Senin, 19 Okt 2026 21:52 WIB

Kekejaman Ayah di Sidoarjo Aniaya Anaknya Masih Balita hingga Tewas, Motifnya Bikin Ngelus Dada

Kasat PPA-PPO Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah. (Foto: Supri/selalu.id).
Kasat PPA-PPO Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Ahmad Reza Yudiansyah, ayah yang tega menganiaya anak kandungnya sendiri hingga tewas, kini hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi.

Pemuda 26 tahun warga Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, itu tega menganiaya anaknya, R, yang masih balita berusia 3,5 tahun karena hal sepele, yakni rewel dan terus menangis.

Baca Juga: Kapolresta Sidoarjo Berganti, Ini Pesan Khusus Bupati Subandi

Korban terus menangis karena mencari ibunya dan dua adiknya yang kabur dari rumah setelah tidak kuat menerima kekerasan dari sang ayah.

"Jadi ini sebelumnya ada masalah keluarga. Yang bersangkutan habis ribut dengan istrinya. Akhirnya istri dia membawa dua adik korban pergi dari rumah, sudah empat minggu sebelumnya. Korban tiap hari nangis terus cari ibunya. Si ayah jengkel dengar tangisan yang terus menerus sehingga anaknya dipukuli tiap menangis cari ibunya," terang Kasat PPA-PPO Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Lailah menjelaskan, tersangka sempat keluar rumah dan pesta minuman keras pada malam hari sebelum melakukan penganiayaan lagi kepada anaknya.

"Malam sebelum korban meninggal dunia, yang bersangkutan sempat keluar rumah dan mabuk. Pagi mendengar anaknya menangis disamperin ke kamar mandi namun dia kesandung pembatas kamar mandi sehingga jatuh menimpa korban. Setelah korban berdiri, sempat dipukul juga tangan korban setelah itu kejang-kejang yang akhirnya meninggal dunia," jelasnya.

Baca Juga: 600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Saat ini, tersangka telah ditahan di Polresta Sidoarjo. Ia terancam hukuman 20 tahun penjara.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).