Minggu, 06 Sep 2026 08:10 WIB

Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah, Bikin Was-was

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 16 Mar 2026 22:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok. Instagram @airlanggahartarto).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok. Instagram @airlanggahartarto).

selalu.id - Konflik Timur Tengah belum usai. Bagaimana kondisi ekonomi Indonesia di tengah gejolak tersebut? Baik-baik saja atau bikin was-was?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa berdasarkan indikator makro ekonomi menunjukkan bahwa Indonesia masih kuat. 

Baca Juga: Gejolak Dunia Picu Peralihan Mobil Dinas ke Listrik

Seperti diketahui bahwa dampak dari perang tersebut adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang mencapai di atas US$100 per barel. Sehingga menimbulkan kekhawatiran kenaikan inflasi global, penurunan daya beli masyarakat, hingga krisis ekonomi. 

Pertama, dari sisi daya beli masyarakat Airlangga menunjukkan bahwa konsumsi domestik dan Mandiri Spending Index masih berada di level yang baik.

"Kita punya konsumsi domestik itu masih kuat, masih 54�ri PDB, dan Mandiri Spending Index sudah 360,7, itu tinggi. Kalau kita lihat ke pasar-pasar atau ke mall ramai, dan program diskon dari Bina Belanja di Indonesia saja juga jalan terus. Apalagi THR sudah digelontorkan, sudah cair, sehingga daya beli masyarakat terasa baik," ungkapnya kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Airlangga menekankan bahwa utang negara sebesar 40�ri PDB, atau di bawah batas aman 60%.

"Rasio utang luar negeri ini 29,9% itu utang yang luar negeri. Utang dalam negeri ada sekitar 10% lagi, jadi total utang kita 40%," jelasnya.

Selain itu, tingkat cadangan devisa Indonesia juga disebutkan oleh Airlangga masih mampu mencukupi 6 bulan impor. 

Baca Juga: Harga Pupuk Nonsubsidi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, DPRD Jatim: Ini Sangat Berbahaya!

Kemudian indeks manufaktur Indonesia dijelaskan Airlangga berada dalam posisi yang tinggi, yakni 53,8 yang menurutnya sebagai indikasi bahwa adanya kepercayaan berusaha bagi usaha pengolahan.

"Dari segi manufaktur juga baik 53,8. Ini sebetulnya all time high, ini tertinggi. Artinya para manufaktur ini optimis dengan berbagai perjanjian yang ditandatangani, sehingga mereka punya kepercayaan tinggi terhadap apa yang dijalankan oleh pemerintah," papar Airlangga.

Ia mengatakan saat terjadi gejolak ekonomi dunia saat ini, peran APBN sebagai shock absorber pun berjalan dengan baik.

"APBN tetap bekerja sebagai shock absorber dalam bentuk bantuan pangan Rp11,92 triliun dan juga memberikan THR, baik ASN, TNI, Polri, kemudian transportasi, subsidi, dan BBM," sebut Airlangga.

Baca Juga: Wakil PM Australia Diam-diam Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Ada Apa?

Kemudian dari pendapatan pajak per Februari tumbuh kuat 30,4 persen. Jadi ini juga sebuah capaian yang bagus dan defisit APBN terkendali 0,53 persen dari PBB. 

"Artinya secara makro, walaupun dalam situasi krisis perang, secara makro kita tetap kuat dan solid," tambahnya.

Dengan kondisi internal yang menurutnya masih solid, Airlangga sendiri masih yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,5% pada 2026.

"Jadi dengan angka-angka ini cukup optimis pertumbuhan bisa di sekitar 5,5%," tandas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.