Sabtu, 15 Agu 2026 19:09 WIB

Melihat Keterampilan Kelompok Usaha Jahit Surabaya Sulap Seragam Bekas PDS jadi Dompet

Proses daur ulang seragam bekas Pelindo Daya Sejahtera jadi dompet. (Foto: Dony/selalu.id).
Proses daur ulang seragam bekas Pelindo Daya Sejahtera jadi dompet. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Ratusan seragam kerja bekas milik PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) yang seharusnya hanya tersimpan di gudang atau berakhir sebagai limbah, kini mendapatkan fungsi dan nilai baru. 

Melalui program daur ulang kreatif, sebanyak 106 potong seragam yang masih layak pakai berhasil diolah menjadi 300 unit dompet yang nantinya akan dijadikan cenderamata resmi perusahaan.

Baca Juga: PDS Latih Ulang 104 Personel Satpam di Lingkungan Pelabuhan Kalimantan

Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PDS, yang tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah tekstil, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UKM) serta kelompok rentan di sekitar wilayah operasionalnya. 

Proses pengolahan seragam tersebut dipercayakan kepada kelompok usaha Jahit "Dadi Juara" yang beralamat di Jalan Perak Barat No. 263, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. 

Kelompok yang berdiri sejak tahun 2023 ini beranggotakan 14 orang, di mana delapan di antaranya merupakan ibu-ibu warga sekitar yang terlibat langsung dalam pengerjaan pesanan ini.

Sebelum diubah bentuknya, seluruh seragam terlebih dahulu dibersihkan, kemudian dipilah dengan teliti untuk memisahkan bagian kain yang masihlayak guna. 

Bagian yang terpilih kemudian dipotong, didesainulang, dan dijahit kembali menjadi dompet dengan tampilan yang beragam sesuai karakter asli bahan. 

Baca Juga: Terapkan Kontrak Digital Pegawai, Pelindo Daya Sejahtera jadi Rujukan Emas UBS

Khas dari produk ini adalah sentuhan khusus berupa perpaduan kain seragam dengan material batik tulis buatan kelompok penyandang disabilitas.

Penggabungan dua bahan berbeda ini dilakukan untuk memperkaya tampilan sekaligus memperluas manfaat program bagi lebih banyak lapisan masyarakat.

Pembina UMKM Jahit Dadi Juara, Ida Nurdiana mengakui tantangan sekaligus pengalaman berharga dalam proyek ini.

"Biasanya kami bekerja dengan bahan baru yang kualitasnya seragam. Di sini kami harus ekstra teliti memilah bagian kain yang bisa dipakai dan menyatukannya dengan material lain. Ini menambah keterampilan kami, sekaligus membawa dampak ekonomi nyata bagi anggota kelompok," ungkapnya kepada selalu.id, Rabu (1/7/2026). 

Baca Juga: Idul Adha 2026, PDS Distribusikan Hewan Kurban ke Enam Provinsi

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menjelaskan bahwa nilai utama program ini bukan hanya pada produk akhir, melainkan pada jalinan kolaborasi yang saling menguatkan.

"Kami ingin membuktikan bahwa barang yang sudah selesai berfungsi tidak harus menjadi sampah. Melalui inisiatif ini, limbah berkurang, ekonomi warga sekitar bergerak, dan kami juga membantu pasar produk dari teman-teman disabilitas. Manfaatnya dirasakan berantai oleh berbagai pihak," jelasnya.

Ke depannya, PDS berencana mengembangkan pola kerja sama serupa untuk jenis barang bekas lain, guna memastikan aspek keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan beriringan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Wali Kota Eri juga menilai, SGE menjadi momentum untuk memperkenalkan produk lokal Surabaya kepada masyarakat dan wisatawan. 

Respon Gempa Flores, Polri Prioritaskan Keselamatan Korban dan Warga

Kapolda NTT dan unsur Forkopimda merencanakan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak.

Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Setidaknya ada sekitar 200 warga yang mengikuti kegiatan serentak secara nasional ini, dari berbagai unsur.

Genapi Rehabilitasi Kawasan Pesisir, TPS Serahkan Tiga Ribu Bibit Mangrove ke DLH Surabaya

Penyerahan ini sekaligus melengkapi total penyaluran program “Donasi Oksigen” milik TPS menjadi 10.000 bibit sepanjang tahun 2026.

Jembatan Antar Desa Diresmikan Wabup Sidoarjo, Namanya Jembatan Mak Mimik

Jembatan baru itu memiliki panjang sekitar 7,20 meter dan lebar 3,60 meter.

Gerindra Jember Minta APBD Lebih Berpihak ke Desa, Jalan hingga PJU

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, mengatakan pemerataan pembangunan menjadi salah satu komitmen yang terus dikawal pihaknya.