Kamis, 03 Sep 2026 13:04 WIB

Balita 3,5 Tahun di Kemangsen Sidoarjo Tewas Dianianya Ayah Kandung

Polisi saat melakukan olah TKP dan identifikasi. (Dok. Istimewa).
Polisi saat melakukan olah TKP dan identifikasi. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Seorang ayah di Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, diamankan polisi setelah tega menganiaya anak kandungnya hingga meninggal dunia.

Pelaku adalah Ahmad Reza Yudiansyah (26), sementara anak kandungnya yang dianiaya hingga merenggut nyawa itu adalah R, yang masih berusia 3,5 tahun.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Kapolsek Balongbendo, Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, awalnya pelaku meminta bantuan kepala dusun untuk mengantarkan korban ke bidan desa.

"Ketika di lokasi, bidan desa menyarankan anak tersebut dibawa ke RSUD Sibar (Sidoarjo Barat), dikarenakan kondisi korban sudah parah dan harus segera mendapat pertolongan. Saat di RSUD Sidoarjo Barat, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," terang Sugeng, Jumat (6/3/2026).

Sugeng mengatakan, jasad korban dibawa ke rumah mertua dari pelaku. Saat di rumah tersebut, pelaku melarang dari warga sekitar untuk melihat jenazah anaknya.

"Anggota kami melihat kondisi korban dan terlihat banyak luka memar pada tubuh jenazah. Anggota langsung melakukan introgasi kepada terduga pelaku dan ia mengakui bahwa telah melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan tangan kosong," jelasnya.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

Polsek Balongbendo lantas menghubungi tim Inafis Polresta Sidoarjo dan Unit PPA Polresta Sidoarjo untuk melakukan identifikasi terhadap tubuh korban.

"Inafis Polresta Sidoarjo kemudian melakukan olah TKP untuk identifikasi korban. Selanjutnya jasad korban dibawa ke RS Pudik Gasum Porong untuk dilakukan visum," kata Sugeng.

Dalam penyelidikan awal, diduga korban mendapatkan kekerasan sehari sebelumnya. Setelah itu, korban ditinggal sendirian di dalam rumah, dan pagi harinya korban mengalami kejang-kejang.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

"Ibu korban meninggalkan rumah kurang lebih sebulan yang lalu, akibat sering mendapatkan kekerasan dari pelaku, sehingga yang ada di dalam rumah hanya pelaku dan korban," jelasnya.

Saat ini, pelaku tengah dilakukan pemeriksaan intensif di Polresta Sidoarjo. Penyidik masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.