Selasa, 21 Jul 2026 13:09 WIB

DPRD Surabaya: WFH Harus Terukur, Pelayanan Publik Paling Utama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Apr 2026 20:26 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Istimewa).
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Istimewa).

selalu.id - DPRD Surabaya menilai kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus dijalankan secara terukur dan tidak mengganggu pelayanan publik.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko menyatakan bahwa pada prinsipnya WFH setiap Jumat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Namun, implementasinya harus disertai sistem pengawasan yang jelas di setiap perangkat daerah.

“Kami mendukung, tetapi pelaksanaannya harus terarah. Monitoring dari masing-masing dinas penting agar kinerja ASN tetap optimal dan tidak sekadar formalitas,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Politisi yang akrab disapa Cak Yebe ini menekankan bahwa kebijakan WFH tidak boleh hanya berorientasi pada efisiensi anggaran operasional.

Lebih dari itu, program tersebut harus mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Targetnya harus jelas, misalnya pengurangan konsumsi BBM hingga 20 persen. Jadi tidak hanya efisiensi di atas kertas,” jelasnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Selain WFH, DPRD juga menyoroti wacana penggunaan transportasi publik bagi ASN. Menurut Yebe, kebijakan tersebut dapat menjadi langkah konkret untuk mendukung penghematan energi sekaligus mendorong peningkatan penggunaan angkutan umum di Surabaya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan itu sangat bergantung pada kualitas layanan transportasi publik, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, hingga ketepatan waktu.

“Kalau ingin ASN beralih ke transportasi publik, layanan harus benar-benar siap. Ini juga penting untuk membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Di sisi lain, Yebe mengingatkan agar skema WFH tidak sampai mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan.

“Jangan sampai masyarakat terdampak. Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal,” pungkas Yebe.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.