Kamis, 03 Sep 2026 11:47 WIB

Momen Bupati Jember Fawait Kawal Langsung Program MBG dari Mekah

Bupati Jember Muhammad Fawait saat memimpin rapat secara daring dari Mekah, (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhammad Fawait saat memimpin rapat secara daring dari Mekah, (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Meski tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci Mekah, Bupati Jember Muhammad Fawait tetap mengendalikan jalannya pemerintahan daerah.

Dari Mekah, ia memimpin langsung rapat koordinasi satuan tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Jember secara daring, Minggu (2/3/2026).

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Kehadiran virtual orang nomor satu di Jember itu menjadi penegasan bahwa program MBG adalah prioritas strategis daerah.

Dalam arahannya, Fawait menekankan bahwa MBG bukan sekadar penyediaan makanan bagi peserta didik, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Anak-anak yang sehat, cerdas, dan bergizi baik adalah fondasi kemandirian bangsa di masa depan,” tegasnya.

Dongkrak Ekonomi Daerah

Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi, program MBG juga dinilai memiliki efek ekonomi signifikan.

Dengan rencana operasional sekitar 270 dapur SPPG di Kabupaten Jember, potensi penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 15 ribu orang.

Angka tersebut belum termasuk efek berganda dari rantai pasok bahan pangan yang melibatkan petani, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi.

Perputaran ekonomi lokal diproyeksikan meningkat seiring bertambahnya permintaan bahan baku dan jasa pendukung.

Bahkan, estimasi perputaran dana MBG di Jember disebut bisa mencapai sekitar Rp4 triliun, nyaris menyamai APBD Jember tahun 2026 yang berada di kisaran Rp4,3 triliun.

Tambahan perputaran dana ini diyakini menjadi motor penggerak sektor riil dan penguat daya beli masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Tegas Soal Standar dan Integritas

Meski optimistis, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini mengingatkan pentingnya tata kelola yang disiplin dan transparan.

Ia menyoroti masih adanya sejumlah SPPG yang belum melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta persyaratan teknis lainnya.

Ke depan, Pemkab Jember akan memperkuat pengawasan melalui forum koordinasi rutin bulanan yang melibatkan Satgas, SPPG, Korwil, Korcam, Camat, serta puskesmas.

Sistem pelaporan menu harian dan integrasi CCTV dapur dengan pemantauan pemerintah daerah juga akan diterapkan untuk memastikan standar layanan tetap terjaga.

Gus Fawait juga menegaskan tidak boleh ada pengurangan anggaran menu yang telah ditetapkan. Alokasi Rp10 ribu untuk siswa SMP dan Rp8 ribu untuk jenjang lainnya merupakan hak penerima manfaat yang tidak boleh dikurangi.

“Integritas adalah kunci. Jangan sampai ada dapur yang harus disuspensi karena kelalaian,” tegasnya.

Baca Juga: Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Evaluasi dan Penguatan Kualitas

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, Ahmad Helmi Luqman, mengungkapkan hasil evaluasi menunjukkan sekitar 50 SPPG masih belum memiliki SLHS. Beberapa dapur juga perlu memperbaiki kualitas air dan sarana prasarana agar memenuhi standar.

Ia menekankan bahwa pengendalian mutu, termasuk kewajiban penyimpanan sampel makanan, menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Adapun kewenangan pemberian sanksi berada pada Badan Gizi Nasional, sedangkan Satgas daerah fokus pada pengawasan dan percepatan perbaikan.

Di akhir rapat, Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada SPPG yang telah bekerja dengan baik.

Ia bahkan berkomitmen memberikan penghargaan bagi SPPG terbaik pada akhir tahun sebagai bentuk motivasi dan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

"Dengan konsolidasi yang semakin solid, Pemkab Jember optimistis program MBG tak hanya memperkuat ketahanan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi pengungkit kebangkitan ekonomi daerah," pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.