Senin, 07 Sep 2026 07:36 WIB

Karyawan PDS Dilatih Bahasa Isyarat Layani Penumpang Tuli pada Mudik Lebaran 2026

Karyawan PDS saat mengikuti pelatihan kemampuan bahasa isyarat untuk melayani para penumpang mudik Lebaran 2026. (Dok. PDS for selalu.id).
Karyawan PDS saat mengikuti pelatihan kemampuan bahasa isyarat untuk melayani para penumpang mudik Lebaran 2026. (Dok. PDS for selalu.id).

selalu.id - PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) menyiapkan layanan ramah disabilitas untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah membekali karyawan lini depan dengan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, mengingat kelompok disabilitas tuli seringkali terlewat karena disabilitasnya tidak terlihat secara kasat mata.

Baca Juga: Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Pelatihan bahasa isyarat digelar di tiga regional pelabuhan dengan jumlah penumpang tinggi, bekerja sama dengan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia.

Kegiatan dimulai di Makassar New Port pada 26 Februari 2026, diikuti Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada 27 Februari 2026, dan terakhir di Pelabuhan Belawan Medan pada 2 Maret 2026.

Masing-masing lokasi diikuti minimal 30 peserta yang terdiri dari tim manajemen, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan yang berinteraksi langsung dengan penumpang setiap hari.

Selain mengajarkan gerakan tangan dasar bahasa isyarat, narasumber dan guru tuli yang menjadi pemateri juga memberikan pemahaman tentang perspektif dunia tuli serta pentingnya kehadiran mereka di ruang publik. Hal ini bertujuan untuk memangkas jarak sosial dan menciptakan iklim inklusif bagi semua penumpang.

Baca Juga: Wujudkan Target Zero Fatality, PDS Gembleng 145 Personel Pengamanan Surabaya

Regional Manager PDS Regional Kalimantan, Deny Samba, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya agenda seremonial.

"Pelabuhan adalah ruang publik yang harus dapat dinikmati oleh semua orang. Kami berkomitmen memastikan tidak ada penumpang yang merasa tertinggal hanya karena hambatan komunikasi. Setiap orang berhak merasa aman dan mendapatkan layanan yang layak,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).

Upaya ini menjadi bagian dari keberlanjutan program PDS dalam membangun ekosistem layanan inklusif.

Baca Juga: Perkuat Minat Baca, PT Pelindo Daya Sejahtera Serahkan Bantuan Perpustakaan ke SD Al Istiqomah Surabaya

Sebelumnya, perkenalan bahasa isyarat di lingkungan pelabuhan telah dimulai tahun lalu melalui pelatihan serupa di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Bagi PDS, keberlanjutan tidak hanya fokus pada efisiensi operasional, tetapi juga pada dampak sosial yang konsisten bagi kelompok yang sering terpinggirkan.

Dengan keterampilan dasar bahasa isyarat yang dimiliki oleh petugas garda terdepan, PDS berharap seluruh pelabuhan yang dikelolanya dapat menjadi ruang yang lebih inklusif, di mana setiap penumpang memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan dan informasi selama masa mudik Lebaran 2026.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.