Senin, 20 Jul 2026 11:16 WIB

Karyawan PDS Dilatih Bahasa Isyarat Layani Penumpang Tuli pada Mudik Lebaran 2026

Karyawan PDS saat mengikuti pelatihan kemampuan bahasa isyarat untuk melayani para penumpang mudik Lebaran 2026. (Dok. PDS for selalu.id).
Karyawan PDS saat mengikuti pelatihan kemampuan bahasa isyarat untuk melayani para penumpang mudik Lebaran 2026. (Dok. PDS for selalu.id).

selalu.id - PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) menyiapkan layanan ramah disabilitas untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah membekali karyawan lini depan dengan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, mengingat kelompok disabilitas tuli seringkali terlewat karena disabilitasnya tidak terlihat secara kasat mata.

Baca Juga: Terapkan Kontrak Digital Pegawai, Pelindo Daya Sejahtera jadi Rujukan Emas UBS

Pelatihan bahasa isyarat digelar di tiga regional pelabuhan dengan jumlah penumpang tinggi, bekerja sama dengan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia.

Kegiatan dimulai di Makassar New Port pada 26 Februari 2026, diikuti Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada 27 Februari 2026, dan terakhir di Pelabuhan Belawan Medan pada 2 Maret 2026.

Masing-masing lokasi diikuti minimal 30 peserta yang terdiri dari tim manajemen, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan yang berinteraksi langsung dengan penumpang setiap hari.

Selain mengajarkan gerakan tangan dasar bahasa isyarat, narasumber dan guru tuli yang menjadi pemateri juga memberikan pemahaman tentang perspektif dunia tuli serta pentingnya kehadiran mereka di ruang publik. Hal ini bertujuan untuk memangkas jarak sosial dan menciptakan iklim inklusif bagi semua penumpang.

Baca Juga: Melihat Keterampilan Kelompok Usaha Jahit Surabaya Sulap Seragam Bekas PDS jadi Dompet

Regional Manager PDS Regional Kalimantan, Deny Samba, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya agenda seremonial.

"Pelabuhan adalah ruang publik yang harus dapat dinikmati oleh semua orang. Kami berkomitmen memastikan tidak ada penumpang yang merasa tertinggal hanya karena hambatan komunikasi. Setiap orang berhak merasa aman dan mendapatkan layanan yang layak,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).

Upaya ini menjadi bagian dari keberlanjutan program PDS dalam membangun ekosistem layanan inklusif.

Baca Juga: Idul Adha 2026, PDS Distribusikan Hewan Kurban ke Enam Provinsi

Sebelumnya, perkenalan bahasa isyarat di lingkungan pelabuhan telah dimulai tahun lalu melalui pelatihan serupa di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Bagi PDS, keberlanjutan tidak hanya fokus pada efisiensi operasional, tetapi juga pada dampak sosial yang konsisten bagi kelompok yang sering terpinggirkan.

Dengan keterampilan dasar bahasa isyarat yang dimiliki oleh petugas garda terdepan, PDS berharap seluruh pelabuhan yang dikelolanya dapat menjadi ruang yang lebih inklusif, di mana setiap penumpang memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan dan informasi selama masa mudik Lebaran 2026.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.