Selasa, 21 Jul 2026 18:47 WIB

Kasus Suspek Campak di Tulungagung Tinggi, DPRD Jatim Ingatkan Potensi KLB

Ilustrasi Campak. (Dok. Freepik).
Ilustrasi Campak. (Dok. Freepik).

selalu.id - Meningkatnya kasus suspek campak di Jawa Timur menjadi perhatian DPRD Provinsi Jatim, terutama setelah ditemukan 38 kasus di Kabupaten Tulungagung pada periode Januari hingga Februari 2026, dan satu kasus terkonfirmasi positif.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas mengingatkan potensi kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah dan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera mengambil langkah strategis.

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

“Tren kenaikan kasus tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, bahkan beberapa daerah pernah mengalami KLB. Ini harus menjadi atensi serius agar penyebaran tidak semakin meluas,” kata Puguh saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, serta melakukan pemetaan wilayah berbasis tingkat risiko penyebaran.

Wilayah akan dikelompokkan menjadi zona merah, kuning, dan hijau dengan indikator utama capaian imunisasi.

Puguh menekankan pentingnya percepatan program imunisasi campak-rubella secara masif melalui pendekatan jemput bola di sekolah, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Selain itu, pengawasan dan deteksi dini perlu ditingkatkan melalui sistem surveilans kesehatan yang sistematis di seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik.

“Semua fasilitas kesehatan harus aktif memantau gejala awal seperti demam, ruam, batuk pilek, dan mata merah. Dengan database yang kuat, respons cepat bisa dilakukan jika ada kasus,” jelasnya.

Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat khususnya orang tua mengenai pentingnya imunisasi perlu digencarkan dengan melibatkan kader kesehatan desa, puskesmas pembantu, dan organisasi masyarakat.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

Puguh juga mengingatkan bahwa momentum mudik Lebaran yang akan datang berpotensi mempercepat penularan akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan menyampaikan bahwa jumlah kasus suspek campak awal tahun 2026 meningkat tajam dari 12 kasus pada periode yang sama tahun 2025.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.