Senin, 20 Jul 2026 11:52 WIB

Mengenal Di Chating, Program Pemkab Jember dalam Menekan Angka Stunting

Tim Tenaga Kesehatan dr. Soebandi Jember saat memberikan arahan terkait untuk penurunan stunting kepada masyarakat Jombang, Kabupaten Jember. (Dok: Diskominfo Jember).
Tim Tenaga Kesehatan dr. Soebandi Jember saat memberikan arahan terkait untuk penurunan stunting kepada masyarakat Jombang, Kabupaten Jember. (Dok: Diskominfo Jember).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Kabupaten Jember masih tercatat sebagai daerah dengan angka stunting tinggi di Jawa Timur, yakni menempati posisi kedua dari bawah.

Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menggagas program inovatif melalui RSUD dr. Soebandi Jember bertajuk “Di Chating” (Soebandi Cegah Kecacatan Akibat Stunting).

Program ini dijalankan sebagai proyek percontohan di Kecamatan Jombang dan Kecamatan Tanggul dengan durasi pelaksanaan selama tiga bulan.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari dokter spesialis anak, ahli gizi, tenaga kesehatan puskesmas, hingga kader posyandu.

Koordinator Tim Penanganan Stunting RSUD dr Soebandi, dr. Triwinarno menjelaskan bahwa program sudah berjalan selama empat minggu dengan sasaran balita yang terindikasi stunting.

“Sebanyak 161 balita di Kecamatan Jombang telah menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis anak. Setelah pemeriksaan, mereka mendapatkan intervensi berupa susu formula KPMK bernutrisi tinggi yang diberikan secara gratis,” terangnya, Jumat (6/3/2026).

Susu formula tersebut dikonsumsi tiga kali sehari dengan takaran dua sendok makan yang dicampur satu gelas air hangat. Pemberian ini menjadi tambahan asupan gizi bagi balita selama masa intervensi tiga bulan.

Hasil evaluasi sementara menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Dari total 161 balita yang mengikuti program, sekitar 50 persen mengalami peningkatan berat badan setelah empat minggu mengonsumsi susu KPMK secara rutin.

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Jember optimistis, jika program ini berjalan maksimal hingga akhir periode tiga bulan, maka angka stunting dapat ditekan lebih signifikan.

Program Di Chating bahkan direncanakan akan diperluas ke seluruh kecamatan di Jember apabila hasilnya terbukti efektif.

Sementara Camat Jombang, Farisa Jamal Taslim, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan stunting.

“Kehadiran tim penanganan stunting ini memberikan harapan baru bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita dengan risiko stunting,” jelasnya.

Baca Juga: Dari Beasiswa Rp59 Miliar hingga Sekolah Rakyat, Langkah Pemkab Jember Dongkrak Kualitas Pendidikan

Salah satu penerima manfaat program, Ana Megawati (23), warga Desa Padomasan, mengaku merasakan dampak positif dari bantuan yang diberikan.

Anak laki-lakinya yang berusia 3,5 tahun mengalami peningkatan berat badan dari 7 kilogram menjadi 9 kilogram setelah rutin mengonsumsi susu KPMK selama empat minggu.

“Alhamdulillah ada perubahan. Kami berharap program ini terus berjalan agar semakin banyak balita yang mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat, program Di Chating diharapkan dapat menjadi model percepatan penanganan stunting di Kabupaten Jember. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.