Kanker Ginjal yang Diderita Vidi Aldiano Sering Tak Bergejala, Begini Cara Deteksinya
- Penulis : Tim Selalu
- | Minggu, 08 Mar 2026 12:04 WIB
selalu.id - Kesadaran akan deteksi dini kanker ginjal kembali menjadi perhatian publik setelah kabar duka meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026), yang sebelumnya berjuang melawan penyakit ini. Para pakar kesehatan menekankan bahwa kanker ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala pada stadium awal, sehingga pemeriksaan rutin menjadi kunci utama keselamatan pasien.
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa kasus kanker di Indonesia diprediksi terus meningkat secara signifikan jika langkah pencegahan tidak diperkuat.
Baca Juga: Vidi Aldiano Tutup Usia
Berdasarkan data GLOBOCAN, kanker ginjal menempati peringkat ke-22 kasus kanker terbanyak di Indonesia dengan tingkat kematian yang cukup tinggi karena sering kali baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai urgensi dan cara deteksi dini kanker ginjal:
Minim Gejala Awal: Kanker ginjal stadium awal bersifat asimtomatik atau tidak menimbulkan rasa sakit. Gejala seperti urine berdarah (hematuria), nyeri pinggang, atau adanya benjolan biasanya baru muncul saat massa tumor sudah membesar.
Kelompok Risiko Tinggi: Deteksi dini sangat disarankan bagi individu dengan faktor risiko seperti perokok aktif, penderita obesitas, memiliki riwayat hipertensi, atau ada anggota keluarga dengan riwayat penyakit serupa.
Metode Skrining: Dokter spesialis urologi dari RS Kanker Dharmais menyarankan pemeriksaan rutin berupa:
Baca Juga: Gerak Cepat, Pemkot Surabaya Beri Bantuan Medis Lansia Penderita Kanker Rahim
- Tes Urine: Untuk melihat adanya kandungan darah yang tidak kasat mata.
- Ultrasonografi (USG) Ginjal: Prosedur non-invasif yang efektif mendeteksi adanya massa atau benjolan pada ginjal.
- Pemeriksaan Hemoglobin & Fungsi Ginjal: Untuk memantau kondisi kesehatan organ secara menyeluruh.
Baca Juga: Archipelago International Berbagi dengan Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia
Deteksi pada stadium awal memberikan peluang keberhasilan pengobatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika sel kanker sudah menyebar secara sistemik (stadium 4), yang umumnya lebih sulit disembuhkan.
Biaya Pemeriksaan: Pemeriksaan fungsi ginjal di laboratorium atau rumah sakit di Indonesia tergolong terjangkau, dimulai dari kisaran Rp40 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung pada kelengkapan jenis tes yang diambil.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu munculnya gejala fisik sebelum melakukan pemeriksaan. Pola hidup sehat dengan menjaga berat badan ideal serta mengonsumsi air putih yang cukup juga berperan penting dalam menjaga kesehatan fungsi ginjal.
Editor : Redaksi