Minggu, 18 Okt 2026 19:14 WIB

Harga Pupuk Nonsubsidi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, DPRD Jatim: Ini Sangat Berbahaya!

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).

selalu.id - Harga pupuk nonsubsidi dan pestisida berbahan baku impor di Jawa Timur melonjak hingga 10–30 persen.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro mengungkapkan bahwa kenaikan ini dipicu gangguan rantai pasok global akibat eskalasi konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan kekuatan sekutu termasuk Amerika Serikat.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Hal ini berdampak pada biaya logistik dan asuransi kapal laut internasional. Kondisi tersebut disebut sebagai alarm dini bagi sektor pertanian nasional.

"Perang di Timur Tengah bukan hanya isu geopolitik jauh, tapi sudah menyentuh harga input produksi petani dan berpotensi memengaruhi piring nasi masyarakat," jelas Erjik, Selasa (31/3/2026).

Politisi dari fraksi PKB ini mengatakan, lonjakan harga input pertanian berpotensi menciptakan double shock pada ketahanan pangan.

Selain beban biaya produksi yang meningkat tajam, ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur juga siap menurunkan produktivitas panen.

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

"Jika tidak segera ditangani, kenaikan biaya produksi akan berdampak pada lonjakan harga beras dan bahan pangan lainnya. Ditambah dengan risiko kekeringan, ini kombinasi yang sangat berbahaya," tegasnya.

DPRD Jatim pun mendesak pemerintah pusat dan provinsi untuk mengambil langkah mitigasi konkret dengan tiga rekomendasi utama: Memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk subsidi berjalan lancar agar petani tidak terpaksa membeli produk nonsubsidi yang lebih mahal.

Meningkatkan infrastruktur pendukung pertanian seperti pompa air dan sistem irigasi untuk mengantisipasi kekeringan.

Baca Juga: Keselamatan Jemaah Umrah Prioritas, Kemenhaj RI: Batasi Perjalanan di Saudi

Kemudian melaksanakan operasi pasar secara proaktif untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.

"Ketahanan pangan adalah fondasi pertahanan negara. Semua stakeholder harus bersinergi dan bertindak cepat sebelum dampak menjadi lebih luas," tandas Erjik.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Greget Mama, Ini Rincian Lengkapnya

Dengan demikian, harga emas Antam kembali menjauh dari level Rp3 juta per gram dan mengalami penurunan dibanding perdagangan sebelumnya.