Kamis, 03 Sep 2026 15:12 WIB

Kekejaman Ayah di Sidoarjo Aniaya Anaknya Masih Balita hingga Tewas, Motifnya Bikin Ngelus Dada

Kasat PPA-PPO Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah. (Foto: Supri/selalu.id).
Kasat PPA-PPO Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Ahmad Reza Yudiansyah, ayah yang tega menganiaya anak kandungnya sendiri hingga tewas, kini hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi.

Pemuda 26 tahun warga Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, itu tega menganiaya anaknya, R, yang masih balita berusia 3,5 tahun karena hal sepele, yakni rewel dan terus menangis.

Baca Juga: Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Korban terus menangis karena mencari ibunya dan dua adiknya yang kabur dari rumah setelah tidak kuat menerima kekerasan dari sang ayah.

"Jadi ini sebelumnya ada masalah keluarga. Yang bersangkutan habis ribut dengan istrinya. Akhirnya istri dia membawa dua adik korban pergi dari rumah, sudah empat minggu sebelumnya. Korban tiap hari nangis terus cari ibunya. Si ayah jengkel dengar tangisan yang terus menerus sehingga anaknya dipukuli tiap menangis cari ibunya," terang Kasat PPA-PPO Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Lailah menjelaskan, tersangka sempat keluar rumah dan pesta minuman keras pada malam hari sebelum melakukan penganiayaan lagi kepada anaknya.

"Malam sebelum korban meninggal dunia, yang bersangkutan sempat keluar rumah dan mabuk. Pagi mendengar anaknya menangis disamperin ke kamar mandi namun dia kesandung pembatas kamar mandi sehingga jatuh menimpa korban. Setelah korban berdiri, sempat dipukul juga tangan korban setelah itu kejang-kejang yang akhirnya meninggal dunia," jelasnya.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

Saat ini, tersangka telah ditahan di Polresta Sidoarjo. Ia terancam hukuman 20 tahun penjara.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.