Mengenal Di Chating, Program Pemkab Jember dalam Menekan Angka Stunting
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Jumat, 06 Mar 2026 14:30 WIB
selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Kabupaten Jember masih tercatat sebagai daerah dengan angka stunting tinggi di Jawa Timur, yakni menempati posisi kedua dari bawah.
Baca Juga: Pemkab Jember Tegaskan Pasokan BBM Aman, Distribusi Juga Dipantau Ketat
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menggagas program inovatif melalui RSUD dr. Soebandi Jember bertajuk “Di Chating” (Soebandi Cegah Kecacatan Akibat Stunting).
Program ini dijalankan sebagai proyek percontohan di Kecamatan Jombang dan Kecamatan Tanggul dengan durasi pelaksanaan selama tiga bulan.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari dokter spesialis anak, ahli gizi, tenaga kesehatan puskesmas, hingga kader posyandu.
Koordinator Tim Penanganan Stunting RSUD dr Soebandi, dr. Triwinarno menjelaskan bahwa program sudah berjalan selama empat minggu dengan sasaran balita yang terindikasi stunting.
“Sebanyak 161 balita di Kecamatan Jombang telah menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis anak. Setelah pemeriksaan, mereka mendapatkan intervensi berupa susu formula KPMK bernutrisi tinggi yang diberikan secara gratis,” terangnya, Jumat (6/3/2026).
Susu formula tersebut dikonsumsi tiga kali sehari dengan takaran dua sendok makan yang dicampur satu gelas air hangat. Pemberian ini menjadi tambahan asupan gizi bagi balita selama masa intervensi tiga bulan.
Hasil evaluasi sementara menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Dari total 161 balita yang mengikuti program, sekitar 50 persen mengalami peningkatan berat badan setelah empat minggu mengonsumsi susu KPMK secara rutin.
Baca Juga: Pemkab Jember Rapat Darurat dengan Pertamina Antisipasi Kelangkaan BBM
Pemerintah Kabupaten Jember optimistis, jika program ini berjalan maksimal hingga akhir periode tiga bulan, maka angka stunting dapat ditekan lebih signifikan.
Program Di Chating bahkan direncanakan akan diperluas ke seluruh kecamatan di Jember apabila hasilnya terbukti efektif.
Sementara Camat Jombang, Farisa Jamal Taslim, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan stunting.
“Kehadiran tim penanganan stunting ini memberikan harapan baru bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita dengan risiko stunting,” jelasnya.
Baca Juga: DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles
Salah satu penerima manfaat program, Ana Megawati (23), warga Desa Padomasan, mengaku merasakan dampak positif dari bantuan yang diberikan.
Anak laki-lakinya yang berusia 3,5 tahun mengalami peningkatan berat badan dari 7 kilogram menjadi 9 kilogram setelah rutin mengonsumsi susu KPMK selama empat minggu.
“Alhamdulillah ada perubahan. Kami berharap program ini terus berjalan agar semakin banyak balita yang mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat, program Di Chating diharapkan dapat menjadi model percepatan penanganan stunting di Kabupaten Jember. (ADV).
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-12694-mengenal-di-chating-program-pemkab-jember-dalam-menekan-angka-stunting
