Minggu, 18 Okt 2026 19:15 WIB

Sengsara di Tengah Lebaran Warga Lamongan: Bergumul dengan Banjir, Kemana Pemerintah?

Warga Lamongan saat merayakan Lebaran di atas perahu. (Dok. Instagram @citra_rsaputri).
Warga Lamongan saat merayakan Lebaran di atas perahu. (Dok. Instagram @citra_rsaputri).

selalu.id - Momen perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berubah menjadi kesedihan bagi ribuan warga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Banjir yang telah berlangsung selama sekitar empat bulan masih merendam puluhan desa dan mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, sebanyak 34 desa di enam kecamatan terdampak banjir. Di antaranya Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, Glagah, dan Karanggeneng.

Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 35 sentimeter, merendam permukiman warga serta berbagai fasilitas umum.

Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Gresik-Lamongan, Ahmad Iwan Zunaih menilai banjir ini bukan sekadar bencana musiman, melainkan persoalan tahunan yang belum tertangani secara komprehensif.

“Banjir ini sudah berlangsung sekitar empat bulan dan terus berulang setiap tahun. Dampaknya sangat besar, ekonomi lumpuh, aktivitas sosial terganggu, hingga infrastruktur desa rusak,” jelasnya, Rabu (25/3/2026).

Politisi partai NasDem ini menegaskan bahwa kondisi tersebut membutuhkan penanganan serius dan kolaborasi lintas tingkat pemerintahan, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Koordinasi cepat dan langkah konkret harus segera dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat yang sudah lama terdampak.

Menurut dia, beberapa faktor menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut, di antaranya tingginya intensitas hujan, tidak optimalnya saluran pembuangan air, serta kondisi geografis desa yang berada di area yang lebih rendah dibanding wilayah lain di Lamongan.

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

“Untuk itu, kami mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis. Pertama, menambah jumlah pompa air serta mengonversi penggunaan dari bahan bakar solar ke listrik agar operasional lebih optimal dan tidak terkendala pasokan BBM,” tegasnya.

Kemudian mempercepat pengerukan Bengawan Njero, embung, serta anak-anak sungai untuk memperlancar aliran air.

Yang terpenting yakni menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak, termasuk kebutuhan sembako, layanan kesehatan, serta dukungan transportasi.

Selain itu, politisi yang akrab disapa Gus Iwan ini juga menyoroti terganggunya sektor pendidikan akibat banjir yang merendam sejumlah sekolah.

Pemerintah diminta segera mencarikan solusi agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar, termasuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang rusak.

Baca Juga: DPRD Jatim Sentil Pemprov, PPPK Paruh Waktu jangan Terus Digantung Nasibnya!

“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban banjir tahunan tanpa solusi yang jelas,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik (Darlog) BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menyebut dampak banjir tergolong signifikan.

Sebanyak 1.447 rumah warga terdampak, selain itu 12 tempat ibadah, 48 sekolah, dua kantor desa, dan dua fasilitas kesehatan turut terendam.

Sekitar 20 hektare lahan pertanian juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat genangan air yang berkepanjangan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Greget Mama, Ini Rincian Lengkapnya

Dengan demikian, harga emas Antam kembali menjauh dari level Rp3 juta per gram dan mengalami penurunan dibanding perdagangan sebelumnya.