Jumat, 04 Sep 2026 18:34 WIB

Parkir di Surabaya Mulai Non Tunai, Upah Jukir Bakal Langsung Masuk ke Rekening

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Mar 2026 14:54 WIB
Sosialisasi dan edukasi parkir digital. (Diskominfo Surabaya)
Sosialisasi dan edukasi parkir digital. (Diskominfo Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menerapkan sistem parkir non tunai atau digital secara bertahap di berbagai titik parkir resmi. 

Melalui sistem ini, pembagian hasil parkir antara pemerintah dan juru parkir (jukir) diklaim lebih transparan.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan digitalisasi parkir tidak hanya bertujuan mempermudah pembayaran masyarakat, tetapi juga memastikan sistem bagi hasil yang jelas bagi para jukir.

“Prosedur bagi hasilnya 60 persen untuk Pemkot dan 40 persen untuk jukir. Pembagiannya langsung masuk ke rekening masing-masing jukir,” kata Trio saat sosialisasi parkir digital di Taman Bungkul dan Taman Apsari, Sabtu (14/3/2026) malam.

Menurutnya, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan parkir sekaligus menjaga kesejahteraan para jukir di lapangan. 

Untuk mendukung hal tersebut, Dishub juga membantu para jukir membuka rekening di Bank Jatim agar pembagian pendapatan parkir bisa langsung ditransfer secara otomatis.

Selain itu, para jukir juga akan difasilitasi alat transaksi bernama Smart Parking Solution (SPS) yang digunakan untuk pembayaran non tunai menggunakan kartu uang elektronik maupun QRIS.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Trio menjelaskan, penerapan parkir digital akan dilakukan secara bertahap di sekitar 450 titik parkir resmi milik Pemkot Surabaya. Ke depan, jumlah tersebut akan terus diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah kota.

Dalam sosialisasi tersebut, Dishub juga membuka gerai khusus untuk masyarakat yang belum memiliki kartu uang elektronik.

Warga dapat membeli kartu e-money seharga Rp20 ribu yang sudah berisi saldo Rp20 ribu sehingga kartunya seolah gratis.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Salah satu pengguna parkir di Taman Bungkul, Andri Priambodo, menilai sistem parkir digital dapat membuat pengelolaan parkir lebih tertata.

Namun ia berharap kesiapan sistem pembayaran juga diperhatikan agar tidak menyulitkan masyarakat.

“Kalau sistem pembayaran sudah siap tentu akan lebih memudahkan. Harapannya parkir di Surabaya ke depan bisa lebih tertata dan aman,” ujarnya

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.