Kasus Suspek Campak di Tulungagung Tinggi, DPRD Jatim Ingatkan Potensi KLB
- Penulis : Dony Maulana
- | Selasa, 17 Mar 2026 18:37 WIB
selalu.id - Meningkatnya kasus suspek campak di Jawa Timur menjadi perhatian DPRD Provinsi Jatim, terutama setelah ditemukan 38 kasus di Kabupaten Tulungagung pada periode Januari hingga Februari 2026, dan satu kasus terkonfirmasi positif.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas mengingatkan potensi kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah dan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera mengambil langkah strategis.
Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba
“Tren kenaikan kasus tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, bahkan beberapa daerah pernah mengalami KLB. Ini harus menjadi atensi serius agar penyebaran tidak semakin meluas,” kata Puguh saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, serta melakukan pemetaan wilayah berbasis tingkat risiko penyebaran.
Wilayah akan dikelompokkan menjadi zona merah, kuning, dan hijau dengan indikator utama capaian imunisasi.
Puguh menekankan pentingnya percepatan program imunisasi campak-rubella secara masif melalui pendekatan jemput bola di sekolah, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.
Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat
Selain itu, pengawasan dan deteksi dini perlu ditingkatkan melalui sistem surveilans kesehatan yang sistematis di seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik.
“Semua fasilitas kesehatan harus aktif memantau gejala awal seperti demam, ruam, batuk pilek, dan mata merah. Dengan database yang kuat, respons cepat bisa dilakukan jika ada kasus,” jelasnya.
Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat khususnya orang tua mengenai pentingnya imunisasi perlu digencarkan dengan melibatkan kader kesehatan desa, puskesmas pembantu, dan organisasi masyarakat.
Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah
Puguh juga mengingatkan bahwa momentum mudik Lebaran yang akan datang berpotensi mempercepat penularan akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan menyampaikan bahwa jumlah kasus suspek campak awal tahun 2026 meningkat tajam dari 12 kasus pada periode yang sama tahun 2025.
Editor : Zein Muhammad