Kamis, 03 Sep 2026 15:17 WIB

Gerak Cepat Tim Gabungan Bantu Korban Banjir Bandang di Glundengan Jember

Tim Tagana saat membawa bantuan untuk diberikan kepada warga terdampak di Kecamatan Panti Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Tim Tagana saat membawa bantuan untuk diberikan kepada warga terdampak di Kecamatan Panti Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kecamatan Panti bergerak cepat merespons bencana banjir bandang yang menerjang Dusun Glundengan Kepiring, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Camat Panti Hendra Kusuma bersama jajaran Muspika, Pemerintah Desa Suci, Dinas Sosial, BPBD, pemadam kebakaran, Tagana, dan Destana, turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Banjir bandang yang menerjang pemukiman warga terjadi di saat warga tengah menyantap sahur, Rabu (4/3/2026).

Kepala Dusun Glundengan, Sutrisno menuturkan bahwa suara gemuruh dari aliran Sungai Kaliputih terdengar sebelum air bercampur lumpur pekat dan material kayu menerjang permukiman warga di RT 2 RW 3.

“Air dari anak Sungai Kaliputih tiba-tiba membawa lumpur dan kayu. Sekitar pukul 05.20 WIB, air meluap ke jalan dan rumah warga karena jembatan tersumbat material kayu,” terangnya, Kamis (5/3/2026).

Data sementara tercatat ada tiga rumah terdampak cukup parah dan sepuluh rumah lainnya terpapar oleh genangan lumpur.

Sebagai langkah tanggap darurat, tim gabungan menyalurkan paket sembako dan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

"Selain distribusi bantuan, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Rambipuji dan Mako PMK turut dikerahkan untuk membantu kerja bakti membersihkan lumpur yang menutup akses jalan desa," jelas Sutrisno.

Sementara Camat Panti, Hendra Kusuma menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi memastikan keselamatan dan pemulihan aktivitas warga.

“Kami ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan akses jalan segera normal agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan,” ujarnya.

Baca Juga: Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Hendra mengatakan bahwa langkah cepat ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap warga tetap waspada terhadap potensi hujan deras susulan,” tegasnya.

Hendra mengingatkan bahwa kejadian ini untuk menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, untuk terus menjaga lingkungan dan memperkuat kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di musim penghujan. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.