Jumat, 05 Jun 2026 05:03 WIB

Gerak Cepat Tim Gabungan Bantu Korban Banjir Bandang di Glundengan Jember

Tim Tagana saat membawa bantuan untuk diberikan kepada warga terdampak di Kecamatan Panti Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Tim Tagana saat membawa bantuan untuk diberikan kepada warga terdampak di Kecamatan Panti Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kecamatan Panti bergerak cepat merespons bencana banjir bandang yang menerjang Dusun Glundengan Kepiring, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Camat Panti Hendra Kusuma bersama jajaran Muspika, Pemerintah Desa Suci, Dinas Sosial, BPBD, pemadam kebakaran, Tagana, dan Destana, turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila

Banjir bandang yang menerjang pemukiman warga terjadi di saat warga tengah menyantap sahur, Rabu (4/3/2026).

Kepala Dusun Glundengan, Sutrisno menuturkan bahwa suara gemuruh dari aliran Sungai Kaliputih terdengar sebelum air bercampur lumpur pekat dan material kayu menerjang permukiman warga di RT 2 RW 3.

“Air dari anak Sungai Kaliputih tiba-tiba membawa lumpur dan kayu. Sekitar pukul 05.20 WIB, air meluap ke jalan dan rumah warga karena jembatan tersumbat material kayu,” terangnya, Kamis (5/3/2026).

Data sementara tercatat ada tiga rumah terdampak cukup parah dan sepuluh rumah lainnya terpapar oleh genangan lumpur.

Sebagai langkah tanggap darurat, tim gabungan menyalurkan paket sembako dan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

"Selain distribusi bantuan, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Rambipuji dan Mako PMK turut dikerahkan untuk membantu kerja bakti membersihkan lumpur yang menutup akses jalan desa," jelas Sutrisno.

Sementara Camat Panti, Hendra Kusuma menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi memastikan keselamatan dan pemulihan aktivitas warga.

“Kami ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan akses jalan segera normal agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

Hendra mengatakan bahwa langkah cepat ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap warga tetap waspada terhadap potensi hujan deras susulan,” tegasnya.

Hendra mengingatkan bahwa kejadian ini untuk menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, untuk terus menjaga lingkungan dan memperkuat kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di musim penghujan. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.