Sabtu, 05 Sep 2026 04:50 WIB

Kasus Suspek Campak di Tulungagung Tinggi, DPRD Jatim Ingatkan Potensi KLB

Ilustrasi Campak. (Dok. Freepik).
Ilustrasi Campak. (Dok. Freepik).

selalu.id - Meningkatnya kasus suspek campak di Jawa Timur menjadi perhatian DPRD Provinsi Jatim, terutama setelah ditemukan 38 kasus di Kabupaten Tulungagung pada periode Januari hingga Februari 2026, dan satu kasus terkonfirmasi positif.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas mengingatkan potensi kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah dan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera mengambil langkah strategis.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

“Tren kenaikan kasus tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, bahkan beberapa daerah pernah mengalami KLB. Ini harus menjadi atensi serius agar penyebaran tidak semakin meluas,” kata Puguh saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, serta melakukan pemetaan wilayah berbasis tingkat risiko penyebaran.

Wilayah akan dikelompokkan menjadi zona merah, kuning, dan hijau dengan indikator utama capaian imunisasi.

Puguh menekankan pentingnya percepatan program imunisasi campak-rubella secara masif melalui pendekatan jemput bola di sekolah, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Selain itu, pengawasan dan deteksi dini perlu ditingkatkan melalui sistem surveilans kesehatan yang sistematis di seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik.

“Semua fasilitas kesehatan harus aktif memantau gejala awal seperti demam, ruam, batuk pilek, dan mata merah. Dengan database yang kuat, respons cepat bisa dilakukan jika ada kasus,” jelasnya.

Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat khususnya orang tua mengenai pentingnya imunisasi perlu digencarkan dengan melibatkan kader kesehatan desa, puskesmas pembantu, dan organisasi masyarakat.

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

Puguh juga mengingatkan bahwa momentum mudik Lebaran yang akan datang berpotensi mempercepat penularan akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan menyampaikan bahwa jumlah kasus suspek campak awal tahun 2026 meningkat tajam dari 12 kasus pada periode yang sama tahun 2025.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.