Selasa, 20 Okt 2026 08:17 WIB

Sukses Ternak Tikus Putih, Pria di Mojokerto Raup Cuan Jutaan Rupiah

Agung Saputro saat melihat tikus putih yang diternak.
Agung Saputro saat melihat tikus putih yang diternak.

selalu.id - Seorang pria sukses ternak tikus putih atau nama ilmiahnya Rattus Norvegicus dan meraup cuan jutaan rupiah setiap bulannya.

Agung Saputro (30) berhasil membudidayakan tikus putih setelah dirinya memutuskan keluar dari pabrik kerupuk tempat kerjanya.

Baca Juga: 5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Ia melakukan budidaya tikus putih sejak tahun 2017 atau sudah delapan tahun. Agung yang awalnya seorang pecinta reptil ular dan memelihara elang merasa kesulitan untuk mencari makan untuk hewan peliharaannya.

"Awalnya dari teman-teman reptil Mojokerto. Waktu itu kebutuhan pakan sangat tinggi di komunitas dan susah untuk mencari. Jadi saya berinisiatif ternak tikus putih ini untuk komunitas reptil di Mojokerto," kata Agung, Minggu (15/3/2026).

Pria warga Dusun Banyu Biru, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini menjelaskan, tikus putih ini untuk pakan hewan reptil.

"Awal beternak itu 50 ekor terus berkembang sampai sekarang jumlah keseluruhan 200 indukan kurang lebih. Sudah berjalan tujuh tahun. Pakan ular, biawak ada yang buat kura-kura, elang, burung hantu, alap-alap," ungkapnya.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Menurut pria yang masih bujang ini, untuk perawatan tikus putih sangatlah mudah. Dirinya hanya memberikan makan sisa nasi dicampurkan dengan pur satu kali sehari.

"Perawatannya mudah, biasanya diberi makan satu kali sehari waktu maghrib malam untuk pembersihan kandang satu minggu sekali ganti alas (sekam)," terangnya.

Di kandang yang berukuran 5 x 6 meter, Agung membudidayakan tikus putih dengan cara koloni yakni 3 pejantan berbanding 12 betina yang ditaruh di rak kayu.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

"Satu indukan bisa melahirkan 12 anakan itu maksimal, minimal 6 ekor. Usia produktifnya satu tahun saya avkirkan kalau disini. Dikirim paling jauh ke Kalimantan, Palangkaraya sama Jakarta Selatan," ujarnya.

Selain untuk pakan hewan reptil, tikus putih yang berukuran besar atau avkir bisa digunakan untuk praktikum di kampus-kampus farmasi dan kedokteran.

"Tiap bulan bisa 100 ekor kalau panen, kalau omzet kisaran tujuh juta. Prospek Prospeknya ya lumayan," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).