Rabu, 04 Mar 2026 16:45 WIB

Karyawan PDS Dilatih Bahasa Isyarat Layani Penumpang Tuli pada Mudik Lebaran 2026

Karyawan PDS saat mengikuti pelatihan kemampuan bahasa isyarat untuk melayani para penumpang mudik Lebaran 2026. (Dok. PDS for selalu.id).
Karyawan PDS saat mengikuti pelatihan kemampuan bahasa isyarat untuk melayani para penumpang mudik Lebaran 2026. (Dok. PDS for selalu.id).

selalu.id - PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) menyiapkan layanan ramah disabilitas untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah membekali karyawan lini depan dengan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, mengingat kelompok disabilitas tuli seringkali terlewat karena disabilitasnya tidak terlihat secara kasat mata.

Baca Juga: BNI Buka Pendaftaran Mudik Gratis, Catat Tanggal dan Cara Pendaftarannya

Pelatihan bahasa isyarat digelar di tiga regional pelabuhan dengan jumlah penumpang tinggi, bekerja sama dengan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia.

Kegiatan dimulai di Makassar New Port pada 26 Februari 2026, diikuti Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada 27 Februari 2026, dan terakhir di Pelabuhan Belawan Medan pada 2 Maret 2026.

Masing-masing lokasi diikuti minimal 30 peserta yang terdiri dari tim manajemen, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan yang berinteraksi langsung dengan penumpang setiap hari.

Selain mengajarkan gerakan tangan dasar bahasa isyarat, narasumber dan guru tuli yang menjadi pemateri juga memberikan pemahaman tentang perspektif dunia tuli serta pentingnya kehadiran mereka di ruang publik. Hal ini bertujuan untuk memangkas jarak sosial dan menciptakan iklim inklusif bagi semua penumpang.

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Program Mudik Gratis 2026, Juga Ingatkan Keamanan Rumah

Regional Manager PDS Regional Kalimantan, Deny Samba, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya agenda seremonial.

"Pelabuhan adalah ruang publik yang harus dapat dinikmati oleh semua orang. Kami berkomitmen memastikan tidak ada penumpang yang merasa tertinggal hanya karena hambatan komunikasi. Setiap orang berhak merasa aman dan mendapatkan layanan yang layak,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).

Upaya ini menjadi bagian dari keberlanjutan program PDS dalam membangun ekosistem layanan inklusif.

Baca Juga: Kemenag Targetkan Rp4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran 2026

Sebelumnya, perkenalan bahasa isyarat di lingkungan pelabuhan telah dimulai tahun lalu melalui pelatihan serupa di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Bagi PDS, keberlanjutan tidak hanya fokus pada efisiensi operasional, tetapi juga pada dampak sosial yang konsisten bagi kelompok yang sering terpinggirkan.

Dengan keterampilan dasar bahasa isyarat yang dimiliki oleh petugas garda terdepan, PDS berharap seluruh pelabuhan yang dikelolanya dapat menjadi ruang yang lebih inklusif, di mana setiap penumpang memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan dan informasi selama masa mudik Lebaran 2026.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Dalami Dugaan Ijazah Palsu Milik Anggota DPRD Kediri

Ketua Organisasi Masyarakat Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1), Wiwit Hariyono selaku pelapor menyampaikan harapan agar proses hukum tidak berlarut-larut.

Tekan Banjir, Pemkot Segera Tertibkan Bantaran Kali Krembangan

Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di kawasan Tanjungsari dan sekitarnya.

Pemkot Mojokerto Salurkan 243 Bansos Disabilitas, Ning Ita: Bukti Pemerintah Hadir

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Gebrakan PLN NP dalam Percepat Aset Panas Bumi untuk Energi Bersih di Indonesia

Melalui studi tersebut, PLN NP dan GDE akan memulai langkah dari yang paling mendasar: memastikan aset panas bumi beroperasi semakin andal dan efisien.

Perang Timur Tengah Memanas, Pemkot Minta Warga Surabaya Tunda ke Luar Negeri

Eri mengatakan imbauan ini bersifat preventif demi keselamatan warga, mengingat situasi perang sulit diprediksi dan berpotensi meluas sewaktu-waktu.

DPRD Minta Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Pasar Murah Ramadan

Politisi yang akrab disapa Buleks ini menilai program tersebut rawan tidak tepat sasaran jika kontrol di lapangan lemah.