Sabtu, 29 Agu 2026 18:33 WIB

Weton Senin Pon dan Senin Pahing: Karakter Keras dengan Jiwa Pemimpin

Ilustrasi. (Dok. Istimewa).
Ilustrasi. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Tradisi Jawa memiliki banyak kekayaan budaya yang sarat makna, termasuk dalam memahami karakter seseorang melalui "weton" atau hari kelahirannya.

Dua weton yang menarik perhatian adalah Senin Pon dan Senin Pahing. Weton ini diyakini membawa karakter dan nasib unik bagi pemiliknya, mulai dari sifat keras hingga potensi kepemimpinan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini: Akhir Agustus Ada Kejutan Menarik, Siapkan Strategimu

Orang yang lahir pada weton Senin Pon dikenal memiliki sifat keras hati dan sulit didikte. Mereka cenderung menolak pendapat orang lain jika merasa tidak sesuai dengan logika mereka.

Dengan kecerdasan yang tajam, orang-orang ini mampu meyakinkan banyak pihak dengan argumen mereka.

Menurut kepercayaan, bayi yang lahir di Senin Pon dipercaya membawa keberuntungan bagi keluarga, terutama bila sang ayah memiliki neptu tertentu, seperti Selasa Wage atau Senin Legi.

Sebaliknya, Senin Pahing dikaitkan dengan karakter yang tegas, bahkan terkadang takabur dan suka membantah. Namun, di balik sisi kerasnya, mereka yang lahir di Senin Pahing diyakini memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Angka Keberuntungan Datang, Yang Jomblo Siap-siap Dapet Cewek

Sifat dermawan dan ketulusan mereka sering membuat mereka dihormati sebagai pelindung bagi keluarga dan orang-orang terdekat.

Dalam hal jodoh, orang dengan weton Senin Pon dan Senin Pahing disebut akan memiliki kehidupan rumah tangga yang langgeng jika berjodoh dengan weton tertentu, seperti Selasa Legi atau Jumat Pon.

Hubungan ini diyakini membawa kebahagiaan, keberlimpahan rezeki, dan anak-anak yang berbakti.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini: Soal Percintaan Kurang Baik, Tapi Ada Kerjaan Bagus

Bagi masyarakat Jawa, weton bukan sekadar penanda hari lahir, tetapi juga bagian dari filosofi kehidupan.

"Sifat keras dan keteguhan hati mereka pada akhirnya dapat menjadi kekuatan yang membawa keberuntungan bagi keluarga dan orang-orang di sekitar mereka," kata seorang budayawan Jawa.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gus Salam Ungkap Muktamar ke-35 NU Diwarnai Kekerasan Panitia ke Peserta

Gus Salam menyebut bentuk kekerasan yang dialami korban berupa pemukulan. Hingga saat ini, kata dia, terdapat satu orang yang menjadi korban.

Hadapi Porprov 2027 dan PON 2028, Ju-Jitsu Surabaya Diminta Kompak

Menurut Cak Yebe, persatuan antarperguruan menjadi modal penting menghadapi dua agenda besar olahraga.

Tarung Derajat Antarpelajar BHS Cup III 2026 Bisa jadi Gerbang ke PON

Atlet yang menunjukkan potensi di BHS Cup III dapat terus dibina untuk menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi. Salah satunya Pra-PON 2027 dan PON 2028.

Dituduh Lecehkan Karyawan, Bos Restoran WNA Korea Anggap Dirinya Tak Bersalah dan Janji Koperatif 

Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya telah memeriksa dua korban dugaan kekerasan seksual dan pelecehan yang diduga dilakukan Son Sung Kyung.

Jawab Tantangan Era Mobil Listrik, Organda Surabaya Siapkan Skema DP Nol untuk Pemilik Angkot

Organda tengah menyiapkan terobosan agar pemilik angkutan kota bisa memiliki kendaraan listrik dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan pertama yang seharusnya dilaksanakan Kamis pekan sebelumnya.