Selasa, 21 Jul 2026 06:49 WIB

Perang Timur Tengah Memanas, Pemkot Minta Warga Surabaya Tunda ke Luar Negeri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 04 Mar 2026 12:29 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id). 
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id). 

selalu.id - Situasi geopolitik di Timur Tengah yang memanas menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran berdampak hingga ke daerah. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung mengambil langkah antisipatif dengan mengimbau warganya menunda perjalanan ke luar negeri, khususnya ke kawasan terdampak konflik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Serangan yang dilaporkan menyasar sejumlah titik di Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) lalu itu disebut menimbulkan kerusakan serta korban sipil dan memicu eskalasi ketegangan di kawasan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan telah menggelar rapat internal untuk membahas langkah mitigasi dampak konflik global tersebut terhadap warga Kota Pahlawan.

“Kemarin kita rapatkan juga, untuk warga Surabaya yang hari ini ketika kondisi Timur Tengah lagi agak panas begini, ada perang, maka saya berharap warga Surabaya untuk tidak ke luar negeri dulu, ketika ada suasana yang seperti ini,” tegasnya, Rabu (4/3/2026).

Eri mengatakan imbauan ini bersifat preventif demi keselamatan warga, mengingat situasi perang sulit diprediksi dan berpotensi meluas sewaktu-waktu.

Selain meminta warga di dalam negeri menunda perjalanan internasional, Pemkot Surabaya juga memberi perhatian khusus kepada warga Surabaya yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Eri mengimbau agar warga yang berada di wilayah terdampak meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi, serta mengikuti arahan otoritas setempat dan pemerintah pusat.

“Warga Surabaya yang ada di Timur Tengah dengan adanya kejadian yang seperti ini, saya berharapnya hati-hati,” ujarnya.

Menurut dia, dinamika perang tidak dapat diperkirakan secara pasti, termasuk potensi serangan yang bisa terjadi di berbagai titik. 

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Karena itu, Eri meminta warga tidak menganggap enteng kondisi yang berkembang.

Terkait pendataan, Eri menyebut Pemkot telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya untuk memastikan jumlah warga Surabaya yang berada di kawasan terdampak.

“Kita koordinasi dengan Kantor Kemenag Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama, agar mengetahui jumlah warga Surabaya yang ada di sana,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.