Jumat, 04 Sep 2026 12:52 WIB

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Pemerintah saat umumkan penetapan Idulfitri 1447 H. (Dok. Kemenag for selalu.id).
Pemerintah saat umumkan penetapan Idulfitri 1447 H. (Dok. Kemenag for selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Agama (Menang) Nasaruddin Umar melalui kanal resmi Kementerian Agama RI (Kemenag) pada Kamis, 19 Maret 2026, setelah menggelar sidang isbat bersama berbagai unsur terkait.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Dikabarkan Mundur dari Jabatannya Demi Kursi PBNU, Berikut Ini Faktanya

Sidang isbat tersebut melibatkan pakar falak, organisasi masyarakat Islam, perwakilan lembaga negara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, serta Komisi VIII DPR.

Nasaruddin menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada dua pijakan utama, yaitu data hisab astronomi dan hasil rukyat atau pengamatan langsung di lapangan.

Menurut Nasaruddin, data hisab menunjukkan posisi hilal di seluruh Indonesia belum memenuhi standar visibilitas yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

"Kriteria yang ditetapkan mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, namun hasil pengukuran hari ini masih berada di bawah ambang batas tersebut," jelasnya.

Selain mengandalkan hitungan astronomi, Kemenag juga menurunkan tim rukyat di sedikitnya 117 titik pengamatan yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Hasilnya seragam: tidak ada satu pun laporan yang menyatakan hilal berhasil terlihat secara visual.

Baca Juga: Kemenag Jatim Turun Gunung Geber Masjid 2026, Bahtiar: Momentum Hidupkan Gotong Royong!

“Berdasarkan hasil hisab dan konfirmasi rukyat di lapangan, hilal tidak terlihat. Karena itu kita menyempurnakan bulan Ramadan menjadi 30 hari,” kata Nasaruddin.

Sementara Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan prinsip kehati-hatian.

Menurutnya, jika secara hisab hilal tidak mungkin terlihat dan di lapangan juga tidak ada laporan pengamatan yang berhasil, maka langkah yang tepat adalah melakukan istikmal atau penyempurnaan bulan.

“Yang ragu ditinggalkan, yang yakin dipegang. Dalam kondisi ini, keyakinannya adalah hilal memang belum bisa dirukyat,” tegasnya.

Baca Juga: Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Pemerintah juga menegaskan bahwa penetapan awal bulan hijriah merupakan kewenangan otoritas resmi negara demi menjaga keseragaman umat.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap saling menghormati jika terdapat perbedaan penentuan hari raya di beberapa kalangan.

Semangat kebersamaan yang terjalin selama bulan Ramadan diharapkan tetap terjaga dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Dengan keputusan ini, umat Islam di seluruh Indonesia diharapkan dapat merayakan Idulfitri secara serentak, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.