Senin, 20 Jul 2026 12:35 WIB

Refleksi Idul Fitri di Balai Kota Surabaya, Wali Kota Eri Ingatkan Persatuan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 21 Mar 2026 15:59 WIB
Suasana Salat Id di Balai Kota Surabaya. (Dok.Diskominfo Surabaya) 
Suasana Salat Id di Balai Kota Surabaya. (Dok.Diskominfo Surabaya) 

selalu.id - Gema takbir mengiringi ribuan jemaah yang memadati halaman Balai Kota Surabaya untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Ibadah berlangsung khidmat di bawah langit cerah dan menjadi momentum memperkuat persatuan di tengah perbedaan.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Salat dimulai pukul 06.00 WIB dengan imam Ustaz Muhammad Anwari, seorang qori nasional. Sementara khotbah disampaikan oleh Abdul Kadir Riyadi yang menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya menegaskan bahwa persatuan menjadi fondasi utama kemajuan Kota Pahlawan. 

Ia mengajak seluruh warga mengedepankan kebersamaan dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan.

"Persatuan itu lebih penting. Kita harus bekerja bersama, bukan bekerja sendiri-sendiri. Bukan mencari siapa yang mengejar popularitas atau siapa yang terbaik, tapi bagaimana dengan kebersamaan itu kita bisa mencapai hasil maksimal bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Cak Eri, sapaan akrabnya, juga mengapresiasi tingginya toleransi warga Surabaya. Ia mencontohkan perayaan Idul Fitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi berjalan harmonis.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

"Alhamdulillah, toleransi di Surabaya luar biasa. Kemarin saat Nyepi, warga yang merayakan takbiran di masjid menghormati umat Hindu dengan tidak menggunakan pengeras suara luar dan tidak mengadakan takbir keliling di sekitar tempat ibadah umat Hindu," ungkapnya.

Terkait perbedaan waktu pelaksanaan Salat Id, ia meminta masyarakat tidak memperdebatkannya. Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang wajar dan harus disikapi dengan saling menghormati.

"Ada yang salat kemarin, ada yang hari ini. Perbedaan itu adalah keindahan, jangan pernah saling menyalahkan," tambahnya.

Baca Juga: SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

Dalam khotbahnya, Abdul Kadir Riyadi menguraikan empat pilar misi kemanusiaan Nabi Muhammad SAW sebagai dasar membangun peradaban. 

Ia menekankan pentingnya menjaga perdamaian agar aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi tetap berjalan.

“Marilah kita pastikan Kota Surabaya ini menjadi kota yang menyebarkan virus-virus positif berupa kedamaian, ketentraman dan keamanan,” terangnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.