Minggu, 19 Jul 2026 14:03 WIB

Nikmatnya Tradisi Hidangan Tape Ketan Hitam saat Lebaran di Mojokerto 

Suasana lebatan Idul Fitri dengan hidangan Tape Katan Hitam ala warga desa Kembanganringgit Mojokerto.
Suasana lebatan Idul Fitri dengan hidangan Tape Katan Hitam ala warga desa Kembanganringgit Mojokerto.

selalu.id - Makan tape ketan hitam ketika bersilaturahmi saat lebaran Idul Fitri menjadi tradisi di Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Berbeda dengan sajian atau hidangan di tempat lainnya, tape ketan hitam ini menjadi favorit atau primadona saat keluarga atau tamu luar desa yang bersilaturahmi di momen Idul Fitri.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Aroma khas fermentasi yang lembut berpadu dengan rasa manis yang legit, menghadirkan pengalaman berbeda bagi siapa saja yang mencicipinya.

Salah satu tamu yang datang bersilaturahmi, Rizka Andini mengatakan, menu sajian tape ketan hitam ini selalu meninggalkan kesan mendalam lantaran memiliki citarasa khas yang berbeda.

"Lebaran tahun ini sangat mengesankan karena di sini disuguhi tape ketan hitam,” kata Rizka saat bersilaturahmi, Sabtu (21/3/2026).

Ia mengaku, sejak dirinya masih dini tradisi seperti ini sudah ada dan hingga sekarang telah melekat dalam ingatannya.

“Sejak saya dari kecil dulu mesti disuguhi ini, biar terasa berbeda saja,” tambahnya.

Menurutnya, rasa tape ketan hitam buatan saudara dari nenek kandungnya ini memiliki keunikan tersendiri.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Rasanya manis, berbeda dari ketan hitam yang biasa dijual,” tandasnya.

Di balik kelezatan tape tersebut, ada proses panjang yang dijaga turun-temurun. Seperti yang disampaikan Vivi Nur Rahmawati, salah satu pemilik rumah yang rutin menyajikan hidangan ini saat Lebaran, menuturkan bahwa tradisi tersebut diwarisi dari orang tuanya.

“Ya karena memang ini turun-temurun. Biasanya ibu itu membuat tape ketan hitam,” ujarnya.

Selama momen Lebaran, Vivi bahkan bisa mengolah hingga empat kilogram beras ketan hitam untuk memenuhi permintaan para tamu. Proses pembuatannya pun tidak instan. Beras ketan harus direndam semalaman, lalu diberi ragi dan didiamkan selama dua hari hingga menghasilkan tape yang sempurna.

Baca Juga: Pria yang Sering Curi Motor di Mojokerto Ditangkap, Ini Tampangnya

“Bikin sendiri, bahan dasar ketan hitam direndam semalam terus diberikan ragi hingga dua hari,” jelasnya.

Tak heran jika sajian ini selalu menjadi incaran para tamu.

“Dan antusias tamu-tamu itu selalu yang ditanyakan tape ketan hitam ini,” tambah Vivi.

Lebih dari sekadar hidangan, tape ketan hitam di Desa Kembanganringgit telah menjadi simbol kehangatan dan identitas tradisi Lebaran setempat. Di setiap suapan manisnya, tersimpan cerita tentang warisan keluarga, kebersamaan, dan rasa rindu yang hanya bisa terobati saat hari raya tiba.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.

Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

"Dari pembayaran bunga itu saja, total yang sudah dibayarkan Rp1,5 juta. Tapi hutang pokok belum lunas,” aku IR kepada awak media.

Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim

Kasus ini bermula saat RI sangat membutuhkan biaya pengobatan darurat untuk anak pertamanya yang mengidap penyakit Autoimun dan ASD.

Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Ali menjelaskan seluruh aspirasi yang diterima dari masyarakat nantinya akan diperjuangkan melalui kader-kader Golkar.

Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan 4 Paket Umrah untuk Warga

Kegiatan yang akan dipusatkan di kawasan Alun-Alun Sidoarjo tersebut menjadi ruang berkumpul bagi para pencinta sepak bola di Kota Delta.