Minggu, 19 Jul 2026 20:13 WIB

Sukses Ternak Tikus Putih, Pria di Mojokerto Raup Cuan Jutaan Rupiah

Agung Saputro saat melihat tikus putih yang diternak.
Agung Saputro saat melihat tikus putih yang diternak.

selalu.id - Seorang pria sukses ternak tikus putih atau nama ilmiahnya Rattus Norvegicus dan meraup cuan jutaan rupiah setiap bulannya.

Agung Saputro (30) berhasil membudidayakan tikus putih setelah dirinya memutuskan keluar dari pabrik kerupuk tempat kerjanya.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ia melakukan budidaya tikus putih sejak tahun 2017 atau sudah delapan tahun. Agung yang awalnya seorang pecinta reptil ular dan memelihara elang merasa kesulitan untuk mencari makan untuk hewan peliharaannya.

"Awalnya dari teman-teman reptil Mojokerto. Waktu itu kebutuhan pakan sangat tinggi di komunitas dan susah untuk mencari. Jadi saya berinisiatif ternak tikus putih ini untuk komunitas reptil di Mojokerto," kata Agung, Minggu (15/3/2026).

Pria warga Dusun Banyu Biru, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini menjelaskan, tikus putih ini untuk pakan hewan reptil.

"Awal beternak itu 50 ekor terus berkembang sampai sekarang jumlah keseluruhan 200 indukan kurang lebih. Sudah berjalan tujuh tahun. Pakan ular, biawak ada yang buat kura-kura, elang, burung hantu, alap-alap," ungkapnya.

Baca Juga: Pria yang Sering Curi Motor di Mojokerto Ditangkap, Ini Tampangnya

Menurut pria yang masih bujang ini, untuk perawatan tikus putih sangatlah mudah. Dirinya hanya memberikan makan sisa nasi dicampurkan dengan pur satu kali sehari.

"Perawatannya mudah, biasanya diberi makan satu kali sehari waktu maghrib malam untuk pembersihan kandang satu minggu sekali ganti alas (sekam)," terangnya.

Di kandang yang berukuran 5 x 6 meter, Agung membudidayakan tikus putih dengan cara koloni yakni 3 pejantan berbanding 12 betina yang ditaruh di rak kayu.

Baca Juga: Gara-gara Bambang, Ribuan Siswa di Mojokerto Kini Tak Dapat MBG

"Satu indukan bisa melahirkan 12 anakan itu maksimal, minimal 6 ekor. Usia produktifnya satu tahun saya avkirkan kalau disini. Dikirim paling jauh ke Kalimantan, Palangkaraya sama Jakarta Selatan," ujarnya.

Selain untuk pakan hewan reptil, tikus putih yang berukuran besar atau avkir bisa digunakan untuk praktikum di kampus-kampus farmasi dan kedokteran.

"Tiap bulan bisa 100 ekor kalau panen, kalau omzet kisaran tujuh juta. Prospek Prospeknya ya lumayan," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.