Selasa, 20 Okt 2026 09:25 WIB

Kasus Suspek Campak di Tulungagung Tinggi, DPRD Jatim Ingatkan Potensi KLB

Ilustrasi Campak. (Dok. Freepik).
Ilustrasi Campak. (Dok. Freepik).

selalu.id - Meningkatnya kasus suspek campak di Jawa Timur menjadi perhatian DPRD Provinsi Jatim, terutama setelah ditemukan 38 kasus di Kabupaten Tulungagung pada periode Januari hingga Februari 2026, dan satu kasus terkonfirmasi positif.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas mengingatkan potensi kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah dan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera mengambil langkah strategis.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

“Tren kenaikan kasus tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, bahkan beberapa daerah pernah mengalami KLB. Ini harus menjadi atensi serius agar penyebaran tidak semakin meluas,” kata Puguh saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, serta melakukan pemetaan wilayah berbasis tingkat risiko penyebaran.

Wilayah akan dikelompokkan menjadi zona merah, kuning, dan hijau dengan indikator utama capaian imunisasi.

Puguh menekankan pentingnya percepatan program imunisasi campak-rubella secara masif melalui pendekatan jemput bola di sekolah, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Selain itu, pengawasan dan deteksi dini perlu ditingkatkan melalui sistem surveilans kesehatan yang sistematis di seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik.

“Semua fasilitas kesehatan harus aktif memantau gejala awal seperti demam, ruam, batuk pilek, dan mata merah. Dengan database yang kuat, respons cepat bisa dilakukan jika ada kasus,” jelasnya.

Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat khususnya orang tua mengenai pentingnya imunisasi perlu digencarkan dengan melibatkan kader kesehatan desa, puskesmas pembantu, dan organisasi masyarakat.

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

Puguh juga mengingatkan bahwa momentum mudik Lebaran yang akan datang berpotensi mempercepat penularan akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan menyampaikan bahwa jumlah kasus suspek campak awal tahun 2026 meningkat tajam dari 12 kasus pada periode yang sama tahun 2025.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.