Sabtu, 12 Sep 2026 08:05 WIB

Ramai Keluhan Pembuatan E-KTP di Patrang Jember Itu Tidak Benar, Ternyata Cuma Gegara Hal Ini

Salah satu warga yang sedang mengurus Adminduk di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Salah satu warga yang sedang mengurus Adminduk di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Sebuah video di media sosial TikTok yang memuat keluhan terkait layanan pembuatan E-KTP di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, viral.

Menyikapi hal itu, pihak kecamatan memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca Juga: Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif, Pemkab Jember Raih Penghargaan Nasional

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) menegaskan bahwa saat ini memang tengah melakukan penataan dan peningkatan sistem pelayanan administrasi kependudukan.

Pembaruan tersebut bertujuan memperbaiki kualitas layanan sekaligus meningkatkan transparansi, meski diakui memerlukan proses adaptasi dan sosialisasi yang berkelanjutan.

Video yang viral itu diunggah akun berinisial B, warga Patrang, menyoroti proses penerbitan E-KTP yang dinilai lambat.

Camat Patrang, Ajib melalui Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Patrang, Rini Ramayanti menegaskan bahwa pengajuan E-KTP warga yang bersangkutan telah diproses sesuai prosedur.

“Secara administrasi sudah kami layani. Kami juga telah menyampaikan bahwa pengambilan fisik KTP dilakukan di Kantor Dispendukcapil. Namun yang bersangkutan meninggalkan lokasi sebelum proses selesai,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Pembahasan KUA-PPAS 2027 Rampung, Pemkab Jember dan DPRD Sepakati Target Pendapatan Rp4,5 Triliun

Rini menjelaskan, khusus wilayah perkotaan seperti Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates, proses pencetakan E-KTP memang terpusat di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Jember.

Sementara di beberapa kecamatan lain, fasilitas pencetakan sudah tersedia langsung di kantor kecamatan.

“Di sini hanya pendaftaran dan verifikasi berkas. Untuk cetak dan pengambilan kartu tetap di Dispendukcapil,” tegasnya.

Mengenai durasi layanan, pihak kecamatan menyebut estimasi waktu penerbitan E-KTP rata-rata sekitar satu minggu.

Baca Juga: Kabar Baik! 8.190 PPPK Paruh Waktu Jember Diperpanjang, Siap Dialihkan jadi Penuh Waktu

Meski demikian, untuk kebutuhan mendesak seperti administrasi pendidikan atau keperluan penting lainnya, percepatan bisa dilakukan melalui koordinasi langsung dengan Dispendukcapil.

Pihak Kecamatan Patrang berharap masyarakat dapat memahami mekanisme yang berlaku serta tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan sebelum memperoleh informasi yang utuh.

Pemerintah Kabupaten Jember juga memastikan evaluasi pelayanan terus dilakukan demi mewujudkan layanan publik yang semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan warga. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bukan Cuma Jual Beli, Pasar Buah Tanjung Sari 77 Surabaya Rutin Santuni Yatim dan Dhuafa

Pemilik Pasar Buah Tanjung Sari 77, Haji Ali, menyampaikan bahwa aksi berbagi ini didasari semangat untuk membawa kemanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Akhir Pelarian Pengedar Pil Koplo di Surabaya Setelah Diteriaki Copet

Dari tangan tersangka, polisi menyita 3 ribu butir pil koplo, satu unit iPhone 15, dan sepeda motor Honda Scoopy bernopol L 30XX CAE.

Klasemen Liga Inggris: Arsenal Sapu Bersih 3 Laga Awal, MU Tertahan di Posisi 11

Nasib apes justru menghampiri Manchester United (MU) saat bertandang ke markas Everton di Hill Dickinson Stadium. Setan merah ditahan imbang 2-2.

Peduli Pendidikan di Ring Satu Kawasan, SIER Tebus Ijazah dan Bantu Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu

Selain itu, SIER juga memberikan bantuan biaya operasional sekolah kepada seorang siswa dari keluarga kurang mampu yang mengalami kesulitan biaya pendidikan.

Kasihan! Usai Cari Rumput, Lansia di Sidoarjo Ditemukan Tewas dalam Kereta Kelinci

Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong untuk menjalani pemeriksaan medis. Polisi juga tengah menyelidiki penyebab kematiannya.

Serapan Anggaran APBD Minim, Ketua DPRD Surabaya Desak Legislator Turun Lapangan Lakukan Sidak

Pasalnya, hingga evaluasi dilakukan, realisasi anggaran tersebut dicatat baru menyentuh angka sekitar Rp11 miliar atau berkisar 11 hingga 13 persen.