Parkir di Surabaya Mulai Non Tunai, Upah Jukir Bakal Langsung Masuk ke Rekening
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 15 Mar 2026 14:54 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menerapkan sistem parkir non tunai atau digital secara bertahap di berbagai titik parkir resmi.
Melalui sistem ini, pembagian hasil parkir antara pemerintah dan juru parkir (jukir) diklaim lebih transparan.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan digitalisasi parkir tidak hanya bertujuan mempermudah pembayaran masyarakat, tetapi juga memastikan sistem bagi hasil yang jelas bagi para jukir.
“Prosedur bagi hasilnya 60 persen untuk Pemkot dan 40 persen untuk jukir. Pembagiannya langsung masuk ke rekening masing-masing jukir,” kata Trio saat sosialisasi parkir digital di Taman Bungkul dan Taman Apsari, Sabtu (14/3/2026) malam.
Menurutnya, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan parkir sekaligus menjaga kesejahteraan para jukir di lapangan.
Untuk mendukung hal tersebut, Dishub juga membantu para jukir membuka rekening di Bank Jatim agar pembagian pendapatan parkir bisa langsung ditransfer secara otomatis.
Selain itu, para jukir juga akan difasilitasi alat transaksi bernama Smart Parking Solution (SPS) yang digunakan untuk pembayaran non tunai menggunakan kartu uang elektronik maupun QRIS.
Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?
Trio menjelaskan, penerapan parkir digital akan dilakukan secara bertahap di sekitar 450 titik parkir resmi milik Pemkot Surabaya. Ke depan, jumlah tersebut akan terus diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah kota.
Dalam sosialisasi tersebut, Dishub juga membuka gerai khusus untuk masyarakat yang belum memiliki kartu uang elektronik.
Warga dapat membeli kartu e-money seharga Rp20 ribu yang sudah berisi saldo Rp20 ribu sehingga kartunya seolah gratis.
Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi
Salah satu pengguna parkir di Taman Bungkul, Andri Priambodo, menilai sistem parkir digital dapat membuat pengelolaan parkir lebih tertata.
Namun ia berharap kesiapan sistem pembayaran juga diperhatikan agar tidak menyulitkan masyarakat.
“Kalau sistem pembayaran sudah siap tentu akan lebih memudahkan. Harapannya parkir di Surabaya ke depan bisa lebih tertata dan aman,” ujarnya
Editor : Redaksi