Kamis, 03 Sep 2026 15:17 WIB

Sukses Ternak Tikus Putih, Pria di Mojokerto Raup Cuan Jutaan Rupiah

Agung Saputro saat melihat tikus putih yang diternak.
Agung Saputro saat melihat tikus putih yang diternak.

selalu.id - Seorang pria sukses ternak tikus putih atau nama ilmiahnya Rattus Norvegicus dan meraup cuan jutaan rupiah setiap bulannya.

Agung Saputro (30) berhasil membudidayakan tikus putih setelah dirinya memutuskan keluar dari pabrik kerupuk tempat kerjanya.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Ia melakukan budidaya tikus putih sejak tahun 2017 atau sudah delapan tahun. Agung yang awalnya seorang pecinta reptil ular dan memelihara elang merasa kesulitan untuk mencari makan untuk hewan peliharaannya.

"Awalnya dari teman-teman reptil Mojokerto. Waktu itu kebutuhan pakan sangat tinggi di komunitas dan susah untuk mencari. Jadi saya berinisiatif ternak tikus putih ini untuk komunitas reptil di Mojokerto," kata Agung, Minggu (15/3/2026).

Pria warga Dusun Banyu Biru, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini menjelaskan, tikus putih ini untuk pakan hewan reptil.

"Awal beternak itu 50 ekor terus berkembang sampai sekarang jumlah keseluruhan 200 indukan kurang lebih. Sudah berjalan tujuh tahun. Pakan ular, biawak ada yang buat kura-kura, elang, burung hantu, alap-alap," ungkapnya.

Baca Juga: Melihat Keseruan Tradisi Rombekan Tabur Uang Peringati Maulid Nabi Muhammad di Mojokerto

Menurut pria yang masih bujang ini, untuk perawatan tikus putih sangatlah mudah. Dirinya hanya memberikan makan sisa nasi dicampurkan dengan pur satu kali sehari.

"Perawatannya mudah, biasanya diberi makan satu kali sehari waktu maghrib malam untuk pembersihan kandang satu minggu sekali ganti alas (sekam)," terangnya.

Di kandang yang berukuran 5 x 6 meter, Agung membudidayakan tikus putih dengan cara koloni yakni 3 pejantan berbanding 12 betina yang ditaruh di rak kayu.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

"Satu indukan bisa melahirkan 12 anakan itu maksimal, minimal 6 ekor. Usia produktifnya satu tahun saya avkirkan kalau disini. Dikirim paling jauh ke Kalimantan, Palangkaraya sama Jakarta Selatan," ujarnya.

Selain untuk pakan hewan reptil, tikus putih yang berukuran besar atau avkir bisa digunakan untuk praktikum di kampus-kampus farmasi dan kedokteran.

"Tiap bulan bisa 100 ekor kalau panen, kalau omzet kisaran tujuh juta. Prospek Prospeknya ya lumayan," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.