Senin, 20 Jul 2026 12:34 WIB

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Pemerintah saat umumkan penetapan Idulfitri 1447 H. (Dok. Kemenag for selalu.id).
Pemerintah saat umumkan penetapan Idulfitri 1447 H. (Dok. Kemenag for selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Agama (Menang) Nasaruddin Umar melalui kanal resmi Kementerian Agama RI (Kemenag) pada Kamis, 19 Maret 2026, setelah menggelar sidang isbat bersama berbagai unsur terkait.

Baca Juga: Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Sidang isbat tersebut melibatkan pakar falak, organisasi masyarakat Islam, perwakilan lembaga negara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, serta Komisi VIII DPR.

Nasaruddin menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada dua pijakan utama, yaitu data hisab astronomi dan hasil rukyat atau pengamatan langsung di lapangan.

Menurut Nasaruddin, data hisab menunjukkan posisi hilal di seluruh Indonesia belum memenuhi standar visibilitas yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

"Kriteria yang ditetapkan mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, namun hasil pengukuran hari ini masih berada di bawah ambang batas tersebut," jelasnya.

Selain mengandalkan hitungan astronomi, Kemenag juga menurunkan tim rukyat di sedikitnya 117 titik pengamatan yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Hasilnya seragam: tidak ada satu pun laporan yang menyatakan hilal berhasil terlihat secara visual.

Baca Juga: 1.752 CPNS Kanwil Kemenag Jatim Resmi Diangkat Jadi PNS

“Berdasarkan hasil hisab dan konfirmasi rukyat di lapangan, hilal tidak terlihat. Karena itu kita menyempurnakan bulan Ramadan menjadi 30 hari,” kata Nasaruddin.

Sementara Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan prinsip kehati-hatian.

Menurutnya, jika secara hisab hilal tidak mungkin terlihat dan di lapangan juga tidak ada laporan pengamatan yang berhasil, maka langkah yang tepat adalah melakukan istikmal atau penyempurnaan bulan.

“Yang ragu ditinggalkan, yang yakin dipegang. Dalam kondisi ini, keyakinannya adalah hilal memang belum bisa dirukyat,” tegasnya.

Baca Juga: Menteri Agama: Tidak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual!

Pemerintah juga menegaskan bahwa penetapan awal bulan hijriah merupakan kewenangan otoritas resmi negara demi menjaga keseragaman umat.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap saling menghormati jika terdapat perbedaan penentuan hari raya di beberapa kalangan.

Semangat kebersamaan yang terjalin selama bulan Ramadan diharapkan tetap terjaga dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Dengan keputusan ini, umat Islam di seluruh Indonesia diharapkan dapat merayakan Idulfitri secara serentak, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.