bahwa pada prinsipnya WFH setiap Jumat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Namun, implementasinya harus disertai sistem pengawasan yang jelas di setiap perangkat daerah.

“Kami mendukung, tetapi pelaksanaannya harus terarah. Monitoring dari masing-masing dinas penting agar kinerja ASN tetap optimal dan tidak sekadar formalitas,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Politisi yang akrab disapa Cak Yebe ini menekankan bahwa kebijakan WFH tidak boleh hanya berorientasi pada efisiensi anggaran operasional.

Lebih dari itu, program tersebut harus mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Targetnya harus jelas, misalnya pengurangan konsumsi BBM hingga 20 persen. Jadi tidak hanya efisiensi di atas kertas,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Selain WFH, DPRD juga menyoroti wacana penggunaan transportasi publik bagi ASN. Menurut Yebe, kebijakan tersebut dapat menjadi langkah konkret untuk mendukung penghematan energi sekaligus mendorong peningkatan penggunaan angkutan umum di Surabaya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan itu sangat bergantung pada kualitas layanan transportasi publik, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, hingga ketepatan waktu.

“Kalau ingin ASN beralih ke transportasi publik, layanan harus benar-benar siap. Ini juga penting untuk membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Di sisi lain, Yebe mengingatkan agar skema WFH tidak sampai mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan.

“Jangan sampai masyarakat terdampak. Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal,” pungkas Yebe.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.